Thursday, February 28, 2013

Timnas U-23 Terkendala Dana

Timnas U-23 - IST

Seputar Timnas - Manajemen Tim Nasional U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games 2013 Myanmar menyatakan akan sabar menunggu turunnya surat keputusan (SK) dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Hingga saat ini, SK yang dijanjikan Satlak Prima untuk timnas U-23 belum juga turun.

Sebelumnya, Satlak Prima menjanjikan akan menurunkan SK kepada timnas U-23 pada akhir Februari. Namun, Ketua Satlak Prima Surya Dharma mengatakan bahwa untuk timnas U-23, ia akan menunggu kepastian hingga kongres PSSI pada 17 Maret 2013. Surya menginginkan kepastian kondisi sepak bola Indonesia setelah kongres berlangsung.

Menanggapi kondisi seperti ini, Manajer Timnas U-23 Edi Nurinda Susila mengatakan akan dengan sabar menunggu keputusan dari Satlak Prima tentang SK. "Ya, mau bagaimana lagi, memang kondisinya seperti itu. Kita harus dengan sabar menunggu sampai kongres 17 Maret nanti," kata Edi, Kamis (27/2/2013).

SK itu diperlukan sebagai dasar untuk memulai pemusatan latihan timnas. SK tersebut juga berguna untuk pencairan dana bagi timnas. "Tidak bisa pemusatan latihan berjalan kalau tak ada dana. Beginilah kondisinya, kita harus sabar," kata Edi.[kompas]



Read More

Gebrakan Hadiyandra Usai "Ditunjuk" Jadi Sekjen PSSI

Hadiyandra - IRNEWS

Seputar Timnas - Setelah ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Hadiyandra mulai unjuk gigi.

Mantan Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi tersebut, memanggil sebanyak 37 pemain untuk mengikuti training centre (TC) tim nasional Indonesia jelang menghadapi pertandingan lanjutan Pra Piala Asia 2015.

"Semua pemain, diharapkan berkumpul paling lambat pada 7 Maret mendatang," ujar Hadiyandra yang menggantikan posisi Halim Mahfudz tersebut.

"Semua pemain terbaik dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL), diharapkan memiliki komitmen untuk memperkuat Timnas," tambahnya.

Dikatakannya lagi, pemanggilan pemain ke Timnas secara prosedural memang harus dilakukan PSSI. Namun, untuk rujukannya mengacu pada Badan Tim Nasional (BTN).

"Pelatih kepala Timnas, kami percayakan kepada Luis Manuel Blanco dan kawan-kawan. Dengan demikian, posisi Nil Maizar selaku pelatih telah digantikan Blanco," pungkasnya.[bolanet]



Read More

Dipecat PSSI, Halim Melawan, Siapkan Kongres Tandingan

Halim Mahfudz - NET

Seputar Timnas - Dipecat sebagai Sekjen PSSI, Halim Mahfudz melawan. Halim bahkan sudah menyiapkan kongres yang juga akan diselenggarakan di Bandung, pada 17 Maret 2013.

"Untuk saat ini ada tiga hotel yang menjadi pilihan, yaitu Grand Hyatt, Gunung Putri dan Pine Mansion," kata Halim di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).

Selain menyiapkan hotel, Halim juga menyatakan kepanitiaan Kongres yang akan diselenggarakan di Bandung sudah siap. Ketua Kongres versi Halim Mahfudz Dkk diketuai oleh Saleh Mukaddar.

Adapun untuk verifikasi peserta, ia menyebut akan melibatkan lima orang yaitu Agus Yasmin, Cholid Goromah, Hadiyandra, Farid Mubarok, dan Bustomi.

"Lima orang sudah kami tugaskan untuk melakukan verifikasi. Perwakilan kami akan bekerja sama dengan tim verifikasi dari lembaga lain," jelas Halim. [jpnn]





Read More

Kawal Kongres PSSI, Roy Bentuk 2 Satgas

Roy Suryo - LIPUTAN6

Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo membentuk dua satuan tugas (Satgas) yang akan mengawal solusi penyelesaian permasalahan persepakbolaan nasional yang terjadi saat ini.

"Tugas satgas ini akan mengawal mulai persiapan hingga pelaksanaan Kongres PSSI 17 Maret nanti," kata Menpora Roy Suryo di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis.

Satgas pertama yang dibentuk adalah sebagai unsur penasihat yang diketuai oleh Ketua KOI Rita Subowo, wakil ketua Agum Gumelar dan Sekretaris Yuli Mumpuni. Sedangkan anggotanya adalah Utut Adianto, Tono Suratman, Heru Nugroho, Eko Indrajit dan Ivana Lie.

