Thursday, February 6, 2014

Timnas U-23 Menatap Asian Games 2014

Aji Santoso - IST
Seputar Timnas - Timnas U-23 akhirnya dipastikan akan tampil di pentas Asian Games 2014. Pada Selasa kemarin, 4 Februari 201, Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) menyatakan bakal mencantum sepakbola dalam kontingen yang berlaga pada pesta olahraga bangsa-bangsa Asia di Incheon, Korea Selatan, September mendatang.

Selain sepakbola, Satlak juga mengirimkan 18 cabor lain yakni lima dari cabang beladiri, enam cabang terukur, tiga akurasi dan empat permainan.

Dijelaskan oleh Ketua Satlak, Suwarno, ke-19 cabor yang dikirimkan sudah melalui proses penilaian dari tim khusus yang dibentuk Satlak.

"Total yang ikut ke Asian Games ada 168 atlet dari 19 cabor. Sepakbola masuk ke dalamnya. Setelah ini, kami berharap cabor-cabor yang sudah ditetapkan untuk berangkat diharapkan langsung menggelar pemusatan latihan. Jangan tunggu Surat Keputusan (SK) untuk menggelar pemusatan latihan," kata Suwarno.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan PP/PB dari 19 cabor itu. Kami mau tahu tentang program pemusatan latihan dan uji coba. Saya harap uji coba lebih banyak agar kemampuan atlet bisa lebih terasah. Harapannya prestasi di SEA Games bisa dilampaui," sambungnya.

Persiapan Timnas U-23

Seperti yang diamanatkan Satlak, cabor yang dipastikan turun di pentas Asian Games diharapkan segera menggelar pemusatan latihan. Makan Timnas U-23 pun berencana menggelar pemusatan latihan dalam waktu dekat yakni pada 26 Februari 2014 di Jakarta.

Pelatih Aji Santoso memastikan akan ada 28 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Nantinya mereka akan kembali disaring menjadi 23 pemain saja. Catatan khusus, jumlah itu termasuk 3 slot untuk pemain senior.

"Saya tidak ingin membuang waktu dengan memanggil terlalu banyak pemain, lalu diseleksi lagi. TC tahap pertama hanya akan berjalan satu minggu saja, untuk perkenalan visi dan misi bermain saja," kata Aji beberapa waktu lalu.

Telah menetapkan jumlah pemain yang akan dipanggil, namun Aji belum menyebutkan menyebutkan nama-namanya. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu sejauh ini hanya menjelaskan kriteria calon punggawa yang dibutuhkannya untuk memperkuat skuad Garuda Muda.

"Mereka harus punya skill, visi bermain, mental, dan kondisi fisik yang baik. Kapasitas VO2 max minimal pada angka 55," jelas Aji.

Bicara soal target yang ditetapkan PSSI, Aji sebagai pelatih merasa tak terbebani. Dia malah menganggap tuntutan untuk menembus babak 8 besar, sebagai buah tantangan yang wajib dijawab.

"Harus ada target yang dicanangkan dan itu sangat wajar. Target itu bisa menjadi sebuah motivasi. Ini tantangan buat saya sebagai pelatih," tegasnya.

Nah, untuk bisa mencapai target itu, selain pemusatan latihan, Timnas juga harus lebih sering mengasah kemampuan dengan melakukan uji coba. Dan tak main-main, BTN sudah mulai menyusun 15 hingga 20 laga uji coba untuk Timnas U-23 sebelum terjun di turnamen multievent itu, bahkan salah satu lawan yang disiapkan adalah Argentina.

"Rencananya akan digelar laga uji coba perdana pada 4 Maret 2014. Lawan yang dibidik adalah timnas Argentina U-23. Kalau jadi akan main di Jakarta," kata Aji.

"Untuk uji coba, kami mengusulkan untuk menggelar sekitar 15 hingga 20 laga jelang Asian Games 2014. Jumlah itu termasuk laga uji coba di luar negeri. Kami sudah berkoordinasi dengan BTN terkait program timnas U-23," sambung dia. 

Catatan Timnas di Asian Games

Terakhir tampil di Asian Games pada 2006 di Doha, Qatar, Kala itu prestasi Timnas Indonesia jauh dari harapan karena gagal lolos dari babak grup dan hanya menyandang status juru kunci dengan koleksi sebiji poin saja. Tim Merah-Putih kalah bersaing dengan Suriah, Irak dan Singapura.

Sementara pada perhelatan di Guanzhou, China, empat tahun silam, Indonesia tidak  mengutus perwakilan untuk cabang olahraga sepakbola.

Meski begitu harus diingat bahwa Timnas Indonesia juga pernah mengukir tinta emas di pentas Asian Games. Pada edisi ketiga turnamen olahraga itu, di Tokyo 1958, Indonesia berhasil menggondol medali perunggu usai mengalahkan India 4-1 dalam laga perebutan tempat ketiga.

Empat tahun sebelumnya, atau pada 1954 di  Manila, Filipina, Timnas Indonesia mampu menebus semifinal. Sayang, tim yang kala itu perkuat oleh bomber legendaris, Ramang, kalah 4-5 oleh Myanmar, kala itu masih Burma, dalam perebutan perunggu.

Indonesia terakhir kali lolos ke babak empat besar adalah pada 1986 di Seoul, Korea Selatan. Nahas, pada partai semifinal Adolf Kabo cs digasak tuan rumah empat gol tanpa balas. Lalu dilibas Kuwait 0-5 dalam perebutan medali perunggu. [viva]