Friday, January 10, 2014

Timnas U-19 Tak Berkiblat ke Eropa atau Latin

Skuad Timnas U-19 - IST
Seputar Timnas - Tim pelatih Timnas U-19 ingin skuatnya tak meniru gaya permainan dari negara sepakbola manapun di dunia. Mereka bertekad memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) putra Indonesia sebagai karakter sepakbola Indonesia.

"Sebagai contoh, badan harus tinggi. Kita tak bisa memaksakan yang kita tak sepenuhnya miliki. Pendek, tinggi akan kita pakai," kata Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, ditemui usai memimpin sesi latihan pagi, di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (9/1/2014).

Persoalan itu diungkapkan Indra sebab kerap melihat pemain diukur hanya dari satu sisi saja, padahal komponen di sepakbola tak hanya soal tinggi badan, namun perlu stamina, teknik dan lainnya.

"Oleh sebab itu, kita maksimalkan sumber daya manusia Indonesia," terangnya.

Pada sesi latihan pagi Timnas U-19 hari kedua, Evan Dimas Cs berlatih lebih kurang dua jam soal positioning di lapangan, sesi itu merupakan rangkaian dari tahapan teknikal yang akan digeber selama delapan bulan ke depan di Kota Gudeg, Yogyakarta.

Indra Syafrie bertekad membentuk timnas dengan permainan sesuai sumber daya manusia Indonesia. Timnas U-19 tak akan berkiblat pada sepak bola gaya Eropa maupun Amerika Latin.

Indra kini tengah menggenjot fisik dan kemampuan individu pemain, juga tim. Ivan Dimas dan kawan-kawan berlatih dalam intensitas tinggi di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta.

TC di Yogyakarta, sudah dimulai sejak kemarin. "Kita fokus latihan pada pembentukan tim dan skill pemain," kata Indra. "TC diikuti 29 pemain."

Selama di Kota Gudek, pemain akan menjalani sebanyak 27 kali uji coba menjelang keberangkatan ke Myanmar. Uji coba terbagi dalam empat format: uji coba keliling nusantara, Eropa, Timur Tengah, dan kompetisi mini.

"Semoga Indonesia bisa bermain di Piala Dunia," ungkap Indra.[metro+tribun]