Friday, May 2, 2014

Timnas U-19 Jalani Terapi ala Ribery, Ini Manfaatnya

Pemain U-19 berendam di kolam es (Wirawan Kusuma/VIVAbola)
Seputar Timnas -  Sepulang dari latihan, Timnas U-19 tidak langsung beristirahat. Ada "ritual" yang wajib mereka jalani sebelum masuk ke kamar masing-masing. Setibanya di hotel, para pemain akan berendam di kolam berisi es dan air hangat. 

Fisioterapis Timnas U-19,  Aditya Prameswara, menyebutnya sebagai hydromassage. Terapi yang berguna mengembalikan kembali kebugaran pemain usai menjalani latihan berat maupun setelah tampil dalam sebuah pertandingan.

"Tata caranya itu, sehabis latihan atau bertanding, pertama pemain masuk ke dalam air normal, biasa. Lalu mereka masuk ke dalam air es, suhunya turun, dan terakhir masuk ke air panas," jelas Aditya.

Aditya menjelaskan, inti hydromassage adalah melakukan pijatan kepada tubuh manusia lewat mediasi air. Hydromassage membantu untuk mengendurkan otot, meningkatkan sirkulsi darah dan meredakan nyeri dan ketegangan otot. Selain itu, menurut Adit, terapi satu ini juga sangat baik mengatasi stres pada pemain.

Aditya menambahkan, Hydromassage bisa dilakukan dengan beberapa metode. Selain berendam, bisa lewat pijatan menggunakan es--menempelkan kantung berisi es (ice pack application). Waktu yang dibutuhkan 2 menit setiap tahapan.

"Efeknya ke tubuh, pemain akan merasakan kesegaran. Tapi itu baru terasa sekitar setengah jam setelah terapi," kata Aditya. 

Proses terapi hydromassage yang dijalani Evan Dimas Cs di Hotel Yasmin, Tangerang. Sepulang dari latihan di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, satu per satu pemain tampak memasuki dua buah penampungan air berwarna biru. Di salah satu bak, tampak bongkahan-bongkahan es mengapung di atas air. Mereka berendam bergantian. 

Kiper Timnas U-19, Ravi Murdianto, mengaku merasa lebih segar setelah menjalaninya. Menurutnya, badan akan terasa segar setelah menjalani terapi ini. "Seperti baru bangun tidur," kata Ravi saat berendam di dalam kolam air es.

Timnas U-19 bukan yang pertama menggunakan teknik ini. Menurut Aditya Frank Ribery juga pernah melakukannya ketika membela timnas Prancis di Euro 2008. Bahkan, beberapa tim Liga Dunhil juga pernah melakukan hydromassage. Timnas U-23 era Rahmad Darmawan juga disebut menggunakan terapi jenis ini.[viva]