Thursday, February 20, 2014

Metafisika di Timnas U-19, Begini Penggunaannya

Dua Kiper Timnas u-19 - Topskor
Seputar Timnas - Arkand Bodhana Zeshaprajna, mantan konsultan metafisika tim nasional (timnas) sepak bola usia di bawah 19 tahun (U-19), bercerita soal bagaimana pertama kali jasanya digunakan oleh sang kepala pelatih, Indra Sjafri.

Hitung-hitungan metafisikanya diuji dalam laga persahabatan melawan timnas U-17 Arab Saudi di Selangor, Malaysia, 2 September 2012. Saat itu, Indra masih mengasuh timnas U-17.

"Saya bilang ke Pak Sjafri, mari kita uji coba ini pengetahuan ini (metafisika)," tutur Arkand, Selasa, 18 Februari 2014. Indra Sjafri selanjutnya memberikan data pemain, lalu Arkand memeriksa struktur individual dan "team value" untuk menentukan siapa yang bisa turun dan tidak.

Pada hari pertandingan itu, tutur Arkand, ada empat pemain yang menjadi andalan pelatih namun oleh Arkand tidak diperbolehkan turun. "Agak sedikit konflik awalnya karena Pak Sjafri bilang, 'Loh, Mas, empat ini bagus-bagus, kenapa enggak boleh main?'," kata dia. "Saya enggak peduli, (pokoknya) yang ini enggak boleh main karena akan merusak struktur tim."

Arkand pun berkata pada Indra Sjafri bahwa jika tingkat akurasi dan manfaat pengetahuan metafisikanya ingin dibuktikan, sarannya harus diikuti. "Kemudian saran saya diterapkan dan kami menang 2-0 hingga 10 menit terakhir," kata Arkand. "Seumur-umur, di semua level umur dan kejuaraan, kita belum pernah menang, bahkan seri, melawan Arab Saudi."

Gol dicetak oleh Muchlis Hadi Ning Saifullah pada menit ke-28 dan Jali Ibrahim pada menit ke-35.

Namun, Arkand bertutur, rupanya Indra Sjafri ingin menguji apakah kemenangan itu karena tim Arab lemah atau memang karena hitung-hitungan metafisika Arkand.

"Lalu dia (Indra) memasukkan empat orang pemain yang menjadi andalannya, di 10 menit terakhir itu," kata dia. "Apa yang terjadi? Tim ini langsung dalam tekanan. Lima menit kemudian kebobolan. Skor jadi 2-1 sampai pertandingan berakhir."

Arkand saat itu tidak ikut hadir di Selangor. Ia mengetahui hasil pertandingan dan keputusan Indra mengganti pemain pada saat Indra menelepon dan menceritakannya.

Sejak saat itu, Arkand, doktor metafisika lulusan University of Metaphysics International, Los Angeles, Amerika Serikat, mengaku turut membantu Indra membentuk tim U-19 yang dipersiapkan untuk Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) U-19.

Evan Dimas dan kawan-kawan akhirnya sukses menjuarai Piala AFF U-19. Mereka juga menyapu bersih semua pertandingan kualifikasi Grup G Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFC) U-19, Oktober tahun lalu.[tempo]