Sedangkan satgas kedua adalah sebagai unsur pelaksana yang diketuai oleh Faisal Abdullah, wakil ketua Yesayas Oktavianus, Sekretaris Victor Imanuel, wakil sekretaris Mohammad Kusaeni, anggota Ganjar Laksamana, Bonaparta, Ferril Raymond Hattu, Apung Widiadi, Valentino Simanjuntak dan Yusuf Kurniawan.

Menurut dia, penyelesaian persoalan persepakbolaan nasional harus berpedoman pada solusi dari FIFA. Untuk itu semua pihak diharapkan turut serta dalam membangun kemajuan persepakbolaan nasional.

"Selain mengawal tahapan kongres, satgas ini juga akan mengawal empat poin arahan dari FIFA," kata politisi dari Partai Demokrat itu.

Empat poin arahan dari FIFA itu adalah melakukan penggabungan atau unifikasi liga, revisi statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (EXCO) PSSI yang telah dinonaktifkan serta melaksanakan kongres dengan peserta voter KLB Solo, 9 Juli 2011.

Pengganti Andi Mallarangeng itu mengaku dengan terbentuknya satgas ini diharapkan segera melaksanakan tugas demi menyelesaikan persoalan persepakbolaan nasional. Apalagi satgas mulai aktif sejak ditetapkan hari ini.

"Mereka akan bekerja dibelakang tim yang dibentuk PSSI, terutama dalam hal melakukan verifikasi `voters` (pemilik suara) yang akan ikut dalam kongres. Yang jelas kita akan mematuhi arahan dari AFC dan FIFA," tuturnya.

Kongres PSSI sesuai rencana akan dilakukan di Hotel Borobudur Jakarta, 17 Maret dipastikan akan menggunakan "voters" Solo. Hanya saja untuk memastikan siapan yang berhak hadir akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu.

"Masalah pasti akan timbul. Disinilah peran satgas dibutuhkan. Mereka akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan," ucap pria penghobi mobil antik ini.

Roy berharap dengan dibentuknya satgas ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan demikian ancaman sanksi FIFA bisa dihindari sebelum batas akhir yaitu 20 Maret.[antara]





Read More

Nil Maizar Diminati Klub ISL Persegres Gresik United

Nil Maizar - ANTARA

Seputar Timnas - Manajemen Persegres Gresik United siap mendekati mantan pelatih tim nasional, Nil Maizar untuk menggantikan posisi Suharno sebagai pelatih kepala yang secara resmi diberhentikan sejak Rabu (27/2). 

CEO Persegres, Soesanto Tjahyo Kristiono atau yang biasa disapa Anton, Kamis telah melakukan pendekatan kepada empat pelatih, masing-masing dua pelatih lokal dan dua pelatih asing.

"Kalau Dejan Antonic bisa iya bisa tidak, dan kalau Nil Maizar kita lihat saja nanti. Yang jelas, kami sedang mendekati dua pelatih lokal dan dua pelatih asing," katanya ketika ditemui di Kantor Persegres.

Ia mengatakan, nama-nama pelatih bidikan Persegres masih dirahasiakan.

Manajemen tetap menargetkan dalam sepekan ini sudah bisa merekrut salah satunya, sehingga bisa mengangkat kembali prestasi tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Gresik tersebut.

"Yang jelas kita target sepekan sudah mendapatkan pelatih baru," katanya.

Sebelumnya, ia mengatakan pemberhentian Suharno sebagai pelatih kepala Persegres, karena hasil evaluasi sembilan laga yang dijalani tim berjuluk "Jaka Samudro" itu tidak menunjukkan peningkatan.

Persegres hanya menggapai kemenangan empat kali, kalah empat kali, dan seri satu kali, sehingga hasil ini dinilai gagal oleh manajemen.[antara]



Read More

Ruang PSSI Digembok, Halim - Bob Terpaksa Konpers di Lobi

Ilustrasi - NET
Seputar Timnas - Halim Mahfudz rupanya tidak menerima hasil rapat anggota eksekutif komite (exco) PSSI yang digelar di kantor PSSI Senayan, Rabu (27/2) kemarin yang memberhentikan dirinya sebagai Sekjen PSSI.

Kamis (28/2) hari ini, Halim terlihat mendatangi Kantor PSSI untuk menggelar konferensi pers. Halim terlihat didampingi oleh anggota exco PSSI Bob Hippy yang sebelumnya sudah menolak hasil rapat tersebut.

