Sunday, May 25, 2014

Sikap Ferdinand Jadi Catatan Timnas Senior

Ferdinand Sinaga - IST
Seputar Timnas -  Sikap temperamental dan provokatif Ferdinand Sinaga bisa membahayakan posisinya di timnas. Sempat mendapatkan arahan pelatih Alfred Riedl atas sikapnya yang mengejar suporter, Ferdinand ternyata kembali berulah.

Padahal, Riedl pernah mengungkapkan jika dia memilih pemain tak hanya dari kemampuan di atas lapangan, tapi juga attitude. Hal ini juga dibenarkan Asisten Pelatih Timnas Widodo C Putro, bahwa Riedl telah mewanti-wanti pemain untuk bisa menunjukkan sikap yang sama berkualitasnya dengan skill olah bola mereka.

“Alfred mencari pemain teknik dan mentalnya sama baik. Karena itu bukan hanya skill mereka, kepribadiannya, attitude-nya juga menjadi penilaian Riedl,” ucapnya. Bahkan, usai pertandingan melawan ASEAN All stars, Riedl menurut Widodo telah memanggil secara khusus Ferdinand dan mengingatkan dia.

Karena itu, apa yang terjadi di kompetisi ini juga akan menjadi pertimbangan tim pelatih ke depan. Meski demikian, lanjut Widodo, masyarakat diminta tidak memberikan penilaian bahwa pemain yang seperti itu layak dicoret dan tidak dipakai lagi oleh timnas. Sebab, setiap pemain bagi tim pelatih memiliki kontribusi penting tersendiri.

“Seperti Mario Ballotelli, kurang bengal apa dia, tapi tetap ada kontribusinya untuk timnas. Ya, kalau putusan itu tergantung ke Alfred,” tegas mantan penggawa timnas tersebut. Bukan berarti membela, Widodo hanya ingin menunjukkan bahwa layak tidaknya pemain di timnas, itu menjadi hak prerogatif pelatih kepala.

Dia yakin, dengan masuknya kasus Ferdinand ke ranah Komdis, juga akan menjadi perhatian khusus Riedl. Apalagi laporan-laporan dan perkembangan kasus tersebut juga akan terus dipantau oleh Riedl meski saat ini masih berada di negaranya, Austria.

“Tim pelatih pasti tidak akan tutup mata. Tapi juga tidak terburu-buru memutuskan,” tutupnya. Komdis sendiri telah menjadwalkan untuk segera memanggil Ferdinand untuk meminta keterangan secara medalam terkait dua kasus berbeda yang menunjukkan tingkah laku buruknya.

Pertama, saat dia mengejar suporter pada laga Asean All Stars, dan kedua saat dia memprovokasi pemain Pelita Bandung Raya. Sidang kasus Ferdinand sendiri akan digelar pekan depan.[indopos]