Sunday, March 23, 2014

Indra Sjafri Bantah Tur Nusantara Timnas U-19 Tak Ada Manfaat

Indra Sjafri - IST
Seputar Timnas - Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menepis anggapan bahwa Tur Nusantara yang dilakoni Evan Dimas dan kawan-kawan hanya melelahkan dan tak memberi manfaat.

"Yang pertama adalah menemukan pemain-pemain baru yang berkualitas nasional. Striker Martinus adalah pemain yang didapat dari Tur Nusantara ini, kata Indra Sjafri di Balikpapan, Jumat (20/3) malam.

Ditemui usai pertandingan melawan Persiba U-21, Indra mengatakan dibandingkan Timnas Vietnam yang langsung berujicoba ke luar negeri, manfaat yang kami dapat dengan Tur Nusantara ini sangat banyak.

Menurut dia, Tur Nusantara memberikan pengalaman ganda bagi skuad Garuda Jaya. Para pemain disuguhi berbagai gaya permainan, teknik, dan strategi yang berbeda-beda dari seluruh tim yang dihadapinya. Itu memperkaya wawasan pemain dalam bermain sepak bola.

"Anak-anak juga mendapat pengalaman berinteraksi dengan penonton. Mereka jadi tahu betapa besar harapan bangsa ini kepada mereka," kata Indra Sjafri.

Setiap pertandingan Timnas U-19 di mana pun, penonton datang dan memenuhi stadion. Bahkan lebih ramai daripada laga Indonesia Super League (ISL).

Bahkan di Balikpapan, dimana pertandingan terpaksa diulang setelah hanya berlangsung selama 22 menit pada Senin (10/3), panitia harus menyediakan dua layar lebar di luar stadion untuk para penonton yang tak dapat tempat di Stadion Parikesit.

Penonton yang banyak itu juga membuat dampak ekonomi yang luar biasa. Kaus atau jersey timnas laku keras dan para pedagang makanan mendapat untung yang banyak.

Di Stadion Parikesit tiket tribun tertutup laku hingga Rp 200.000, lebih mahal daripada tiket pertandingan reguler Persiba.

Bagi tim lawannya, Timnas U-19 memberi pelajaran kedisiplinan. Menurut Indra Sjafri, permainan sepakbola berdasar kepada fisik yang prima. Untuk bisa punya fisik yang mumpuni, pemain harus disiplin latihan, disiplin dalam pola makan, dan disiplin dalam istirahat.

"Itu sebabnya kebugaran anak-anak kami lebih baik dari tim lawannya," katanya.

VO2max, kemampuan tubuh mengonsumsi oksigen saat beraktivitas Evan Dimas dan kawan-kawan kini rata-rata 59, sudah lebih tinggi dari rata-rata pemain yang berlaga di ISL yang mencatat angka 56.

Karena keunggulan fisik itu pula, Timnas U-19 melibas Persiba U-21 3-0. Evan Dimas dan tetap berlari mengejar bola sampai menit terakhir pertandingan.

Pertandingan di Balikpapan adalah pertandingan terakhir Tur Nusantara. Setelah ini skuat Garuda Jaya mendapat libur 3 hari sebelum memulai rangkaian ujicoba di Timur Tengah dengan pemain U-20 di Oman, Arab Saudi, dan lain-lain.[republika]