Monday, April 21, 2014

Riedl: Materi Pemain Timnas Sekarang Tak Berbeda dengan 2010

Alfred Rield - IST
Seputar Timnas - Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, mengaku persiapan timnya cukup pendek menjelang Piala AFF 2014 pada November mendatang. Menurut Riedl, situasi ini berbeda dengan yang dialaminya saat menukangi Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010.  

Riedl menjelaskan, banyak agenda yang membuat persiapan Timnas menghadapi Piala AFF 2014 kurang maksimal. Pemilihan Umum, baik legislatif maupun presiden menjadi salah satu penyebab kurang waktu yang dimiliki Timnas tergolong sedikit.   

Selain itu, gelaran Piala Dunia 2014 Brasil, bulan Ramadhan, serta Idul Fitri juga termasuk yang membuat persiapan Timnas kian terkikis.  Mantan pelatih Laos ini juga menambahkan, jika dihitung-hitung keseluruhan, Ahmad Bustomi dan kawan-kawan hanya memiliki enam pekan masa persiapan.  

“Sekarang kami tak punya waktu banyak, ada liga yang harus dijalani dalam dua kelompok. Selain itu, ada turnamen besar Piala Dunia, pemilihan umum juga,” terang Riedl, saat ditemui wartawan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 19 April 2014. 

Pelatih asal Austria ini kemudian juga menerangkan bagaimana situasi yang dia hadapi di Piala AFF 2010 berbeda dengan saat ini. Kendati hanya memiliki masa persiapan yang kurang banyak, Riedl tak mau hal itu menjadi alasan. 

“Waktu persiapan jelas terpotong, normalnya liga selesai antara September atau November. Jadi, setelah itu hanya ada enam pekan sebelum bermain di Piala AFF, dan masa persiapan akan menjadi sangat penting. Kami akan mencoba melakukan yang terbaik untuk sukses,” paparnya. 

Selain itu, Riedl juga percaya, materi pemain yang dimilikinya saat ini juga berisi bakat-bakat bagus, seperti halnya pada Piala AFF 2010. Dia menyatakan, kualitas para pemain Timnas Indonesia saat ini sama baiknya dengan saat menghadapi Piala AFF 2010. 

"Pemain saya sekarang tidak berbeda. Tidak begitu banyak berbeda. Pada 2010, kami punya sejumlah pemain berbakat, dan sekarang kami juga memilikinya,” ucap Riedl. [viva]