Wednesday, February 12, 2014

Apung SOS Anggap Somasi PSSI 'Surat Cinta' Untuknya

Ki-Ka: Apung Widadi, Muhnur Satyahaprabu., S.H, dan Richad Ahmad (Foto: Putri Utami/Okezone)
Seputar Timnas - Konflik antara PSSI dengan aktivis Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi kembali berlanjut. Akhirnya dari pihak Apung Widadi beserta tim kuasa hukum SOS menanggapi somasi yang dilayangkan oleh PSSI. Sebelumnya pihak PSSI menyatakan menunggu konfirmasi dari pihak Apung 2x24 jam.

PSSI melayangkan somasi tarhadap Apung lantaran melontarkan pernyataan di laman Facebook Forum Diskusi Suporter Sepak Bola Indonesia (FDSI). Dalam statusnya, Apung menuliskan, "Kasihan, ya, timnas U-19, pendapatan dari hak siar SCTV senilai 16 M diputar LNM untuk membiayai Persebaya palsu." Inisial LNM dalam status tersebut diduga merujuk ke sosok Wakil 
Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti

Apung sendiri menyatakan bahwa dirinya belum bisa menanggapi apapun dari pihak PSSI dikarenakan surat resmi belum terkirim langsung ke dirinya, pasalnya dia hanya menerima surat via email, itu pun dari tangan keempat atau kelima. 

“Sampai detik ini saya (Apung) belum pernah menerima surat somasi secara resmi dari PSSI. Hal ini masih kami tunggu. Saya pikir ini adalah surat cinta (Surat somasi) dari PSSI. Mungkin tanggal 14 Februari (hari kasih sayang). Saya bukan orang kegenitan seperti PSSI, yang komentar sedikit langsung ditanggapi dengan konpres somasi,” ujarnya pada acara jumpa media di kantor Kontras, Rabu (12/2/2013). 

“Saya hanya ingin bukti konkret ke mana larinya uang yang katanya keuntungan 16 miliar itu,” tambah Apung. 

Dari kuasa hukum Apung, Muhnur Satyahaprabu S.H menyatakan bahwa aksi somasi ini sebagai langkah PSSI menyerang balik. Ada upaya oknum yang ingin melanggengkan kekuasaannya di PSSI. 

“Jika PSSI menggugat, kami akan segera ajukan gugatan hukum agar PSSI membuka semua laporan anggarannya, tapi karena surat somasi resmi belum kami terima sampai saat ini, jadi kami belum bisa melakukan langkah hukum apapun,” terang kuasa hukum Apung.

Dari aktivitas SOS lainnya, Ali Nur Sahid juga mengaku bahwa timnya hanya meminta transparansi dari pihak PSSI, “Harusnya komentar kritis itu dijawab saja dengan penjelasan, perkembangan dan pengelolaan yang transparan, seperti transparansi keuangan dan akuntabilitas. Sebagai lembaga publik wajar apabila ada sejumlah masyarakat yang bertanya soal pengelolaan dana publik,” tegasnya. 

Dukungan juga datang dari Ricad Ahmad selaku aktifis Lemkopin yang menanggapi kesimpangsiuran Somasi yang dilayangkan PSSI, “Kalau reaksi berlebihan pasti ada sesuatu di sana. Jika ada persoalan sampaikan saja jangan langsung somasi. Kami hanya kritik dan kalau tidak suka sampaikan. Karena ini proyek miliaran dari tv dan larinya ke mana,” jelas pria yang juga Wakil Ketua Umum The Jakmania. 

Pihak Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) yang namanya ikut diseret dalam somasi PSSi juga ikut memberi dukungannya bahwa 13 ribu member FDSI siap dukung Apung Widadi.

Pihak Apung Widadi juga kembali menegaskan bahwa PSSI bisa mengirimkan langsung surat somasi kepada Tim Kuasa Hukumnya, “Ajukan surat somasi bisa langsung ke lembaga hukum kami di Pilnet Elsam Pasar Minggu,” tutupnya.[okezone]