Wednesday, April 2, 2014

Tony Sucipto: Dari Pesepak Bola Jalanan Hingga Masuk Timnas Indonesia

Tony Sucipto - IST
Seputar Timnas -  Tony Sucipto tak pernah bermimpi bisa menjadi pemain sepak bola, apalagi sampai membela tim nasional Indonesia.

Pemain yang berposisi bek kiri Persib Bandung saat ini hanya menganggap sepak bola hanya hobi yang menyenangkan saat masih kecil.

"Awalnya hanya sebatas hobi ketika dulu saya sering bermain sepak bola di jalanan. Dari situ saya mulai masuk SSB Indonesia Muda di Surabaya saat umur 11 tahun, selama tiga sampai empat tahun," ujar Tony di mes Persib di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (31/3/2014).

Ia menuturkan, dia mulai aktif dan sering masuk tim utama di SSB tersebut. Beberapa turnamen antar-SSB di Surabaya dia ikuti hingga menginjak usia 15 tahun. Bahkan dia pernah mewakili tim Jawa Timur di turnamen Bogasari.

Dari turnamen itulah, Tony terpantau untuk pemusatan latihan di timnas U-16. Secara berjenjang, dia kemudian menjadi bagian timnas U-16 dan U-18.

"Setelah lulus dari timnas U-18, saya mulai meniti karier di profesional. Saat itu masuk Persijatim pada 2004, kemudian ke Sriwijaya FC dari 2005 sampai 2010, lanjut ke Persija Jakarta 2010 sampai 2011 dan akhirnya ke Persib sampai sekarang," katanya.

Banyak hal yang bisa itu dapat dari dunia sepak bola, meski semuanya tidak mudah ia lalui. Bahkan ia menilai, arti sepak bola baginya sebagai kehidupan.

"Sepak bola menjadi kehidupan saya, karena di sepak bola saya bisa seperti sekarang," ujarnya.

Namun, kesenangan dalam bermain sepak bola harus menuntutnya jauh dari keluarga. Dari Surabaya, ke Palembang, Jakarta, dan akhirnya tinggal di Bandung.

"Senangnya pasti banyak. Saya bisa ke mana-mana karena sepak bola. Susahnya mungkin ketika saya harus jauh dari keluarga, tapi itu harus saya jalani," katanya.

Di usianya yang kini sudah 27 tahun, memang tidak banyak waktu yang dimiliki Tony, mengingat pemain sepak bola dikenal memiliki masa keemasannya dan tak akan terus hidup dalam bayang-bayang sepak bola.

Terpikir di benak Tony, ketika saat ia harus gantung sepatu. Ayah dari satu anak ini sudah memasang ancang-ancang untuk membuat usaha sebagai bekal kehidupannya kelak.

"Tapi masih direncanakan apa yang enak buat usaha. Yang penting tempatnya dulu, baru berpikir usaha," katanya.[tribun]