Saturday, August 23, 2014

Gavin Kwan Adsit: Antara Dua Pilihan, Timnas dan Klub

Gavin Kwan Adsit - Liputan6
Seputar Timnas - Dapat membela tim nasional Indonesia dan memperkuat sebuah klub adalah keinginan besar Gavin Kwan Adsit. Jika disuruh memilih, dia ingin keduanya berjalan bersamaan.

Nama Gavin mulai dikenal sejak menjadi kapten di timnas Indonesia U-18 ketika mengikuti turnamen HKFA Hong Kong beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, dia digadang-gadang menjadi salah satu calon pemain muda berbakat di Indonesia.

Kemampuannya mengolah si kulit bundar memang sudah tertanam sejak berusia tiga tahun. Sang Ayah yang merupakan pria kelahiran Amerika Serikat itu turut menjadi 'pelatih pribadi' dalam mengajarkan bermain bola.

Lahir dan besar di Bali, Gavin mulai menekuni dunia sepakbola tersebut. Klub pertama yang dia dijalani adalah Bali Bulldogs, klub lokal yang ada di kota kelahirannya itu.

Seiring berkembangnya kemampuannya bermain sepakbola, Gavin pun mulai dilirik untuk bisa membela timnas Indonesia. Dimulai dari timnas U-16, U-17 hingga U-18. Puncak prestasinya adalah ketika memperkuat timnas U-18 di turnamen HKFA Hong Kong 2013 lalu.

Dari situlah, pelatih Indra Sjafri yang kini melatih timnas U-19 selalu ingin memanggilnya agar bisa menjadi bagian di timnya. Namun, Gavin beberapa kali tidak pernah hadir dalam pemanggilan tersebut.

Bukan menolak panggilan negara, Gavin mengaku memiliki hasrat untuk bisa mengembangkan bakatnya di luar negeri. Di saat pemanggilannya ketika itu, dia juga mendapatkan tawaran bisa bermain di klub Rumania, CFR Cluj Reserves

Gavin pun memutuskan memilih berkompetisi di luar negeri. Alasannya pemain kelahiran 5 April 1996 itu menilai ini adalah kesempatan besar baginya untuk bisa berkancah di sepakbola Eropa.

"Saya bukan tidak mau membela timnas. Saya tentu ingin sekali. Siapa sih yang tidak mau membela negaranya. Tapi saat itu saya sudah mendapatkan tawaran di Cluj. Keputusan yang sangat berat bagi saya. Karena ini kesempatan saya. Saya yakin, kalau penampilan saya bagus di klub. Saya bisa kapan saja dipanggil timnas," ungkap Gavin di Jakarta.

Setelah bergabung bersama CFR Cluj, Gavin tampil cukup cemerlang. Dari 18 kali pertandingan, dia sukses menorehkan gol sebanyak 12 kali. Namun karirnya tak berjalan mulus, karena dia merasa kemampuannya sulit berkembang.

Dia pun mulai mencari klub baru, dan akhirnya memilih membela klub regional Jerman Neindorfer TSV pada awal tahun 2014 hingga saat ini. Selama di sana, dia telah bermain sebanyak 12 kali dengan mencatatkan 8 gol.

Keputusannya berpindah-pindah klub tersebut bukan tanpa alasan. Gavin merasa dirinya harus mencari klub yang betul-betul bisa mengembangkan kemampuannya dalam jangka panjang.

"Bukan karena hobi saya pindah-pindah klub. Tapi saya ingin mempunyai klub yang benar-benar serius sehingga saya bisa berkembang lebih baik."

Gavin pun mematok target di usianya yang 23 tahun nanti, dia sudah mendapatkan klub tetap untuk karirnya di dunia sepakbola. Cita-citanya dia berharap bisa menembus level di Bundesliga

"Di umur 23 tahun nantinya saya harus punya klub yang membuka jalan ke standar yang lebih tinggi. Klub yang serius, di mana saya akan menetapkan pilihan," kata dia.

Namun apa artinya jika sukses di klub, tapi tidak bisa memperkuat timnas Indonesia. Gavin menilai puncak karir seorang pesepakbola adalah di timnas. Tapi dia ingin keduanya bisa berjalan bersamaan.

"Saya juga ingin sekali bermain untuk timnas. Tapi saya ingin sukses juga di klub saya. Jika saya dipanggil oleh timnas, tentunya saya siap. Asalkan klub mengizinkan."

Ketika ditanya apakah Gavin memiliki keinginan untuk bermain di klub Indonesia agar mudah membela timnas? Dia menyebut Persipura Jayapura adalah klub impiannya.

"Kalau disuruh memilih saya ingin ke Persipura. Karena saya suka gaya permainan mereka. Mereka bermain sangat cepat," ucapnya.[detik]