Thursday, September 25, 2014

Jamu Kamboja, Indonesia Terapkan Rotasi Pemain

Timnas Senior - Goal
Seputar Timnas - Rotasi pemain menjadi bidikan Timnas Indonesia kala kembali melakoni uji coba selama persiapan Piala AFF 2014 Vietnam, November mendatang. Menghadapi Kamboja di Gelora Delta Sidoarjo, Kamis, 25 September 2014, empat pilar Garuda menepi akibat cedera.

Namun pelatih Alfred Riedl menepis rotasi dipilih lantaran perbedaan kualitas kedua tim yang terpaut jauh. Bagi pelatih asal Austria tersebut, meski peringkat dan materi pemian The Royal, julukan Kamboja di bawah Indonesia, dia pantang meremehkan. Apalagi rotasi yang dilakukan, hasil dari evaluasi lawan Malaysia lalu. 

"Kami tak menganggap Kamboja sebagai tim yang lemah. Buktinya mereka bisa mencetak satu gol di Malaysia," kata asisten pelatih Timnas Indonesia Widodo C Putro dalam sesi jumpa pers di Hotel Summerset, Surabaya, Rabu 24 September 2014.

"Semua pemain diberi kesempatan untuk turun. Sebab pertandingan ini adalah ajang mencari pemain yang benar-benar sesuai pilihan pelatih Alfred Riedl untuk Piala AFF mendatang. Yang lebih penting adalah kekompakan tim dan bagaimana pemain menerjemahkan keinginan pelatih," sambung pria yang berdomisili di Gresik ini.

Dia menyebutkan untuk laga nanti, M. Roby, Hariono, Zulkifli Syukur dan Dedi Hartono, dipastikan tak akan diturunkan karena sedang menjalani masa pemulihan cedera. Demikian halnya dengan Irfan Bachdim yang kembali ke Jepang untuk memperkuat klub asalnya, Ventforet Kofu. 

"Untuk Bachdim, perjanjian dengan klubnya memang hanya dua pertandingan saja. Jadi begitu selesai dua pertandingan, dia kembali," jelas Widodo.

Meski kehilangan sejumlah pemain, Widodo menyatakan jika pelatih ingin Hamka Hamzah dkk mampu tampil apik dan mencetak kemenangan. Dari 10 pertandingan uji coba, Indonesia sudah meraih enam kemenangan, tiga kali seri dan sekali kalah.

"Kami berharap bisa memenangkan pertandingan besok," tegas pria yang semasa bermain mencetak gol terbaik di Piala Asia 1996 silam.

Lebih lanjut, Widodo mengungkapkan dari informasi yang dihimpun oleh tim pelatih, Kamboja bermain dengan gaya sporadis, utamanya saat menyerang. "Sehingga butuh kesiapan pemain untuk mengantisipasi itu. Kita tak boleh memberi kesempatan mereka untuk berkembang," ucapnya.[viva]