Tuesday, April 22, 2014

Erick Thohir: Inter Milan Tak Mau Ganggu Timnas U-19

Erick Thohir - IST
Seputar Timnas - Presiden Inter Milan, Erick Thohir, mengatakan pihaknya belum memiliki rencana mengundang para pemain Timnas Indonesia U-19 untuk menjalani trial bersama I Nerazzurri. Erick tidak ingin mengganggu konsentrasi punggawa Garuda Jaya yang akan tampil di Piala Asia U-19 di Myanmar, 9-23 Oktober 2014.

Performa apik Timnas U-19 dalam beberapa bulan terakhir memang cukup banyak mengundang perhatian. Beberapa pemain bahkan sempat masuk dalam pantauan klub-klub dalam dan luar negeri. Terakhir adalah tim pemandu bakat dari klub Australia, Brisbane Roar, yang memantau langsung permainan Timnas U-19 saat berlaga di Pra Piala Asia, Oktober 2013.

Erick membuka peluang bagi Evan Dimas dan kawan-kawan untuk menjalani trial di Inter. Namun, pengusaha 43 tahun itu mengatakan kesempatan trial tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Erick tidak ingin mengganggu persiapan Timnas U-19 menuju Piala Asia U-19 2014.

"Pemain Timnas U-19 diundang trial ke Inter? Itu mungkin saja. Tapi, bukan sekarang. Saya tidak mau mengganggu konsentrasi mereka jelang Piala Asia 2014. Jangan gara-gara Inter memberikan tawaran untuk trial, konsentrasi mereka terganggu. Nanti saya yang disalahkan," kata Erick di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa 22 April 2014.

Erick mengatakan tidak mudah baginya mengajak para pemain Timnas U-19 untuk mencicipi atmosfer sepakbola Italia. Beberapa regulasi, diungkapkan Erick, bisa menjadi pengganjal para pemain Timnas U-19 untuk berkiprah di sepakbola Italia.

"Untuk level usia 19 agak sulit, karena mereka sudah cukup matang untuk berkiprah di kompetisi tertinggi. Dari regulasi, sepakbola Eropa lebih kompleks. Dan tidak mudah memasukkan para pemain Timnas U-19 ke salah satu klub Eropa. Tapi, pasti ada kemungkinan untuk mereka berkiprah di kompetisi Benua Biru," jelas Erick.

"Anak-anak yang usianya di bawah 14 lebih berpotensi menembus level Eropa. Catatannya, mereka harus didampingi orangtua. Aturan FIFA menegaskan, untuk U-14 dan U-16 orangtua memang harus mendampingi agar tidak terjadi perbudakan di usia dini," sambungnya.[viva]