Friday, September 19, 2014

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ferdinand Sinaga "Si Anak Sopir Bus"

Ferdinand Sinaga - VIVA
Seputar Timnas - Kontroversial sangat lekat dengan sosok Ferdinand Sinaga. Di Liga Super Indonesia (ISL), entah sudah berapa kali pemain berdarah Batak ini berulah. Pernah suatu ketika dia 'ribut' dengan penjaga gawang Pelita Bandung Raya (PBR), Deniss Romanovs, hanya gara-gara handuk. 

Insiden ini terjadi saat Persib Bandung bertemu PBR, 20 Mei lalu. Entah kenapa, tiba-tiba pemain berkepala plontos itu mengambil handuk yang digantung di jaring gawang PBR dan membuangnya ke pinggir lapangan. Tak hanya itu, dia juga menyiramnya dengan air. 

Aksi ini sempat menimbulkan ketegangan antarpemain. Beruntung wasit berhasil meredakan emosi para pemain dan melanjutkan pertandingan. 

Ini bukan tingkah kontroversial Ferdinand yang pertama. Saat memperkuat Timnas senior menghadapi ASEAN All Star, Ferdinand juga memanjat pagar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 31 Mei lalu. Dia mengejar fans Persija, The Jakmania, yang menyorakinya sepanjang laga. 

Akibat 2 aksi ini, Ferdinand pun harus berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mantan pemain Persiwa Wamena itu akhirnya pasrah saat dijatuhi hukuman larangan tampil dua laga bersama timnas. Selain itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta. 

Hukuman ini belum termasuk sederet kartu merah yang diterimanya selama memperkuat sejumlah klub di ISL. Terakhir, pemain yang akrab disapa Dinand itu diusir wasit akibat berseteru dengan pemain lawan, Osas Saha, saat Persib bertemu Semen Padang, Agustus lalu. 

Namun, sederet aksi kontroversial itu seakan terlupakan saat melihat penampilan Ferdinand di Asian Games XVII 2014. Ketajamannya di lapangan membuktikan pemain berusia 26 tahun itu mampu memberi warna yang positif bagi skuad Timnas Indonesia U-23.

Setidaknya hal ini diakui oleh sang pelatih Aji Santoso. "Ferdinand bagus untuk tim, mudah-mudahan dia bisa jadi top scorer Asian Games," ujar Aji usai timnya melumat Maladewa 4-0. 

Dari dua laga yang sudah dilalui timnas, Ferdinand setidaknya sudah mengemas 6 gol. Dua lagi, pemain kelahiran 18 September 1988 itu akan mematahkan rekor top scorer sepanjang masa Asian Games, Odai-Saify. Pemain asal Jordania itu berhasil mengemas 7 gol saat memperkuat negaranya pada Asian Games di Doha, Qatar, 2006 lalu. 

Empat gol dicetak Ferdinand ke gawang Timor Leste saat Indonesia menang 7-0 pada laga perdana grup E. Sedangkan dua gol saat Indonesia mengalahkan Maladewa 4-0, Kamis, 18 September 2014. 

Lantas siapa sebenarnya Ferdinand Sinaga? 
Meski berdarah Batak, Dinand sebenarnya lahir di Bengkulu. Profesi ayah sebagai seorang sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) membuatnya sempat berpindah-pindah. Pernah dia tinggal di Lampung, namun masa mudanya terakhir lebih banyak dihabiskan di kota Kembang, Bandung.

Lahir di keluarga yang bukan golongan berada, Ferdinand awalnya tak pernah bermimpi berkarir di dunia sepakbola. Berharap segera mendapat kerja, Ferdinand justru bercita-cita menjadi pengacara. 

Keinginan untuk membantu keluarga membuatnya tak betah berlama-lama di rumah. Meski anak bontot, Ferdinand yang paling cepat keluar rumah alias merantau. Namun bukan cita-cita sebagai pengacara yang dikejarnya. Pemain berpostur 170 cm itu akhirnya menjauh dari meja hijau dan memilih berkarir di lapangan hijau. 

Dinand tak menyesal. Sebaliknya dia bersyukur karena lewat kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, dia akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya membantu meringankan beban orang tuanya. 

Bermain di Rel Kereta
Bermain bola sudah dilakoninya sejak usia 5 tahun. Awalnya hanya sekadar hobi saat dia masih tinggal di Lampung. Hobi ini terus berlanjut saat dia pindah ke Bandung. "Itu cuma sebatas sama teman-teman. Waktu umur 9 tahun aku pindah ke Bandung dan main bolanya di pinggir rel kereta," ujarnya beberapa waktu lalu. 

Pintu menuju karier sepak bolanya akhirnya terbuka saat teman-temannya mengajak Ferdinand masuk ke salah satu klub lokal di Bandung. Dia akhirnya tampil pada turnamen usia ini Persib U-15. Dari 1000 orang, disaring menjadi 30 orang termasuk Ferdinand. 

Jenjang-jenjang usia dini di Persib pun terus ia jalani sampai akhirnya ia berlabuh di Persibat Batang pada 2007. Saat itu, dia pernah bermimpi suatu saat bisa memperkuat tim inti Maung Bandung. 

Setelah dari Persibat, Ferdinand juga sempat memperkuat Persikab Bandung (2008) dan Pelita Jaya (2009). Selanjutnya, Dinand hijrah ke PPSM Sakti Magelang sebelum bergabung dengan Persiwa Wamena (2010). Karirnya terus melejit dan sempat bergabung dengan Semen Padang (2011-12) dan Persisam Putra Samarinda (Pusam), 2012-13. 

Musim ini, Ferdinand akhirnya berhasil mewujudkan salah satu mimpinya, yakni memperkuat tim inti Maung Bandung. Dia juga beberapa kali memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia. 

Totalitas Ferdinand bersama timnas U-23 juga tak perlu diragukan lagi. Pemain yang pernah memperkuat Pelita Jaya ini selalu memenuhi panggilan timnas. Bahkan di tengah penantian terhadap anak pertamanya, Ferdinand tetap tekun menjalani pelatnas timnas U-23 saat tengah dipersiapkan menghadapi SEA Games 2011 lalu. 

Sayang kala itu, Indonesia hanya mampu meraih medali perak meski tampil memukau sejak babak penyisihan. Di babak final, Indonesia kalah adu penalti 3-4 dari Malaysia setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit. 

Yang lebih menyakitkan, Ferdinand adalah satu dari dua penendang Indonesia yang gagal menjalankan tugasnya. Setelah itu, dia sempat trauma dan kerap menghindari tugas sebagai algojo titik putih. 

Di timnas senior nama Ferdinand mulai diperhitungkan. Dia menjadi salah satu pemain yang dipersiapkan tampil di Piala AFF 2014. Namun sementara tenaganya dibutuhkan di Asian Games bersama dua pemain senior lainnya, yakni Ahmad Jufrianto dan Victor Igbonefo. Meski masih menyisakan satu laga lagi di babak penyisihan, Indonesia telah memastikan tiket ke babak 16 besar.[viva]


Biodata Lengkap:
Nama : Ferdinand Sinaga
Lahir : Bengkulu, 18 September 1988 
Tinggi: 170 cm 
Posisi : Striker
Klub:  Persib Bandung
Nomor Punggung: 17

Karir
2007  Persibat Batang 
2008  Persikab Bandung  
2009  Pelita Jaya      
2009–2010 PPSM Sakti Magelang  
2010–2011 Persiwa Wamena     
2011–2012 Semen Padang     
2012–2013 Persisam Putra Samarinda     
2013–     Persib Bandung     

Tim Nasional
2009– Indonesia U-23     
2011– Indonesia