Sayang upaya Halim untuk menggelar konferensi pers terhadang. Itu karena ruang konferensi pers PSSI terkunci rapat.

"Mana kuncinya," kata Halim Mahfudz sambil menggoyang-goyangkan pintu ruang konferensi pers.

Setelah beberapa menit menunggu dan kunci ruang konferensi pers tak kunjung datang, Halim dan Bob Hippy akhirnya menggelar konferensi pers di lobi PSSI.[jpnn]




Read More

Halim : Kongres PSSI Digelar di Bandung

Halim Mahfudz  - NET
Seputar Timnas - Kota Bandung Jawa Barat ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres PSSI 17 Maret nanti yang salah satu agendanya adalah merevisi statuta dan unifikasi atau penggabungan liga (IPL dan ISL).

"Sebelum memutuskan Bandung, kami terlebih dahulu melakukan survei di beberapa tempat termasuk Semarang," kata Sekjen PSSI Halim Mahfudz di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Kamis.

Dengan ditetapkannya Kota Bandung sebagai lokasi kongres bisa dipastikan Kongres PSSI akan dilakukan di dua tempat berbeda dan dalam waktu yang bersamaan. 

Hal tersebut terjadi setelah kubu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin yang didukung empat anggota EXC0 yang baru saja bebas dari sanksi telah menetapkan lokasi kongres adalah Hotel Borobudur Jakarta.

Dalam rapat yang dihadiri La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan dan Tony Aprilani itu juga diputuskan penggantian Sekjen PSSI dari Halim Mahfudz kepada Hadiyandra. Hanya saja CEO Halma Strategic itu menolak mengakuinya.

"Bandung sangat tepat karena memenuhi standar yang kami tetapkan. Pendukungnya juga sudah siap," kata Halim menambahkan.

Halim Mahfudz mengaku telah menyiapkan sedikitnya tiga hotel yang dipersiapkan untuk menampung peserta serta lokasi untuk kongres yaitu Grand Hyatt Bandung, Hotel Gunungputri serta Masion Pine.

Selain menyiapkan lokasi kongres, pihaknya juga telah mempersiapkan tim verifikasi voters atau pemiliki suara yang akan diundang pada Kongres PSSI 17 Maret nanti. Voters yang diundang sesuai dengan perintah FIFA yaitu berdasarkan voters KLB PSSI Solo 2011.

"Kami telah menyiapkan lima orang di antaranya Farid Mubarok, Saleh Mukadar, Hadiyandra dan Bustomi. Tim ini juga akan bekerja sama dengan pihak yang lain," kata Halim menegaskan.

Sementara itu Kongres PSSI versi Djohar Arifin Husin juga menyiapkan tim tersendiri. Tim verfikasi ini melibatkan pihak PSSI, KPSI serta meminta bantuan kepada AFC dan FIFA.

Guna mengawasi jalannya kongres pihak pemerintah dalam hal ini Kemenpora membentuk satgas khusus. Satgas yang berisikan tokoh olahraga serta perwakilan Kemenpora ini akan berkerja hingga Kongres PSSI berakhir.[antara]





Read More

Halim Mahfudz Masih Ngotot Sebagai Sekjen PSSI

Halim Mahfudz - IST

Seputar Timnas - Halim Mahfudz mendatangi kantor PSSI, Senayan Jakarta, Kamis (28/2) atau hanya sehari setelah rapat eksekutif komite (exco) PSSI memutuskan untuk memberhentikannya dari jabatan Sekjen PSSI. Kepada wartawan, Halim mengaku masih menjadi Sekjen PSSI yang sah.

"Saya sebagai sekjen PSSI mempertanyakan prosedur pengumuman itu, karena katanya lewat exco. Sebagai sekjen saya tidak pernah mengeluarkan undangan rapat exco," kata Halim Mahfudz di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Kamis (28/2).

Halim melanjutkan, dirinya memang pernah mengeluarkan undangan rapat exco untuk hari Senin (26/2). Tapi rapat batal dilaksanakan karena anggota exco sibuk.

"Kemudian tiba-tiba ada rapat yang kita tidak tahu sehingga exco lain tidak hadir. Saya dengar dua exco hadir, kemudian juga ada empat exco yang belum diterima kongres untuk kembali," ungkapnya.

Secara aturan, kata dia, baik di MoU statuta, jika mau kembali harus lewat kongres. Tapi kongres belum dilaksanakan sehingga empat exco tersebut, kata Halim, belum boleh terlibat dalam pengambilan kebijakan di PSSI.

