Tuesday, December 31, 2013

Syamsul Masih Pantas Masuk Timnas

Syamsul Chairudin - IST
Seputar Timnas - Pemain PSM asal Limbung, Gowa, Syamsul Bachri Cheruddin dinilai masih pantas masuk tim nasional (timnas). Pasalnya pada tes Vo2 Max, Senin, 30 Desember, pemain 30 tahun ini menjadi yang terbaik. 
    
Syamsul mencatat level 14. Level tersebut cukup tinggi dengan usia Syamsul yang sudah berkepala tiga. Selain Syamsul, ada dua pemain yang mencatat level 14, yakni Ardan Aras dan Yusuf Hamzah. "Syamsul tertinggi. Dia di level 14 satu dua, kalau Ardan dan Yusuf di level 14 satu satu. Level itu antara 61 dan 62," kata pelatih fisik PSM, Rum Bismar.
    
Rum Bismar menjelaskan, level tertinggi dalam tes VO2 max adalah 15. Itu dimiliki para pemain Barcelona. "Dengan hasil tes VO2 max Syamsul, saya kira dia masih layak masuk timnas," ujar dosen olahraga UNM ini.
    
Bila Syamsul yang tertinggi, pemain asing PSM asal Slovakia, Roman Chmelo, paling rendah tes VO2 max-nya. Roman hanya sampai level 10. Sementara pemain lainnya mencapai level 12-13.
    
Meski nilai tes VO2 max Roman paling rendah, hasil tersebut dinilai wajar. Bahkan dinilai cukup bagus." Memang paling rendah, karena dia (Roman, red) lama tidak latihan. Sebelum tes saya prediksi dia cuma sampai level 7, ternyata bisa sampai level 10," jelas Rum.
    
Sekadar diketahui, VO2 max adalah tes volume maksimal O2 (oksigen dalam tubuh manusia) yang biasa dilakukan kepada atlet. Diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau mililiter/menit/kg berat badan.
    
Pelatih fisik PSM lainnya, Benny Huwae, mengatakan bahwa tes VO2 max ini akan tolok ukur bagi tim pelatih untuk mengetahui tingkat stamina pemain. Namun tes itu tidak bisa dijadikan tolok ukur penampilan pemain di lapangan. "Tes ini hanya mengukur ketahanan mereka secara matematis saja agar ada data base," kata Benny.
    
Benny menambahkan, pada 3 Januari, para pemain akan kembali menjalani tes lari di kawasan GOR Sudiang. Di sana nanti Ponaryo dkk disuruh berlari selama 12 menit untuk mengetahui ketahanan kecepatan pemain. "Dalam waktu 12 menit kita akan melihat kecepatan larinya menurun atau tidak," ungkap Benny. [fajar-co-id]