Friday, June 27, 2014

Arthur Irawan: Saya Berkembang Pesat Dua Tahun Terakhir Ini (Bagian I)

Arthur Irawan - IST
Seputar Timnas - Nama Arthur Irawan mulai dikenal masyarakat pecinta sepakbola Indonesia ketika ia dipanggil untuk mengikuti seleksi tim nasional Indonesia U-23, untuk Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Saat itu, Indonesia U-23 berada di bawah kendali pelatih Alfred Riedl.

Sayang, pengalamannya yang ketika itu masih berstatus sebagai pemain klub League One (kasta ketiga di Liga Inggris), Preston North End FC, masih belum bisa membuat Riedl yakin untuk memasukkannya ke dalam skuat tim Garuda Muda. Dia pun pernah dipanggil untuk masuk dalam skuat timnas Indonesia untuk Piala AFF 2012. Namun, ketika itu dia juga masih belum masuk dalam pilihan utama Nil Maizar (pelatih timnas saat itu).

Kini, setelah melalui fase tersebut banyak perkembangan yang telah dialami Arthur. Hal itu diakuinya dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Regional Managing Editor Goal Asia, Bima Said, di salah satu mal kawasan Jakarta, Kamis (19/6) lalu.

Dia pun tak sungkan untuk bercerita tentang perjalanan kariernya membela beberapa klub di Inggris dan Spanyol. Arthur selama dua tahun bergelut dengan kerasnya kompetisi di Inggris. Enam bulan hingga satu tahun pertama, dia menimba ilmu di Manchester United. Padahal, dia mengakui bahwa dirinya adalah seorang fan Liverpool.

Baru pada tahun kedua dia membela Preston North End. "Kedua tim ini sulit ditembus secara jangka panjang karena di Inggris pada dasarnya pemain Indonesia susah main di Inggris gara-gara masalah izin," terangnya.

Pemain kelahiran Surabaya ini menambahkan, secara umum pemain Asia memang sulit untuk berkiprah di Liga Inggris karena rangking negara pemain tersebut di FIFA harus menembus 70. "Puji Tuhan pada saat saya main pertandingan persahabatan memperkuat Preston North End, ada agen yang kemudian jadi agen saya sekarang ini mengajak saya ke Spanyol untuk sebuah trial," paparnya.

Di Spanyol, ada tiga tim yang ingin merekrutnya. Tapi, dia akhirnya memilih berlabuh di Espanyol, yang kemudian melanjutkan pelabuhannya ke Malaga. Arthur memperkuat tim Malaga Reserves atau dikenal dengan Atletico Malagueno.

"Tim ini seperti halnya Barcelona B (tim cadangan Barcelona) atau Real Madrid Castilla di bawah Real Madrid yang berkompetisi di Segunda Division," jelas pemain yang masih berusia 21 tahun ini.

Arthur mengakui proses izinnya ke Malaga sempat dipersulit hingga memakan waktu dua bulan, sejak dia ditransfer pada Januari lalu. Setelah mendapatkan izin, pasang surut penampilan dialaminya.

Namun yang membuatnya bangga adalah, ketika pertama kali dipanggil tim utama Malaga pada sebuah laga persahabatan melawan El Palo. Ketika itu, dia masuk sebagai pemain pengganti di menit 60.

"Saya syok banget karena tidak menyangka bisa bermain untuk tim utama. Saya jadi grogi karena ini merupakan kali pertama main di skuat utama. Tapi begitu kumpul dengan tim utama dan manajer, saya bisa lebih rileks terutama pas pemanasan. Pas main, saya main seperti biasa saja," ujarnya.

Terlebih, yang membuatnya bahagia adalah respons positif yang diberikan Direktur Olahraga Malaga, Mario Husillos, yang memimpin tim tersebut. Sebagai catatan, saat itu Bernd Schuster sudah dipecat sebagai pelatih Malaga.

"Hal ini memberikan optimisme yang lebih tinggi buat saya, lebih percaya diri. Itu sangat positif untuk ke depannya bagi saya. Selama dua tahun terakhir, saya merasa ilmu yang didapat adalah perkembangan terpesat," tuturnya.

Sebagai pemain, Arthur mengakui masih memiliki kelemahan dari segi passing dan penyelesaian akhir. "Saya memang gelandang bertahan, tapi kalau saya bisa berkontribusi lebih banyak dengan mencetak gol itu akan lebih bagus. Semuanya ingin ditingkatkan," pungkasnya.[goal]