Thursday, February 6, 2014

Timnas U-19 dan Timnas Senior Akan di Adu Tanding?

Indra Sjafri - Goal
Seputar Timnas -  Tim Nasional Indonesia U-19 memenangi dua laga pertama dalam rangkaian Tur Nusantara dengan nyaman.  Garuda Jaya – julukan Timnas U-19 -- selalu menguasai pertandingan sehingga praktis jarang merasakan tekanan. Padahal Evan Dimas dan rekan butuh pertandingan sengit untuk menguji kemampuan dalam menghadapi tekanan lawan. 

Timnas menang 3-1 atas PSS Sleman di laga uji coba pertama. Di partai kedua menghadapi Persiba Bantul tadi malam,  Garuda Jaya unggul 2-0. Dari dua pertandingan tersebut, terlihat Timnas U-19 dengan mudah menguasai pertandingan.  Ini membuat lini pertahanan yang dikawal Hansamu Yama dan rekan seolah tidak bekerja keras. 

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI  Djohar Arifin Husein berharap kedepan, lawan yang dihadapi  Timnas U-19 merupakan tim yang bisa memberikan lebih banyak tekanan kepada Timnas U-19.  Alasanya, tim dipersiapkan untuk bertarung di Piala Asia 2014. 

Lawan-lawan yang akan dihadapi bukan kekuatan main-main; di Sana sudah menunggu tim-tim kuat Asia, seperti  Irak,  Australia, Jepang,  Iran dan Uni Emirat Arab. Kualitas mesin gol tim-tim tersebut pasti lebih berbahaya.    

“Kami akan evaluasi dua laga uji coba ini, dan kami berharap kedepan lawan yang dihadapi dalam uji coba bisa memberikan tekanan luar biasa kepada Timnas U-19,” kata Djohar Arifin Husein, Kamis (6/2/2014). 

Djohar menginginkan pada laga uji coba selanjutnya, lawan yang dihadapi merupakan tim gabungan antara  U-21 dan senior. Sebab,  lawan uji coba yang sebaya dengan usia  tim Indra Sjafri menurut mantan bek PSMS Medan era1970-an itu tidak sepadan dengan kualitas Timnas U-19. 

“Tetapi tentu dengan tetap menjunjung sportivitas tinggi, jangan sampai  ada yang mengalami cedera karena ini kan pemanasan. Para pemain yang menjadi lawan Timnas U-19 juga dibutuhkan klub untuk berkompetisi di liga, begitupun Timnas U-19. Mereka dipersiapkan untuk Piala Asia U-19,” tutur Djohar. 

Dengan tim yang kualitasnya lebih bagus Timnas bisa mendapatkan pelajaran berharga untuk mengetahui kekurangan yang perlu  dibenahi.  Tim yang bisa memberikan perlawanan  sengit akan menguji kualitas Garuda Jaya. “Sehingga kami harapkan lobang-lobang di tubuh tim bisa diketahui dan dievaluasi,” imbuhnya. 

Timnas U-19  rencananya melakoni 13 uji coba dalam rangkaian Tur Nusantara yang akan berakhir pada  17 Maret saat menghadapi Mitra Kukar. Setelah menghadapi Persiba Bantul, laga terdekat Timnas U-19 yaitu menghadapi  tim Pra PON DI Yogyakarta, 7 Februari, dan Pra PON Jawa Tengah pada 10 Februari.

Setelah itu disusul pertandingan menghadapi  PSIS Semarang pada 14 Februari,  Persijap pada  17 Februari, Persebaya U-21 pada 21 Februari, dan Tim Pra PON Jawa Timur pada 24 Februari.

Selanjutnya, Berturut-turut menghadapi Arema U-21 pada 26 Februari, Persikoba pada 28 Februari,  Persiba Balikpapan pada  10 Maret, Pusam pada 14 Maret dan Mitra Kukar pada 17 Maret. 

Meski membutuhkan lawan yang memiliki kualitas bagus, Djohar menapik kemungkinan untuk mempertemukan Timnas U-19  dengan seniornya di Timnas U-23 atau Timnas yang dilatih Alfred Riedl. Pertemuan antartimnas sempat terjadi pada 18 Agustus 2011. Saat itu, laga Timnas senior vs Timnas U-23 berakhir 1-1.

“Kami sempat berbincang santai saat di Yogya kemarin. Di situ ada pelatih Timnas U-23, pelatih Timnas Senior dan Indra Sjafri. Obrolan sempat menyinggung soal uji coba antartimnas. Indra Sjafri saat itu bilang itu (lawan Timnas senior) yang tidak boleh terjadi karena tidak ada yang akan diuntungkan. Secara psikologis itu merugikan kedua tim,” ungkap Djohar.[okezone]