Friday, May 23, 2014

Jamu Yaman, Formasi Indra Sjafri Sama Dengan Argentina dan Spanyol

Timnas U-19 - LIGA
Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 akan meladeni Yaman dalam laga ujicoba yang rencananya akan digelar di stadion Manguwoharjo, Jumat (23/5/2014) Jam 19.00 WIB live SCTV.

Dalam pertandingan nanti, timnas U-19 diprediksi akan tetap memakai formasi 4-3-3. Lazimnya, formasi ini dipakai oleh tim yang mengusung strategi menyerang seperti Argentina, Spanyol dan Jerman.

Formasi 4-3-3 biasa digunakan oleh tim-tim yang memiliki tipikal menyerang. Beberapa negara yang menggunakan formasi ini adalah Chile, Argentina, Jerman, Meksiko, dan Spanyol.

Meskipun formasi ini membutuhkan pertahanan yang kuat dan organisasi permainan yang cukup rapi, pelatih Indonesia, Indra Sjafri, mengaku sudah tahu kekuatan dan kelemahan anak buahnya.

“Indonesia itu menurut saya lebih cocok menggunakan 4-3-3 karena sumber daya kita sesuai dengan itu.” ujar Indra dalam situs resminya Coachindrasjafri.com, Kamis (22/5/2014).

Pelatih yang berhasil mengantarkan Indonesia juara Piala AFF di Sidoarjo, Jawa Timur, dianggap sosok yang cerdas karena cukup jeli melihat potensi pemain timnas U-19.

Coach Indra cukup jeli melihat kemampuan pemain Indonesia. Penggunaan formasi 4-3-3 didasari oleh kenyataan bahwa pemahaman umum pemain Indonesia adalah permainan sayap dan bola daerah. 

"Untuk menerapkan formasi 4-3-3 sebuah tim harus didukung oleh pemain lapangan tengah dan sayap yang kuat. Untungnya coach Indra mendapatkan pemain hebat di poisi tersebut," tulis  situs coachindrasjafri.com.

Dua pemain timnas U-19 di sisi sayap menjadi andalan coach Indra. Ilhamudin Armayn yang mengisi sayang kiri kuat dalam penguasaan bola, mampu melakukan passing, cepat berlari dan eksplosif dalam melakukan penyerangan.

Di sayap kanan coach Indra memiliki Maldini Pali. Dia memiliki kemampuan menyusur sayap kanan dan melewati hadangan bek lawan. Bahkan Ilham mampu melakukan penetrasi ke dalam mendekati gawang. 

Di lapanan tengah Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfandi yang kadang diganti oleh Paulo Sitanggan adalah tiga pemain yang kuat dalam menggalang serangan. Evan Dimas adalah salah satu pemain yang menonjol. 

Visi bermainnya yang tinggi serta didukung kemampuan umpan serta possession football nya membuat permainan timnas U-19 seperti dimulai dari dirinya. Ia seperti konduktor yang mengatur dinamika permainan timnas U-19.

Namun demikian yang masih menjadi PR adalah bagaimana memperkuat lini pertahanan mengingat formasi 4-3-3 sering meninggalkan lobang di sektor sayap terutama saat mendapat serangan balik. (Coachindrasjafri.com)