Wasit Senior ISL Jimmy Napitupulu - NET

Seputar Timnas - Komite wasit KPSI bakal kembali mempromosikan wasit yang biasanya memimpin pertandingan Divisi Utama ke Indonesia Super League (ISL).

Hal itu tak terlepas dari permintaan PT Liga Indonesia (LI) yang mulai kekurangan wasit elite untuk memimpin laga ISL. Anggota Komite wasit KPSI, Jimmy Napitupulu, menerangkan, pihaknya sudah menyiapkan lima nama untuk dipromosikan. Selain itu, wasit yang sempat diistirahatkan, Aeng Suarlan, bakal kembali diaktifkan.

"Ini permintaan dari PT LI. Kami kan hanya menyediakan wasit. Kami berikan daftarnya, mereka yang akan memanfaatkan," ujar Jimmy saat dihubungi wartawan.

Kelima wasit tersebut antara lain, Muhaimin, Tabrani, (Jatim) Hadiyana (Jabar), Maulana (Jateng), dan Mohammad Adung (DKI Jakarta), yang diserahkan sebagai wasit tambahan setelah dianggap layak memimpin laga ISL.

Sementara itu, Aeng sendiri diminta mempimpin kembali oleh PT LI, karena Aeng dianggap masih layak memimpin setelah dilakukan evaluasi oleh komite wasit. Aeng adalah wasit yang memimpin pertandingan pembuka ISL musim ini antara Sriwijaya FC kontra PSPS Pekanbaru, yang kala itu dinilai melakukan kesalahan mendasar dalam memimpin sebuah pertandingan.

"Kesalahan dia (Aeng) itu teknis, bukan non-teknis. Karena itu masih bisa dibenahi. Tapi kalau non-teknis masalah uang (suap), kami tak akan menoleransi," terang Pria berdarah Sumatera Utara ini.

Jimmy menolak ketika Komite Wasit KPSI dianggap tidak tegas, karena mengaktifkan kembali Aeng. Menurut dia, situasi ini juga dialami seluruh wasit di seluruh dunia ketika melakukan kesalahan teknis, dan kesalahan Aeng dinilai masih bisa dibenahi.

"Seperti mobil, kalau rusak, ya kan bisa dimasukkan bengkel. Dievaluasi dengan diistirahatkan dulu, baru dicoba lagi," jelasnya.

Namun, Komite Wasit KPSI sendiri belum mengiyakan permintaan dari PT Liga tersebut untuk mengaktifkan kembali Aeng. Menurut Jimmy, bisa saja Aeng tidak langsung memimpin pertandingan ISL, tapi diturunkan dulu untuk memimpin laga di Divisi Utama.

Selain adanya promosi wasit dari Divisi Utama ke ISL, Komisi wasit juga mengistirahatkan beberapa wasit karena dianggap melakukan kesalahan dalam memimpin laga. Hal itu yang membuat stok 15 wasit elit ISL berkurang sehingga dibutuhkan tambahan lagi.

Wasit yang diistriahatkan di antaranya, Novari Ihsan Arilaha, Muslimin, dan Yandri (Diistirahatkan empat pekan). Dengan hukuman degradasi menjai memimpin laga Divisi Utama, Komite Wasit KPSI berharap agar wasit lebih konsentrasi dengan tugasnya.[okezone]



 
Top