Djoko Driyono - NET
Seputar Timnas - Persiapan timnas senior menuju ke Tiongkok dalam babak Prakualifikasi Piala Asia 2015 pada medio Nopember nanti sudah mulai tersusun. Termasuk rencana melaksanakan dua kali pertandingan pemanasan sebelum menjalani laga di Shaanxi Province Stadium, Xian, Tiongkok.

Seperti yang diketahui, Indonesia dijadwalkan bakal melawan Mali di Jakarta, 4 Nopember mendatang. Lima hari kemudian, anak buah Jacksen Ferreira Tiago ini menjajal kekuatannya di kandang timnas Korut di Pyongyang. PSSI pun menegaskan dua pertandingan tersebut tetap akan dilangsungkan.

Demikian seperti yang ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono, di kantor PSSI, Senayan, Jekarta, kemarin (17/10). "Kalau untuk pertandingan uji coba melawan Korut, memang itu sudah permintaan kedutaan besar mereka di sini, sedangkan Mali, secara formal federasi sepakbola Mali (FMF, Red) sudah setuju," ujarnya.

Secara formal yang dimaksud oleh Joko tersebut untuk sementara ini memang masih sebatas pernyataan lisan. Sejauh ini, untuk surat resmi kesediaan menjalani pertandingan itu, PSSI belum menerimanya dari FMF. Tidak jauh berbeda seperti yang dulu terjadi ketika timnas senior batal melawan Hong Kong, ataupun Makau.

Hanya, PSSI tetap berupaya melakukan lobi intensif dengan federasi calon lawan yang bakal dihadapi. Joko mengelak jika rencana pertandingan uji coba ini dadakan dan tidak terencana.

"Antara pihak BTN dan pelatih sudah melakukan koordinasi. Ini sudah lama direncanakan, tapi baru terlaksana sekarang," paparnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu memaparkan tujuan pihaknya membawa timnas senior ke Pyongyang, Korut. Menurutnya, upaya itu sebagai bagian dari proses aklimatisasi dengan kondisi alam di Tiongkok yang tidak berbeda jauh dengan negara komunis itu.

"Diakui atau tidak, suhu udara menjadi salah satu kendala tim ini saat bermain di Tiongkok. Karena, menurut perkiraan, suhu di sana kan bisa mencapai 5 hingga 10 derajat celcius, sehingga itu memerlukan proses aklimatisasi. Dan, di Korut-lah itu bisa kami lakukan, sebelum berangkat ke Tiongkok," imbuhnya.

Sementara itu, pihak BTN sudah merilis hasil pertemuan antara High Performance Unit (HPU) dan Jacksen. Termasuk di dalamnya program ke depan yang akan dijalani timnas senior, mulai pemusatan latihan, pertandingan uji coba, dan juga berangkat ke Tiongkok. "Untuk pemusatan latihannya tetap di Batu, Malang, mulai 23 Oktober," sebut Sekretaris BTN, Sefdin Syaifudin.

Sefdin mengakui, opsi perubahan komposisi pemain memang menjadi tugas paling utama bagi pelatih. Hanya, untuk urusan itu, dia enggan berkomentar lebih jauh, baik terkait dengan kapan batas waktu bagi Jacksen menentukan skuad anyarnya ataupun siapa saja nama-nama calonnya. "Semua kami serahkan kepada pelatih," jelasnya. (jawapos)


 
Top