Sunday, May 18, 2014

Timnas U-19 Siap Turunkan Tensi di Tur Nusantara Jilid 2

Timnas U-19 - Goal
Seputar Timnas -  Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, bersyukur semua agenda uji coba anak-anak asuhannya tersusun dengan baik sebelum tampil di Piala Asia U-19, Oktober 2014. Menurut Indra, komposisi lawan uji coba Garuda Jaya akan bertingkat dari yang ringan, sedang, dan berat. 

Indra mengatakan, selama April dan Mei 2014, Evan Dimas dan kawan-kawan mendapat jadwal laga uji coba dengan lawan yang setara. Setelah tampil cukup mengesankan di Tur Timur Tengah, Timnas U-19 kemudian dua kali menjajal Myanmar U-19 dengan hasil sekali imbang dan sekali kalah.

Selain itu, Timnas Indonesia U-19 dijadwalkan akan berhadapan dengan Lebanon U-19, pada 23 Mei 2014. Uji coba ini juga rencananya digelar dua kali, seandainya PSSI tidak mendapat lawan lain bagi Evan Dimas Darmono cs.    
Saat ini, Badan Tim Nasional (BTN) tengah menyiapkan Tur Nusantara jilid 2, dan Indra menilai hal itu sengaja untuk menurunkan tensi bertanding anak-anak asuhannya. Dia juga masih perlu mengetahui apa saja yang menjadi kelemahan dan kekuatan tim besutannya sebelum berlaga di Piala Asia U-19 di Myanmar.   

"Kami bersyukur semua agenda uji coba yang kami susun, dengan komposisi lawan ringan, sedang dan berat dapat dilaksanakan oleh BTN. Sehingga kami tim pelatih menjadi lebih tahu kekuatan dan kelemahan tim berdasarkan dari hasil uji coba yang dijalani," kata Indra dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu 17 Mei 2014.

"Bulan ini jadwal international friendly match dengan lawan setara. Setelah itu kami turunkan tensi ke Tur Nusantara tahap 2. Dan puncaknya, nanti yang berat di bulan Agustus, saat kami mengikuti turnament COTIF di Spanyol. Di situ seluruh bangunan tim ini Insya Allah sudah final," jelasnya.

Setelah gagal menang dalam dua laga uji coba kontra Myanmar U-19, Garuda Jaya mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Menurut Indra, selama pemusatan latihan di Yogyakarta usai hasil lawan Myanmar U-19, timnya kian bersemangat menempa diri dan memperlihatkan tren positif.  

"Beberapa peningkatan yang diperoleh adalah kondisi fisik terjaga dan mempunyai kecenderungan meningkat cukup signifikan. VO2Max rata-rata menjadi 58. Yang tertinggi masih Evan Dimas Darmono, di angka 64,88," tutur pelatih asal Sumatera Barat ini. [viva]