"Olehnya itu dengan segala hormat saya menolak keputusan yang tidak prosedural. Saya menetapkan diri masih sebagai sekjen bukan karena mau mempertahankan, tapi untuk menegakan statuta," kata CEO Halma Strategic tersebut.[jpnn]



Read More

Tolak Timnas BTN, Semen Padang Fokus Piala AFC

Semen Padang di AFC Cup - STC

Semen Padang - Daripada terjebak sejumlah persoalan yang mengganggu pada awal IPL 2013, Semen Padang lebih memilih fokus menghadapi Piala AFC. Pada Selasa (5/3) Kabau Sirah akan menjamu Singapore Armed Forces di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Kubu lawan punya catatan apik melawan klub Indonesia. Pada 2010, mereka menaklukkan Sriwijaya FC 3-0 di play-off Liga Champion Asia.

Musim ini Singapore Armed Forces mengandalkan mayoritas pemain muda. Mereka didampingi sejumlah pemain senior yang reputasinya mentereng di pentas persaingan ASEAN seperti Daniel Bennett dan Shi Jiayi.

Semen Padang telah menolak melepas para pemain mereka mengikuti pelatnas timnas untuk Kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi yang akan dimulai 1 Maret mendatang.

Pemain andalan Semen Padang, Jandia Eka Putra, Novan Setya, Titus Bonai, Syaifullah, Arief Tuansyah, dan M. Nur Iskandar, masuk daftar 35 nama pemain pelatnas versi Badan Tim Nasional bentukan PSSI-KPSI.

"Untuk sementara kami tak akan mengizinkan pemain ke timnas. Selain berpandangan BTN membuat dualisme pengelolaan timnas, Semen Padang juga butuh tenaga mereka untuk tampil di Piala AFC," kata Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar.[bolanews]



Read More

Roy Suryo : ISL Otomatis Kembali ke Yurisdiksi PSSI

La Nyalla -  Roy Suryo - Djohar - ANTARA

Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyatakan, kembalinya empat eksekutif komite (exco) ke PSSI menjadi pertanda bersatunya kembali sepakbola nasional. Kembalinya empat exco ini juga secara otomatis Indonesia Super League (ISL) kembali ke yurisdiksi PSSI.

"Kalau empat exco kembali maka secara otomatis ISL berada di bawah yurisdiksi PSSI. Saya juga sudah menyatakan hal ini ke La Nyalla," kata Menpora Roy Suryo saat ditemui Media Centre Kemenpora Senayan Jakarta, Kamis (28/2).

Ia menyatakan, dalam proses rekonsiliasi ini kedua pihak harus sama-sama menang. Tidak boleh ada pihak yang merasa dikorbankan atau merasa dikalahkan.

"Saya pikir kedua pihak harus menang. Kalau yang satu menang yang lain juga harus menang," ujar politikus dari Partai Demokrat tersebut.

Roy juga berharap KPSI membubarkan diri setelah Kongres PSSI 17 Maret yang menggunakan voters Solo dilaksanakan. "Insya Allah nanti setelah Kongres terbentuk maka KPSI membubarkan diri. Doakan saja nanti tidak ada lagi pihak-pihak yang melakukan persuratan baik itu ke FIFA maupun ke AFC," ujarnya.[jpnn]



Read More

Inilah Nama-Nama Satgas Normalisasi Bentukan Menpora

Rita Subowo - IST

Seputar Timnas - Dalam rangka menanggapi perkembangan proses rekonsiliasi federasi persepakbolaan Indonesia, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Roy Suryo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Normalisasi. Badan tersebut nantinya akan mengawal pelaksanaan beberapa solusi dari FIFA dalam menyelesaikan kisruh sepakbola di Indonesia.

Susunan keanggotaan satgas sendiri akan terdiri dari penasehat dan pelaksana. Untuk penasehat, ketua umum KOI, Rita Subowo dipercaya untuk menjadi ketua, sedangkan wakilnya adalah Agum Gumelar. Sedangkan untuk pelaksana, diketuai oleh staf khusus Kemenpora, Faisal Abdullah, dengan wakil Yesayas Oktavianus. Seluruh anggota Satgas merupakan gabungan dari stakeholder dan unsur-unsur masyarakat.

"Berdasarkan Keputusan Menpora No.0026 Tahun 2013, maka dilakukan pembentukan Satuan Tugas (Satgas), dalam penyelesaian masalah persepakbolaan nasional," ujar Roy pada konferensi pers di kantor Menpora, Kamis (28/2) siang.

