Friday, August 15, 2014

Asa Timnas U-19 untuk Tampil di Piala Dunia U-20

Timnas U-19 - Antara
Seputar Timnas - Ekspektasi tinggi terhadap Timnas Indonesia U-19, belakangan ini, sesaat berubah karena melihat performa tim Garuda Jaya di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT).

Permainan khas U-19 yang menawan mendadak tidak terlihat di Brunei Darussalam.

Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni Timnas U-19, Evan Dimas cs baru mengoleksi satu poin saja. Tercatat, tim yang dipersiapkan untuk tampil bagus di Piala AFC itu meraih hasil imbang 0-0 kontra Malaysia, lalu takluk dari Brunei dan Vietnam dengan skor identik 3-1.

Tidak ayal, hasil tersebut mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak. BTN (Badan Tim Nasional), PSSI, analisis sepakbola, hingga eks pemain Timnas pun turut memberikan komentarnya.

Dari pihak BTN sendiri, ketua La Nyalla Mahmud Mattalitti langsung memberikan respon tidak lama usai Timnas U-19 digebuk Vietnam.

Pria berkaca mata itu langsung menginstruksikan HPU (High Performance Unit) untuk melakukan forum evaluasi dengan tim pelatih. HPU sendiri berisikan para panelis teknik sepakbola yang mempunyai tugas untuk evaluasi terhadap para pemain dengan tim pelatih.

"Saya minta HPU untuk segera menyiapkan forum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuat Garuda Jaya dengan memanggil tim pelatih. Silakan evaluasi menyeluruh dan obyektif. Apapun rekomendasinya akan saya ikuti dan jalankan," tegas La Nyalla.

"Saya serahkan semuanya ke ahlinya. Semua terserah HPU, saya ikuti. Ini penting mumpung kita masih ada waktu untuk menuju Oktober nanti di U-19 AFC Championship. Harus dilakukan langkah-langkah yang perlu," lanjutnya.

Reaksi tersebut mengisyaratkan bahwa BTN kecewa dengan performa skuat besutan Indra Sjafri. Oleh karena itu, HPU pun segera mengevaluasi hasil dari HBT.

Sementara itu, dari PSSI tetap tidak mengubah target awal Timnas U-19. Juara AFF itu memang dipersiapkan untuk menjadi semifinalis Piala AFC. Hasil itu akan mengantarkan Timnas U-19 mengikuti kejuaraan Piala Dunia U-20 2015 di New Zealend.

“Target kita di Myanmar bukan menjadi juara, melainkan semifinalis. Hal itu sudah didiskusikan sangat panjang, dan saya anggap sudah dipikirkan secara matang-matang. Target tersebut bukan tanpa alasan, kita mampu juara AFF. Apalagi, kita mampu mengalahkan Korea Selatan yang merupakan delapan kali juara Asia,” ungkap Sekretaris Jendral PSSI Joko Driyono.

“Target kami berprestasi di AFC dan menuju Piala Dunia,” lanjut Jokdri-sapaan akrab Joko Driyono.

PSSI juga terus memantau perkembangan tim Garuda Jaya. Jokdri juga berujar, evaluasi yang akan dilakukan oleh HPU untuk menentukan program U-19 ke depan.

“Evaluasi HPU akan tuntas seminggu ke depan. Saat anak-anak pulang ke tanah air, apakah program yang telah dirancang butuh pendalaman, penguatan, atau dimodifikasi,” papar Jokdri.

Memang masih belum pupus asa Timnas U-19 untuk tampil di Piala Dunia. Asalkan, semangat para penggawa tetap membara untuk tampil kompetitif di AFC U-19 Championship oktober mendatang.

Harapan untuk Timnas U-19 juga diberikan oleh eks pemain Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Julianto. Menurutnya, para pemain bisa bangkit dan tampil lebih baik lagi.

“Saya yakin U-19 bisa membanggakan. Harapan dari masyarakat sama dengan generasi kami saat muda. U-19 mempunyai masa depan yang cerah, itu harus dijaga. Jangan sampai mutiara berubah jadi debu,” ujar Si Kurus saat ditemui di daerah Senayan kemarin.

Tim yang disebut-sebut sebagai generasi emas sepakbola Indonesia itu harus tetap injak bumi dan kerja keras. Jangan terbuai dengan puja-puji dari siapa pun, tetap tampil konsisten demi mencapai target tampil di Piala Dunia.

Timnas U-19 sendiri akan menghadapi lawan-lawan yang cukup berat di Myanmar. Australia, Jepang, dan Tiongkok berpotensi bertemu Indonesia.

Tetapi, jika melihat ke belakang sejenak saat Garuda Jaya menghempaskan Korea Selatan, kapten Evan Dimas sempat mengungkapkan, “Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan,”.

Hal itu memang bisa dijadikan motivasi bagi penggawa lainnya, bahwa di dunia ini memang semua bisa dikalahkan jika memiliki persiapan yang matang pastinya.

Well, kita tunggu saja bagaimana sepak terjang anak-anak muda harapan bangsa di kancah AFC. Semoga apa yang sudah ditargetkan bisa terealisasi dan prestasi sepakbola Indonesia semakin membaik.[metrotv]