Kantor PSSI - NET

Seputar Timnas - Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI akhirnya berakhir, Selasa (9/4/2013) siang. Dalam rapat yang digelar di salah satu hotel bintang lima di Surabaya ini, Exco menghasilkan beberapa keputusan, salah satunya membentuk badan-badan judisial, seperti Komite Disiplin, Komite Banding dan Komite Etik.

Rapat oleh hampir seluruh anggota Exco kecuali Robertho Rouw yang telah izin sebelumnya. Ada tujuh agenda yang sebelumnya diajukan dan disetujui oleh anggota Exco, yakni penetapan waktu dan tempat kongres biasa, pembentukan gugus tugas revitalisasi manajemen, organisasi dan  administrasi PSSI, Tim Nasional, Kompetisi, Ulang tahun PSSI dan Administrasi keuangan PSSI serta hal-hal lainnya.

Kongres Tahunan PSSI

Setelah berhasil melaksanakan KLB pada 17 Maret lalu dengan sukses. Maka kini PSSI berusaha melunasi utang kongres biasa atau kongres tahunan PSSI. "Sesuai keputusan yang disepakati bersama, Exco setuju untuk menetapkan tanggal 15 Juni 2013 sebagai tanggal kongres tahunan PSSI," kata Sekjen PSSI, Hadiyandra.

"Rencananya akan kami lakukan di Surabaya. Untuk kepastian hotel atau gedung kongres akan kami informasikan kemudian, baik kepada peserta maupun ke publik," terangnya.

Revitalisasi PSSI

Permasalahan personalia di tingkat Komite maupun manajerial juga menjadi sorotan. "Dari 17 Komite yang ada di PSSI akan dilaksanakan oleh tujuh anggota komeks yang ada. Kebijakan ini akan ditinjau ulang pada kongres tahunan PSSI Juni mendatang," jelas Hadiyandra.

Gemuknya struktur PSSI menjadi kekhawatiran tersendiri demi kelangsungan hidup organisasi olahraga tertua di Indonesia ini. "Intinya kami menginginkan adanya good governance di PSSI. Mudah-mudahan langkah yang akan kami segera implementasikan bisa menciptakan PSSI yang baru. Toh ini kan semuanya untuk kebaikan organisasi dan yang lebih penting lagi kepentingan sepakbola kita semua," ujar Hadiyandra.

Gugus tugas khusus untuk menangani hal ini diketuai langsung oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti selaku Wakil Ketua Umum PSSI dan 2 anggota; Joko Driyono dan Hinca Ikara Pandjaitan.

Tim Nasional

Banyaknya agenda internasional ke depan  revitalisasi BTN selaku administrator merupakan hal yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. “Kami setuju yang memimpin BTN harus dari unsur anggota komeks sendiri. Oleh karena itu sebagai ketua BTN kami serahkan langsung kepada Wakil Ketua Umum, Bapak La Nyalla Mahmud Mattalitti. Untuk struktur ke bawahnya kami mandatkan kepada BTN untuk menyelesaikannya,” ujar Hadiyandra.

Penyatuan Liga

Penyatuan liga akan dilakukan sebagaimana telah disetujui pada Kongres Luar Biasa 17 Maret yang lalu. "Secara garis besar tidak ada usulan baru yang dikemukakan pada rapat kali ini. Terkait Kompetisi Divisi Utama kami mendapatkan surat dari 11 peserta kompetisi DU yang dikelola  oleh LPIS yang menginginkan pengelolaan kompetisi mereka dialihkan kepada PT Liga Indonesia. Hal ini kami serahkan penuh kepada Ketua Komite Kompetisi, Erwin Dwi Budiawan untuk segera berkoordinasi dengan mereka," tutup Hadiyandra. [beritajatim]



Post a Comment Blogger

Isi Komentar diluar tanggung jawab kami

 
Top