Wednesday, May 8, 2013

Ratusan Motor Suporter PSIS Semarang Dikembalikan

TNI dan Polri mengamankan ribuan suporter PSIS - Antara
Seputar Timnas - Sebanyak 111 unit sepeda motor milik suporter PSIS Semarang yang ditinggal di Godong, sore kemarin (7/5), sekitar pukul 16.00 WIB, tiba di Mapolrestabes Semarang.

Ratusan sepeda motor tersebut diangkut dengan menggunakan 11 unit truk yang dikawal oleh petugas Sabhara Polres Grobogan. 

Dari ratusan sepeda motor tersebut, beberapa di antaranya mengalami kerusakan di bagian spedometer dan kaca lampu. 

Kasat Sabhara Polres Grobogan, AKBP Sugiyanto, mengatakan bahwa sepeda motor yang datang pada Selasa (7/5) sore merupakan gelombang kedua. Kebanyakan sepeda motor yang dibawa ini adalah sepeda motor yang kehabisan bensin.

"Pada intinya kami mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Kami berusaha melindungi barang (kendaraan) para suporter agar tidak dibakar atau dirusak. Kebanyakan sepeda motor ditinggal dalam keadaan terpisah-pisah, atau tidak kumpul di satu tempat. Tapi kami dengan sigap melakukan pendataan sesuai dengan nomor polisi dan tipenya," paparnya di lapangan Polrestabes Semarang.

Ia juga menambahkan, saat kejadian, ada 1 unit sepeda motor milik warga yang dibakar. Kemudian ada 1 unit truk, 2 sepeda motor, dan 1 angkot yang masuk ke sungai. Keesokan harinya semua kemdaraan yang masuk sungai sudah dievakuasi dan diserahkan ke Mapolrestabes Semarang.

"Suasana kota dan sekitar stadion aman, karena kami fokus melakukan penjagaan. Tapi, setelah keluar dari kota, kami tidak menyangka warga akan melakukan pemblokiran," terangnya. Ketika ditanya mengenai adanya pom bensin yang ditutup, Sugiyanto menjawab sebenarnya SPBU beroperasi seperti biasa. 

"Sebenarnya tidak ada SPBU yang tutup. Kebetulan saja petang itu saat rombongan sampai di lokasi bensin di SPBU habis," jawabnya. Seorang suporter PSIS Kananta (25), warga Tugu, Semarang, mengaku senang melihat sepeda motornya kembali. 

"Melihat sepeda motor saya kembali, rasanya senang sekali. Walaupun kondisinya ada yang rusak, tapi itu kan bisa diperbaiki. Sempat takut kalau sepeda motor saya ikut dibakar, ternyata tidak," ujarnya. 

Kananta juga mengatakan bahwa pada evakuasi pertama, dia sempat mendorong sepeda motornya dari Godong sampai daerah Klambu. 

"Ada sekitar 100 sepeda motor yang semuanya didorong. Tapi di sana juga diblokir oleh warga. Kemudian kembali lagi ke Godong," katanya. Sebenarnya sudah mengajak rombongan Panser Nyam Nyam yang berjumlah 26 orang untuk memotong jalan yang tembus Boyolali. 

“Tetapi karena takut ada kejadian yang tidak diinginkan, kami urung melakukan itu," lanjut Kananta. Tidak tahunya, kejadian yang ditakuti oleh Kananta terjadi di Godong. Ia pun mengaku bahwa tuduhan suporter Semarang itu anarkis tidaklah benar, 

"Jangan langsung menghakimi suporter Semarang itu anarkis, sebab yang melakukan penjarahan hanya sedikit orang, tidak semua," sangkalnya. Kananta mengaku pada saat dievakuasi menggunakan mobil Dalmas, samping kanan dan kiri masih diikuti oleh warga. 

"Saya melihat ada yang memakai atribut suporter Persijap, Jepara. Bahkan mereka beberapa kali sempat melempari mobil," ujar Kananta yang juga anggota Panser Nyam Nyam. Raut muka berbeda ditunjukkan oleh Andre (18), warga Lamper Tengah RT 4 RW 5, Semarang Selatan.

Remaja tanggung ini tak menemukan sepeda motor Jupiter Z bernopol H 6692 MZ miliknya di antara ratusan sepeda motor tersebut. "Saya meninggalkan sepeda motor saya di Polsek Kebon Agung karena kehabisan bensin dan ban pecah. Sebelumnya, saya mendorong sepeda motor dari Godong sampai Kebon Agung," tuturnya dengan wajah cemas.

Kabagop Polrestabes Semarang, AKBP Mujiono, mengatakan bahwa hasil kerjasama dengan Polres Grobogan, kami menerima sebanyak 210 sepeda motor, 1 angkot, dan 1 truk.

"Pengiriman sepeda motor dilaksanakan dengan 2 gelombang. Gelombang pertama berjumlah 99 unit, dan gelombang kedua (Selasa, 7/5) berjumlah 111 unit sepeda motor.".[jawapos]