"Satgas ini bernama Satgas Normalisasi. Dan, ini adalah tindak lanjut dari pemerintah (dalam menengahi penyatuan kedua kubu berseteru), yang ditetapkan pada 27 Februari 2013," sambung suksesor Andi Mallarangeng tersebut.

Satgas nantinya akan mengawal proses pelaksanaan poin-poin yang diberikan FIFA, yaitu revisi statuta PSSI, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif yang telah dinonaktifkan, penyatuan liga, dan Kongres PSSI dengan peserta voters Kongres PSSI di Solo, 2011 silam.

Berikut susunan lengkap keanggotaan Satgas Normalisasi:

Penasehat
Ketua: Rita Subowo
Wakil ketua: Agum Gumelar
Sekretaris: Yuli Mumpuni Widarso

Anggota:
1.Utut Adianto
2.Tono Suratman
3.Heru Nugroho
4.Eko Indrajit
5.Ivana Lie

Pelaksana
Ketua: Faisal Abdullah
Wakil Ketua: Yesayas Oktovianus
Sekretaris: Victor Emanuel
Wakil Sekretaris: Muhammad Kusnaeni

Anggota: 
1.Ganjar Laksamana Bonaparta
2.Ferril Raymond Hattu
3.Valentino Simanjuntak
4.Yusuf Kurniawan


[okezone]




Read More

Rawan Kerusuhan Laga Persib Kontra Persija Digelar Tanpa Penonton

Jakmania dan Viking bersatulah - DUNIASOCCER

Seputar Timnas - Status musuh bebuyutan Persib Bandung dan Persija Jakarta tidak bisa dikatakan sudah mengakar sejak era Perserikatan. Banyak diantara mantan pemain Maung Bandung yang lebih suka menyematkan label musuh bebuyutan kepada PSMS Medan.

Maung Bandung dan Macan Kemayoran mulai adu gengsi sejak akhir 1990’an. Permusuhan dua kelompok suporter, Viking dan Jakmania ikut menumbuhkan kebencian di antara kedua pihak dan secara tidak langsung telah memanaskan suasana setiap kedua tim bertemu.

Tak jarang fanatisme diantara kedua kelompok suporter tersebut, berubah jadi fanatisme buta. Peristiwa meninggalnya beberapa suporter saat menyaksikan duel Persija melawan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 27 Mei 2012 jadi contoh gelap persaingan kedua tim.

Peristiwa tersebut sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Sejumlah peristiwa kekerasan lain baik yang dialami suporter kedua tim, maupun tim secara langsung pernah terjadi.

Liga Indonesia musim 2007/2008, mungkin jadi peristiwa yang tak terlupakan bagi skuad Maung Bandung kala itu. Bus yang mengangkut rombongan pemain, staf pelatih dan ofisial tim secara membabi buta diserang dengan lemparan benda-benda keras.

Sama halnya Persib, para pemain Persija pun pernah mengalami perlakuan kurang menyenangkan. Salah satunya terjadi di Indonesia Super League musim 2010/2011. Bus yang rencananya bakal mengangkut para pemain Persija dilempari hingga kaca dan beberapa bagian bus pecah.

Akibatnya para pemain Persija harus diangkut menggunakan kendaraan taktis yang disiapkan Kepolisian menuju Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan tak ada korban jiwa.

Saking seringnya peristiwa kekerasan terjadi setiap duel Persib melawan Persija berlangsung. Komisaris Utama PT. PBB, Zaenuri Hasyim sempat mengutarakan wacana agar laga dua musuh bebuyutan tersebut digelar tanpa penonton baik ketika dimainkan di Jakarta maupun Bandung.

“Kalau terus-terusan ada korban, digelar saja di tempat netral,” cetus Zaenuri, beberapa waktu lalu.

Laga Persib melawan Persib, Minggu (3/3) sendiri kemungkinan besar digelar di Stadion Si Jalak Harupat dan tanpa penonton karena pertimbangan keamanan. Selain itu, pada tanggal yang sama di Bandung konsentrasi pihak Kepolisian juga tertuju ke proses sidang paripurna penetapan pemenang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013.[sindo]



Read More

Fabio : PSSI Tak Punya Etika, Bayar Gaji Saya!

Fabio Oliveira - BOLANET
Seputar Timnas - Asisten Pelatih Timnas Fabio Oliveira mengaku lapang dada dengan pemecatan yang dilakukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Namun Fabio meminta PSSI segera membayarkan gajinya.
 
