Saturday, May 10, 2014

Penjualan Tiket Timnas vs ASEAN All Stars Akan Disumbangkan ke Korban Bencana

Djodri diantara pengungsi - LI
Seputar Timnas - Pertandingan timnas senior kontra ASEAN All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (11/5), hanya bertajuk laga amal. Hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada korban bencana di tiga tempat, yakni Gunung Kelud, Sinabung dan topan Haiyan di Filipina.

Ide menggelar laga amal muncul saat Kongres AFF di Medan, akhir Maret lalu. Kala itu, perwakilan dari masing-masing anggota AFF mengusulkan agar Federasi Sepak Bola Asia Tenggara tersebut turut peduli terhadap korban bencana yang terjadi di tiap-tiap negara ASEAN. Program ini juga sesuai dengan gagasan yang dituangkan Indonesia Millenium Football Development (IMFD). IMFD adalah organisasi pengembangan sepak bola di Indonesia yang dibentuk PSSI.

Menurut Ketua IMFD Hinca Pandjaitan, pada Kongres AFF diputuskan untuk menggelar charity games yang mempertemukan timnas Indonesia lawan bintang-bintang Asia Tenggara.

"IMFD punya ide, yaitu sepak bola untuk semua. Sepak bola tak hanya urusan kompetisi, tapi juga untuk menghibur korban bencana. Jadi langsung diputuskan untuk menyelenggarakan laga amal yang mana hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada korban bencana," ujar Hinca saat jumpa wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/5).

Pertandingan timnas kontra tim ASEAN bakal digelar pukul 21.00 WIB. Sebelum laga itu, terlebih dulu akan ada partai persahabatan antara Ajax Amsterdam versus Persija Jakarta. Untuk bisa menyaksikan dua pertandingan berturut-turut, panpel cukup menjual satu tiket terusan. Hasil penjualan tiket tersebut yang akan disumbangkan kepada korban Sinabung, Kelud dan Topan Haiyan di Filipina.

"Untuk pembagiannya belum bisa diputuskan sekarang karena masih akan dibahas bersama perwakilan AFF," kata Hinca yang juga ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut.

Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN) Sefdin Syaifudin menambahkan, harga tiket yang dijual paling murah Rp 50 ribu dan termahal Rp 1 juta. Menurut dia, pihaknya tak akan mengambil keuntungan dari hasil penjualan tersebut. Hanya saja, sekian persen pendapatan akan dipotong Event Organizer (EO) yang sudah bersedia menjadi promotor pertandingan.

 "Kalau BTN dan PSSI tidak ambil keuntungan serupiah pun. Kebijakan ini sama seperti pertandingan timnas U-19 di Tur Nusantara. Yang mendapat keuntungan ya panitia lokal. Tapi untuk laga amal timnas senior lawan ASEAN All Stars, masih dihitung berapa yang masuk ke EO dan berapa yang disumbangkan," jelasnya.[ligaindonesia]