Monday, October 14, 2013

Indra Sjafri: Harus Ada Tim Eropa yang Kita Hadapi

Indra Sjafri - JPNN
Seputar Timnas - Masa depan Indra Sjafri di timnas U-19 Indonesia terjawab. Sebagai imbas dari keberhasilannya mengantarkan Evan Dimas Darmono dkk ke putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar pada 2014, dia mendapatkan perpanjangan kontrak.

Indra dipercaya PSSI menangani Garuda Jaya -julukan timnas U-19-sampai dua tahun ke depan.

"Dengan prestasi dan apa yang sudah didapatkan timnas U-19, baik di Piala AFF ataupun kualifikasi Piala AFC kemarin, ya kami akan tetap melanjutkan kerja sama dengan beliau (Indra Sjafri, Red). Menurut rencana awal kami, beliau akan tetap berada di timnas U-19 sampai 2015 mendatang," ujar Sekjen PSSI Joko Driyono kemarin (13/10).

PSSI dan BTN (Badan Tim Nasional), menurut Joko, akan berkordinasi dengan Indra terkait dengan program yang dibutuhkan Garuda Jaya menyongsong putaran final di Myanmar. "Kemungkinan pada pekan depan kami akan bertemu dengan coach Indra," beber Joko.

Beberapa rumor menyebut bahwa sebenarnya antara PSSI (BTN) dan Indra sudah menjalin kesepakatan kerja sama sampai dengan SEA Games 2017 mendatang. Hanya, terkait dengan kabar itu, Joko enggan berspekulasi.

Apalagi, Ketua BTN La Nyalla Mahmud Mattalitti pernah berujar bahwa kontrak Indra akan diperpanjang secara bertahap berdasarkan prestasi. "Ya kalau untuk itu, terserah BTN saja seperti apa," jelas Joko.

Terpisah, Sekretaris BTN Sefdin Syaifudin membenarkan bahwa pembicaraan terkait program baru Garuda Jaya akan dilakukan pekan depan. Alasannya, saat ini seluruh ofisial dan pemain diliburkan terlebih dahulu setelah sukses besar menjuarai grup G kualifikasi Piala AFC U-19.

Terkait dukungan, selama ini Sefdin menegaskan BTN sudah memberikan support penuh kepada skuad Garuda Jaya. Karena itu, jika ke depan Indra akan kembali terjun ke daerah mencari pemain, atau membutuhkan uji coba melawan tim-tim Eropa, pihaknya akan terus mendukung.

Indra mengakui, untuk bisa meraih prestasi dan berbicara di level Asia, lawan uji coba yang dibutuhkan Garuda Jaya memang bukan lagi tim-tim Asia Tenggara atau Asia. Tapi, harus menguji kekuatan menghadapi lawan lawan dari Eropa.

"Kita ingin menjadi yang terbaik di Asia, kita ingin lolos ke Piala Dunia. Jadi, harus tim Eropa yang dihadapi," tuturnya. (jawapos)