Selain masalah gaji yang ditunggak, Fabio juga mengeluhkan etika PSSI dalam melakukan pemecatan tersebut. Ditegaskan Fabio, bukan dirinya yang meminta menjadi menjadi pelatih timnas, melainkan PSSI yang memintannya.

Di dalam kontrak, beber Fabio, pemecatan harus diberitahukan satu minggu sebelumnya. Tetapi, pemecatan ini dilakukan tanpa pemberitahuan. Fabio mengetahui pemecatan dirinya dari media, bukan dari PSSI. "Jangan seperti ini caranya. Tapi yang paling penting, bayarkan hak kami," keluh Fabio.

Hadiyandra, Deputi Sekjen Bidang Organisasi yang baru ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PSSI menggantikan Halim Mahfudz mengakui masih adanya tunggakan kepada Fabio. Namun ia berjanji PSSI akan segera menyelesaikannya.

"Masalah tunggakan gaji akan segera kami bayarkan," singkat Hadiyandra tanpa bisa memastikan kapan pembayaran tersebut akan dilakukan.[republika]




Read More

Nil Maizar : Saya Tetap Pelatih Timnas

Nil Maizar - IST
Seputar Timnas - Nil Maizar menegaskan bahwa dirinya masih dipercaya PSSI menangani tim proyeksi Pra-Piala Asia 2015. Pernyataan Nil Maizar sekaligus menjadi arahan bagi seluruh pemain agar pemain tidak bingung dalam bersikap.

"Hingga saat ini, saya adalah pelatih Timnas Indonesia. Bukan orang lain. Dasarnya adalah Surat Keputusan yang ditanda tangani Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin) untuk tim Piala Asia 2015. Tim akan memulai pelatnas, 10 Maret. Pemberitahuan lokasi (pelatnas) menyusul," ungkap Nil Maizar seperti dikutip dari Warta Kota , Selasa (26/2/2013) sore.

"Soal asisten pelatih dan sebagainya, itu masih sama. Tidak ada perubahan. Kami berjalan seperti biasa dan tidak ada keraguan untuk memberikan kemampuan terbaik kepada Indonesia," tegas Nil Maizar. Nil Maizar berharap pernyataannya memberikan secercah titik terang seiring kehadiran Badan Tim Nasional (BTN) yang mengklaim berhak mengelola timnas.

Seperti diberitakan sebelumnya, rapat exco PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin, memutuskan untuk membentuk Badan Tim Nasional (BTN), dan memecat Nil Mazair dari posisi pelatih timnas, untuk kemudian digantikan oleh Luis Manuel Blanco dari Argentina.

Namun keputusan rapat Exco yang dipimpin Djohar itu, tidak diakui oleh anggota exco yang lain, yakni Bob Hippy, yang di waktu bersamaan juga menggelar rapat dengan Wakil Ketua PSSI, Farid Rahman.[wartakota]




Read More

Pelatnas Jangka Panjang Namun Prestasi Tak Kunjung Datang

Nil Maizar dan Fabio - GOAL

Seputar Timnas - Ada satu hal yang lumrah terjadi saat pembentukan tim nasional Indonesia setiap akan bertanding di sebuah ajang besar internasional. Ya, selalu ada kegiatan pemusatan latihan nasional atau biasa disingkat pelatnas.

Pelatnas memang dilakukan oleh seluruh negara di dunia ketika akan menjalani laga internasional. "Uniknya" di Indonesia, pelatnas sering dilakukan dalam waktu yang lama, berminggu-minggu atau bahkan sampai beberapa bulan.

Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan negara-negara di Eropa. Lihatlah bagaimana timnas Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, dan negara lain menyiapkan pemain hanya sekitar 4-7 hari.

Kalaupun harus melakukan pelatnas selama sebulan penuh, negara-negara tersebut biasanya akan mengikuti kejuaraan besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Untuk ajang-ajang kualifikasi dan laga persahabatan internasional, negara-negara kuat sepak bola itu hanya mempersiapkan tim dengan singkat.

Kebiasaan negara-negara itu ternyata belum bisa diikuti oleh Indonesia. Tim Merah Putih masih berpedoman pada pelatnas jangka panjang untuk persiapan timnas.

Anehnya, meski sudah dilakukan pelatnas jangka panjang pun, prestasi memuaskan tak kunjung datang.

Masalah fisik
Banyak faktor yang memaksa timnas Indonesia kerap kali membutuhkan pelatnas jangka panjang sebagai persiapan untuk pertandingan  besar. Kondisi sepak bola Indonesia ternyata dianggap sebagai alasan utama.

