Wednesday, March 5, 2014

Kisah Perjalanan Timnas dengan 4 Pelatih Berbeda di Pra Piala Asia 2015

Jacksen - RD - VIVA
Seputar Timnas - Selama melalui babak kualifikasi Piala Asia 2015, Timnas Indonesia setidaknya mengalami pergantian pelatih sebanyak empat kali. Kondisi ini boleh dibilang tidak ideal bagi tim yang sedang berjuang untuk lolos ke sebuah turnamen.  

Pada pertandingan pertama Grup C kualifikasi Piala Asia 2015, Indonesia masih ditangani oleh Nil Maizar. Kala itu, Tim Garuda menghadapi Timnas Irak di Dubai, Uni Emirat Arab pada 6 Februari 2013. Dengan tidak diperkuat tim terbaiknya, Indonesia menyerah 0-1 dari Lions of Mesopotamia.

Pada pertandingan kedua, situasi kisruh yang menimbulkan dualisme kompetisi sepakbola Indonesia mulai pulih. Seluruh pemain terbaik yang ada bisa membela Timnas Indonesia ketika menjamu Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 23 Maret 2013.

Sayang, Indonesia yang saat itu ditukangi duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago masih belum bisa mengimbangi  The Green Falcons. Indonesia takluk 1-2 dari Arab Saudi, dan gol tuan rumah disarangkan oleh Boaz Solossa.  

Jacksen F. Tiago, yang dipinjam PSSI dari Persipura Jayapura, kemudian dipercaya memegang penuh Tim Garuda untuk melanjutkan perjalanan di Grup C kualifikasi Piala Asia 2015. Pelatih asal Brasil itu mengantarkan Indonesia meraih poin pertama di babak kualifikasi usai menahan Timnas China 1-1 di Stadion GBK pada 15 Oktober 2013. Boaz Solossa kembali menjadi pencetak gol bagi Merah Putih.   

Namun, catatan positif itu tidak berlanjut ketika Boaz Solossa dan kawan-kawan melawat ke kandang China pada 15 November 2013. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Shaanxi Province, Xi'an, Indonesia kalah tipis 0-1 dari China.  

Kekalahan dari China tersebut kian menyulitkan langkah Indonesia untuk melaju ke putaran final Piala Asia 2015 di Australia. Apalagi, Jacksen kemudian kembali gagal membawa Indonesia meraih poin di laga kelima Grup C setelah dibekap Irak 0-2 di Stadion GBK pada 19 November 2013.

Kekalahan juga makin memastikan terkuburnya peluang Indonesia untuk berkiprah di turnamen tim-tim terbaik di Asia itu. Laga kontra Irak di GBK juga menjadi kesempatan terakhir Jacksen bersama Timnas Indonesia, karena posisinya akan diganti oleh Alfred Riedl, dan Jacksen harus kembali menukangi Tim Mutiara Hitam yang segera berlaga di Indonesian Super League 2014.

Bertandang ke Arab Saudi akan menjadi kesempatan pertama Riedl kembali menangani Tim Garuda, usai dia diberhentikan PSSI pada Juli 2011, atau tak lama setelah Djohar Arifin Husin diangkat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. 

Fokus Riedl tentu tak lagi ke Piala Asia 2015, melainkan pertandingan tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan tampil di Piala AFF 2014 yang berlangsung November mendatang.

Laga pamungkas Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 itu sendiri digelar pada 5 Maret 2014 di Stadion Prince Mohamed bin Fahd, Dammam, Arab Saudi. Pemusatan latihan berlangsung sejak 26 Februari lalu, kendati pertandingan tersebut sudah tak menentukan lagi bagi kedua tim, namun Indonesia berharap meraih hasil positif.[viva]