Friday, June 20, 2014

Indonesia vs Pakistan, Sama-sama Buta Kekuatan Lawan

Alfred Rield dan skuadnya - VIVA
Seputar Timnas Timnas senior Indonesia akan menghadapi Timnas Pakistan U-22 yang dipersiapkan ke Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. Meski amunisi muda yang dibawa, Pelatih kepala Pakistan, Mohammad Samlan menegaskan laga yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu besok, sangat berarti bagi persiapan armadanya.

“Tim ini dipersiapkan untuk Asian Games Oktober nanti. Tidak ada pemain senior yang dibawa. Tapi kami siap menunjukkan permainan terbaik. Terus terang, saya minim informasi kekuatan Timnas Indonesia saat ini. Sebelumnya hanya melihat 2-3 rekaman  pertandingan Indonesia. Timnas seniornya sangat bagus,” terangnya dalam jumpa pers di Surabaya, Jumat, 20 Juni 2014.

Samlan mengaku pernah membawa Pakistan menghadapi Indonesia pada 2010. Namun situasi saat itu jelas berbeda dengan sekarang. Firman Utina dkk yang dipersiapkan untuk terjun di Piala AFF akhir tahun ini, sudah menggunakan beberapa pemain naturalisasi. Seperti duo striker, Greg Nwokolo dan Christian Gonzales yang sekarang sudah jadi mualaf, ditambah bek tangguh Victor Igbonefo.

“Terus terang, pemain yang saya bawa minim jam terbang. Saya berharap melawan Indonesia dapat pelajaran membangun kerangka tim. Tentang skema atau taktik permainan, mungkin sama seperti Indonesia dengan menempatkan satu goal getter di depan 3 gelandang serang untuk pola 4-2-3-1,” ucapnya.

Tak beda jauh
Sementara dari kubu Timnas Senior, head coach Alfred Riedl diwakili asisten pelatih Widodo C Putro. “Coach Alferd titip salam dan minta maaf karena tidak bisa hadir. Dia masih lemas setelah terkena demam tiga hari ini,” terangnya.

Namun mantan striker Indonesia di Piala Asia menyebutkan kendala serupa dengan Pakistan, sama-sama buta kekuatan lawan. Acuan Widodo hanya berdasarkan peringkat FIFA. Indonesia saat ini menempati rangking lebih baik 157. Sedangkan Pakistan peringkat 164. 

Selisih yang tak begitu jauh itu, disebut Widodo bisa jadi gambaran jika secara kualitas permainan, kedua negara tidak berbeda jauh. “Dari rekaman pertandingan timnas senior Pakistan yang kami lihat, mereka mainnya agresif dan pressing ketat ketika kehilangan bola. Itu yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Tentang pola 4-2-3-1 yang juga diterapkan Pakistan, Widodo mengaku tak begitu mempersoalkan. Karena taktik itu bisa dikembangkan melihat situasi di lapangan.

“Memang taktik itu sudah diterapkan head coach sejak TC pertama. Tapi kami punya target lawan Pakistan. Selain kemenangan, pemahaman pemain untuk menjalankan strategi sesuai keinginan pelatih juga jadi tujuan utama. Tadi pagi bahkan sudah peragakan sistem attacking dengan pola ini,” bebernya. [viva]