"Pemain-pemain yang datang memenuhi panggilan tim nasional Indonesia tak semuanya memiliki kondisi fisik dan taktik yang sama. Ada yang bagus, ada juga yang tidak. Jadi, kami harus membuat kondisi pemain satu dengan yang lain menjadi sama," ucap mantan Pelatih Timnas Indonesia, Nilmaizar, kepada Kompas.com, Selasa (26/2/2013).

"Selain itu, kota-kota di Indonesia itu tak berdekatan. Misal, pemain dari Papua harus menempuh perjalanan panjang ke Jakarta. Pemain juga butuh istirahat. Di luar negeri, dari kota satu ke kota lain bisa ditempuh dengan cepat," lanjutnya.

Apa yang dikatakan Nilmaizar mengenai ketidakseragaman fisik pemain diamini oleh fisioterapis timnas Indonesia, Matias Ibo. Fisik memang menjadi kendala utama bagi para pemain timnas Indonesia yang baru bergabung ke pelatnas.

"Tidak semua pemain memiliki standar fisik yang dibutuhkan saat berada di timnas Indonesia. Karena itu, sering kali staf pelatih di timnas Indonesia memulai program latihan dengan latihan fisik," ujar Matias.

"Oleh karena itu, pelatnas timnas Indonesia biasanya diisi oleh banyak pemain. Kemudian, setelah dilakukan latihan fisik, ada beberapa yang dicoret karena dinilai fisiknya tak bisa memenuhi standar untuk bermain pada waktu yang telah ditentukan. Namun, ada juga yang dicoret karena alasan lain," tambah Matias.

Peran klub
Jika bicara fisik pemain tak sesuai dengan apa yang diharapkan staf pelatih timnas Indonesia, hal itu bisa kembali lagi ke klub tempat pemain yang bersangkutan bermain. Matias membeberkan bahwa tak semua klub di Indonesia memiliki seseorang yang ahli untuk mengurusi fisik dan kebugaran pemain.

"Beberapa klub mungkin punya struktur pelatih yang lengkap, mulai dari pelatih kepala, pelatih kiper, pelatih fisik, sampai fisioterapis. Tetapi, tidak semua klub memilikinya," paparnya.

"Rata-rata, klub hanya mempekerjakan tukang urut untuk mengurusi pemain yang cedera. Saya tak bilang tukang urut tidak bagus. Di antara mereka, pasti ada yang mengerti ketika otot keram atau terkilir. Tetapi, tak menutup kemungkinan juga mereka salah menangani cedera," lanjutnya.

Pemain dan pelatih berkualitas
Sementara itu, mantan Pelatih Timnas Indonesia, Danurwindo, memiliki pandangan lain yang lebih utama mengenai pelatnas jangka panjang timnas Indonesia. Menurut Danurwindo, sistem pengembangan sepak bola di Indonesia menjadi penyebab utama hal tersebut.

"Memang benar, apa yang kita lakukan di Indonesia (pelatnas jangka panjang) hampir tak pernah terjadi di negara-negara lain, khususnya di Eropa. Itu semua karena perkembangan sepak bola Indonesia yang jalan di tempat," tegas Danurwindo.

"Di negara lain yang sepak bolanya maju, terdapat aspek-aspek utama dalam sepak bola, yakni pemain dan pelatih berkualitas," tandasnya.

"Mengapa perlu pemain dan pelatih berkualitas? Pemain contohnya, mereka harus bisa mengerti dengan cepat apa yang diinstruksikan pelatih saat menjalani pelatnas. Jadi, pelatih tak perlu lama memasukkan strategi permainan dalam diri setiap pemain. Hal itu jelas irit waktu. Saya berani bicara, pelatih sekelas Jose Mourinho pun takkan bisa melatih pemain yang lama mencerna taktik dan strategi yang diinstruksikan."

"Namun, kita juga perlu memiliki banyak pelatih berkualitas. Pemain yang dipanggil timnas pasti berasal dari klub. Di klub tersebut, pelatih juga harus menanamkan taktik dan strategi yang baik kepada pemain. Peran pelatih juga penting untuk membentuk pemain berkualitas, selain pelatih tersebut juga harus berkualitas," tutur Danurwindo.

Infrastruktur
Pelatnas jangka panjang yang tak disusun dengan benar semakin lengkap dengan sering bentroknya dengan jadwal-jadwal pertandingan klub. Pembicaraan antara pengurus federasi, penyelenggara liga, dan klub dianggap penting dilakukan agar tak terjadi tarik-menarik pemain ke timnas.

