Monday, December 30, 2013

Fenomena Timnas U-19, Lentera di Tengah Kegelapan Sepakbola Nasional

Timnas U-19 - IST
Seputar Timnas - Tahun 2013 menjadi klimaks carut-maruknya sepakbola nasional. Di tahun ini muncul dualisme PSSI yang berimbas buruk bagi kelangsungan tim nasional Indonesia. Bahkan sempat muncul dua timnas.

Dampak nyata dari dualisme tersebut adalah buruknya prestasi timnas senior. Meski akhirnya masalah dualisme tersebut kemudian teratasi dan timnas kembali menyatu, Tim Garuda akhirnya gagal lolos ke Piala Asia 2015 setelah menuai hasil negatif di babak kualifikasi.

Beruntung di tengah "kegelapan" sepakbola nasional tersebut, muncul kabar baik dari Timnas U-19. Mereka memunculkan fenomena besar berkat prestasinya yang gemilang, yang sekaligus mampu menghapus dahaga gelar pencinta sepakbola nasional.

Berawal dari kesuksesan Indra Sjafri membawa timnya menjadi jawara di sebuah turnamen bernama HKFA yang digelar di Hong Kong pada Februari. Timnas U-19 kemudian berjaya di Piala AFF U-19 2013 yang digelar di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada September.

Menghadapi Timnas Vietnam U-19 di final Piala AFF U-19, Evan Dimas dkk mampu tampil sebagai yang terbaik setelah memenangi laga lewat adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Dari ajang ini pula lahir julukan anyar bagi Timnas U-19, Garuda Jaya.

Inilah gelar pertama Timnas Indonesia sejak meraih medali emas pada SEA Games 1991 di Manila. Paceklik gelar selama hampir 22 tahun akhirnya berakhir, meski hanya dari level junior.

Fenomena Garuda Jaya tak berhenti di situ. Setelah berhasil menjadi kampiun di ajang Piala AFF U-19, mereka mengulangi prestasi apiknya dengan memuncaki Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 2014 yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada bulan Oktober.

Berada di satu grup bersama Korea Selatan yang merupakan juara bertahan, serta Filipina dan Laos, skuad Garuda Jaya tampil perkasa dengan menyapu bersih tiga kemenangan.

Yang paling fenomenal tentu kala mengalahkan Korea Selatan di partai terakhir. Hattrick kapten Evan Dimas Darmono membawa Indonesia memastikan satu tiket di ajang Piala Asia U-19 2014 yang digelar di Myanmar.

Sukses Timnas U-19 ini pun akhirnya menjadi prestasi terbaik sepakbola nasional sepanjang 2013, setelah Timnas U-23 kembali gagal merebut medali emas pada ajang SEA Games 2013 di Myanmar pada Desember ini.

Menjelang Tahun Baru 2014, publik Tanah Air berharap fenomena Garuda Jaya kembali berlanjut. Harapan besar ditumpukan pada tim asuhan Indra Sjafrie di Piala Asia U-19 2014, dengan membidik target lolos ke semifinal untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20.[tribun]