Monday, August 25, 2014

Pengamat: Evan Dimas Dkk Melempem, BTN Jangan Panik

Timnas U-19 - IST
Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 batal tampil di turnamen AFF Preparatory U-19 di Vietnam, 5-13 September 2014. Sebagai gantinya, pasukan Indra Sjafri akan dikirim ke Eropa untuk pemusatan latihan dan uji coba pada September 2014. 

Pengamat sepakbola nasional, Sutan Harhara, menilai langkah ini sudah tepat. Menurut Sutan, sudah waktunya Garuda Jaya menghadapi tim-tim yang memiliki level di atas Evan Dimas dan kawan-kawan. 

"Memang harusnya seperti itu (uji coba ke Eropa). Timnas U-19 sudah selayaknya beruji coba dengan lawan yang levelnya lebih tinggi. Apalagi, mereka sempat dijanjikan main di Spanyol. Dan sekarang harus bisa direalisasikan," kata Sutan, siang tadi, Senin, 25 Agustus 2014. 

Sebelumnya, Timnas U-19 tampil melempem di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014. Bergabung di grup B, Garuda Jaya menelan tiga kekalahan beruntun, satu imbang, dan sekali menang. Indonesia akhirnya angkat koper setelah menempati urutan 5 pada klasemen tetap Grup B dengan 4 poin.  

Sebelum tampil pada Piala Asia U-19, Oktober 2014, Timnas U-19 sebenarnya sempat diagendakan tampil di turnamen AFF Preparatory U-19. Namun, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI belakangan memutuskan untuk mengirim Timnas U-19 B di bawah asuhan Rudi Keltjes. 

"Saya harap PSSI dan BTN tidak panik. Mereka harus bisa mendukung tim pelatih Timnas U-19 untuk bekerja lebih baik," kata Sutan. 

Menurut Sutan, penurunan performa Timnas U-19 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014 masih bisa diperbaiki. "Di masa prakompetisi masalah mental menjadi PR paling besar. Uji coba perlu secara teknis, tapi tim pelatih harus cermat dalam melihat psikologis pemain," jelas Sutan. 

"Ada banyak cara memulihkan kondisi pemain. Bisa saja mereka diistirahatkan lebih dulu, atau orang-orang terdekatnya dihadirkan ke kamp latihan. Pasti anak-anak ini rindu dengan keluarga atau orang terdekat mereka. Bisa juga latihan yang bersifat rekreasi," beber mantan pemain Persija Jakarta itu. [VIVA]