Wednesday, September 24, 2014

Lini Belakang Timnas U-19 Diuji, Jangan Biarkan Suarez Tampil Menggigit

Foto NineSport
Seputar Timnas - Kesempatan langka bakal didapat Timnas Indonesia U-19 saat berhadapan dengan Barcelona B, Rabu 24 September 2014. Striker Barcelona, Luis Suarez, akan diturunkan saat Barcelona B menjajal kekuatan skuad Garuda Jaya. 

Tentu, menghadapi pemain sekaliber Suarez akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi Evan Dimas dan kawan-kawan. Apalagi, pemain internasional Uruguay ini merupakan pencetak gol terbanyak Premier League musim lalu, kala masih membela Liverpool. 

Awalnya, kabar Suarez akan dimainkan melawan Timnas U-19 sempat muncul di media ternama Spanyol, Sport. Setelah dikonfirmasi, akhirnya akun Twitter resmi Barcelona @FCBarcelona membenarkan bahwa Suarez akan tampil bersama Barcelona B saat menghadapi tim besutan Indra Sjafri ini.

Sebagaimana diketahui, saat ini Suarez masih dihukum oleh FIFA untuk bermain di laga kompetisi resmi akibat kasus gigitan kepada bek Italia, Giorgio Chiellini. Namun, mantan mesin gol Liverpool itu tetap diizinkan untuk berlatih dan mengikuti pertandingan-pertandingan uji coba yang dimainkan tim asal Catalan tersebut. 

Indra Sjafri mengaku tak takut dengan kehadiran pemain berjuluk El Pistolero itu di kubu Barcelona B. Pelatih asal Sumatera Barat ini sadar, Suarez akan memberikan tekanan besar untuk pertahanan Garuda Jaya. 

"Suarez main? Kami justru senang kalau dia benar-benar main. Dengan kehadiran Suarez, dia akan memberikan tekanan yang besar. Kerjasama tim yang penting. Semua pemain itu sama bahayanya," ucap Indra dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa 23 September 2014. 

Antusiasme senada juga dilontarkan oleh kapten Timnas U-19, Evan Dimas Darmono, mengenai kepastian berhadapan dengan Suarez. Bagi Evan, pengalaman menghadapi pemain sekaliber Suarez bisa membuat Garuda Jaya mendapat ilmu penting.

“Dia adalah pemain kelas dunia. Tentunya, semua akan senang bisa bermain dengan pemain sekelas dia. Banyak ilmu yang bisa diserap. Melawan Suarez bisa menambah pengalaman kami,” kata Evan lewat pesan singkatnya, Selasa 23 September 2014.

Barcelona B, Lawan yang Lebih Kuat

Bila dibandingkan dengan Atletico Madrid B dan Valencia B, Barcelona B jelas merupakan tim dengan kekuatan yang berbeda. Barcelona B berkiprah di Segunda Division, kompetisi yang persis di bawah Primera Division La Liga.

Atletico Madrid B hanya bermain di kompetisi Segunda B, begitu juga dengan Valencia B. Secara kasta dan kelas, Barcelona B jelas di atas kedua tim yang lebih dulu dihadapi oleh tim asuhan Indra Sjafri tersebut. 

Saat kontra Atletico B, Timnas U-19 harus menyerah 1-2, sedangkan kala menantang Valencia B, Ilham Udin Armaiyn cs bermain imbang 1-1. Lalu, bagaimana hasil saat Timnas U-19 melawan Barcelona B? 

Apakah Timnas U-19 hanya akan menjadi bulan-bulanan Barcelona B atau malah mampu memberikan perlawanan berarti? Yang jelas, bila tak mau kebobolan banyak gol, area pertahanan Garuda Jaya wajib diperbaiki, itu menjadi kelemahan, terutama setelah melihat dua laga awal di Tur Spanyol. 

"Bola masih mudah masuk ke pertahanan kita, dan organisasi pertahanan yang tidak bagus," beber pelatih asal Sumatera Barat ini usai laga lawan Atletico Madrid B. 

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Tetapi, minimal kita bisa belajar, masalah utamanya masih kita lihat," lanjutnya.

Barcelona B adalah lawan yang tepat untuk menguji sejauh mana Indra Sjafri bisa memperbaiki lini pertahanan Timnas U-19. Apalagi, para pemain belakang Timnas U-19 akan mendapat ujian tak main-main. Karena Luis Suarez bakal tanpa ampun membombardir pertahanan Garuda Jaya.

Apalagi, Barcelona B punya pemain berkualitas meski usia mereka tergolong masih muda. Sebut saja nama Alen Halilovic, Jean Marie Dongou, dan Joan Angel Roman, yang tampil mengesankan di Segunda Division.
Jebolan Barcelona B musim lalu seperti Munir El Haddadi, Rafinha Alcantara, atau Sergi Samper, mampu menembus tim utama Blaugrana. Bukan tak mungkin, Barcelona B musim ini juga benih-benih dari tim utama Barcelona asuhan Luis Enrique. 

Tur Spanyol Bukan Ajang Jalan-jalan

Keceriaan jelas terpancar dalam wajah anak-anak asuhan Indra Sjafri kala menjalani Tur Spanyol. Mendapat kesempatan menjajal klub-klub Spanyol berkualitas serta bisa mengunjungi stadion ternama dan tempat-tempat menarik di Negeri Matador, skuad Garuda Jaya patut bersyukur. 

Namun, Maldini Pali dan kawan-kawan tak boleh lupa akan esensi Tur Spanyol kali ini, yaitu persiapan terakhir sebelum tampil di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober mendatang. Kekurangan dan kelemahan yang masih melekat dalam permainan Timnas U-19 perlu diperbaiki secepatnya.

Sasaran Timnas U-19 jelas, lolos ke semifinal Piala Asia U-19 demi mendapat tiket lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015 di Selandia Baru. Pulang dari Tur Spanyol, Timnas U-19 sudah harus menjadi tim yang mengalami peningkatan pesat, bukan lagi tim yang pertahanannya mudah ditembus pemain lawan.

Di Piala Asia U-19 di Myanmar, skuad Garuda Jaya wajib tampil habis-habisan, penuh semangat tak mau kalah demi target lolos Piala Dunia U-20. Lalu, bagaimana agar para pemain Timnas U-19 bisa mencapai puncak performa mereka saat berlaga di Myanmar?

Menurut mantan fisioterapis Timnas Indonesia, Matias Ibo, Garuda Jaya sudah saatnya untuk fokus kepada masa pemulihan. Karena, kata Matias Ibo, latihan dan pertandingan yang berlebihan justru bisa membuat pemain terhambat mencapai puncak performanya.

"Dua atau tiga minggu setelah dari Spanyol mereka harus fokus pada satu tempat. Persiapan difokuskan hanya pada proses recovery," papar Matias Ibo dalam diskusi sepakbola di Jakarta, Jumat 19 September 2014.[viva]