Wednesday, July 2, 2014

Pemain Timnas U-19 Ini Diterima Kuliah di UGM

Dinan Yahdian Javier - IST
Seputar Timnas -  Suasana hati penyerang sayap Timnas Indonesia U-19, Dinan Yahdian Javier, tengah berbunga-bunga. Dinan baru diterima di salah satu universitas ternama di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 

Dinan diterima sebagai mahasiswa jurusan manajemen lewat jalur Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS). "Ini jurusan pilihan saya, tidak mungkin selamanya saya jadi pesepakbola, saya harus punya pekerjaan lain setelah itu," kata Dinan, Rabu 2 Juli 2014.

Menekuni karier di dunia sepakbola sebenarnya sempat membuat Dinan was-was dengan pendidikannya. Dia harus berpindah-pindah sekolah. Akibatnya, pemain kelahiran Yogyakarta, 6 April 1995 itu kesulitan pelajaran di sekolah.
Konsentrasinya lebih banyak terkuras kepada sepakbola.

Sebaliknya, sekolah lebih sering ditinggal. Kadang dalam sebulan, Dinan hanya masuk dua kali. Itu juga yang menyebabkan dia memilih sekolah yang bisa memberi dispensasi. 

Dinan tercatat lulus dari SMA 1 Sewon Bantul. Sebelumnya, dia pernah sekolah di SMAN 1 Yogyakarta, SMA Darussalam, Tangerang, dan SMA Ragunan, Jakarta. "Di SMA "Teladan" Yogyakarta hanya 4 bulan, di SMA Darussalam sempat 3 bulan, di SMA Ragunan sekitar satu tahun lebih," beber Dinan. 

Untuk mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah, Dinan mengaku harus belajar sendiri, apalagi saat berada di Uruguay selama 1,5 tahun. Beruntung, di waktu ujian sekolah, para guru sekolah sengaja diterbangkan ke sana. "Saat berada di Uruguay, hampir semua teman-teman seperti itu,” kata Dinan. 

Cita-cita sejak kecil
Nama Dinan mulai mencuat seiring dengan prestasi Timnas U-19. Meski kerap menjadi pemain pelapis, Dinan merupakan pemain yang ikut memperkuat skuad Garuda Muda saat merebut gelar juara AFF U-19 2013 dan tiket putaran final Piala Asia U-19 yang akan diadakan di Myanmar, Oktober mendatang.
Kecintaan Dinan terhadap sepakbola telah tumbuh sejak usia belia. 

Beruntung, kedua kedua orang tua yang berprofesi pedagang majalah dan alat tulis ini mendukung minat serta bakat sang anak. "Sejak kelas 2 SD (Sekolah Dasar) sudah senang dengan bola kaki," kata pemain bernomor punggung 9 itu. 

Kariernya pun terus meningkat. Setelah berhasil lolos seleksi tim U-21 Pelita Jaya, Dinan selanjutnya dipanggil memperkuat timnas U-17 dan timnas U-19.
Selama menjalani pemusatan latihan (pelatnas), waktunya banyak tersita untuk latihan. Namun, hal itu tidak membuatnya bosan. Sebaliknya, Dinan tetap terpacu untuk bisa meningkatkan kemampuannya dan mewujudkan mimpinya. 

"Mewakili Indonesia di Piala Dunia, impian saya sejak kecil,” kata pria yang mengidolakan Franck Ribery dan Boaz Solossa ini.[viva]