"Hal ini yang harus dibicarakan terlebih dahulu. Semua elemen duduk bersama agar mengerti kapan ada jadwal pertandingan internasional, dan kapan juga kompetisi liga bergulir. Jangan tiba-tiba kompetisi bergulir, para pemain dipanggil ke timnas. Klub juga butuh pemain karena sudah membayar mahal pemain. Bukannya tak memperbolehkan pemain membela timnas. Namun, hal ini bisa dihindari jika semua jadwal tersusun dengan rapi," lanjut Danurwindo.

Sementara itu, Direktur Bidang Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus, setuju bahwa pelatnas jangka panjang versi timnas Indonesia sudah ketinggalan zaman. Namun, Sihar juga mengganggap ada dua hal yang harus dibenahi agar pelatnas timnas Indonesia bisa seperti negara-negara lain.

"Pelatnas jangka panjang seperti ini sudah terjadi sejak 20 tahun lalu. Jadi, bukan ketika saya menjabat sebagai pengurus PSSI. Saya pun ingin pelatnas jangka pendek, tak perlu lama-lama," kata Sihar. "Namun, ada dua hal utama yang harus dibenahi, yakni infrastruktur dan sumber daya manusia."

"Pertama, infrastruktur untuk timnas Indonesia tak memadai. Kita tak punya kompleks latihan yang lengkap untuk timnas Indonesia. Tempat latihan timnas Indonesia saja hanya di Lapangan C Senayan," tambahnya. "Yang kedua adalah sumber daya manusia, mulai dari pemain sampai pelatih."

Pelatnas jangka panjang sebenarnya bukan sebuah masalah selama bisa menghasilkan prestasi. Namun faktanya, timnas Indonesia tetap saja tak memperoleh hasil memuaskan. "Bergerak maju" tentu lebih baik ketimbang "berjalan di tempat".

Semoga Luis Manuel Blanco segera menemukan solusi.[kompas]



Read More

Pemain Persebaya Hanya Dikontrak Setahun

Skuad Persebaya - NET
Seputar Timnas - Meski dihuni barisan pemain muda potensial, Persebaya Surabaya tak memagari mereka dengan kontrak jangka panjang. Semua pemain Green Force hanya meneken kontrak dengan durasi setahun.

"Semua setahun. Tidak ada yang lebih dari itu," tegas Ibnu pada Bola.net, Kamis (27/02).

Ibnu enggan menjelaskan alasan kenapa Persebaya tak mengontrak pemain seperti Andik Vermansah untuk dua atau tiga tahun. Karena itu merupakan kebijakan manajemen PT Pengelola Persebaya Indonesia yang dipimpin I Gede Widiade.

Mantan pemain Persebaya Surabaya era 90-an ini juga mengungkapkan bahwa kontrak pemain ini akan tetap berpedoman pada pra kontrak yang sudah ditandatangani pemainnya per 1 Desember lalu.

Meski pun faktanya pemain sempat libur sebulan dan konon beberapa pemain menyebut kalau belum ada penandatanganan kontrak resmi seusai konflik yang mendera manajemen lalu.

Namun begitu, Persebaya sebenarnya masih bisa berjaga-jaga jika musim kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2013 berakhir nanti. "Kontrak bukan per musim kompetisi, tapi per tahun dan kontrak pemain kami hingga akhir November 2013," tandasnya. [bolanet]




Read More

Aneh, Sekjen Baru PSSI Akan Surati FIFA Minta Penegasan KLB atau Kongres Biasa

Hadiyandra - IRNEWS

Seputar Timnas - Setelah menentukan tempat digelarnya Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 nanti, sejumlah langkah dirancang PSSI, termasuk pembentukan tim verifikasi.

Menurut Hadiyandra, sekretaris jenderal PSSI yang baru diangkat menggantikan Halim Mahfudz, kongres akan digelar di Hotel Borobudur.

Kini, PSSI akan melakukan verifikasi terhadap peserta pemilik suara kongres. Sesuai kesepakatan (MoU) harus dihadiri oleh peserta Kongres Solo 2011 lalu.

“Telah disepakati jika voters kongres sesuai dengan MoU. Makanya harus dibentuk tim verifikasi yang akan melibatkan AFC dan FIFA. Jadi tim verifikasi voters terdiri dari perwakilan PSSI, KPSI, AFC dan FIFA,” kata Hadiyandra.

Selain itu, Hadiyandra juga menjelaskan bahwa pihaknya akan meminta penegasan dari FIFA dan AFC soal status kongres yaitu antara Kongres Biasa (KB) atau Kongres Luar Biasa (KLB).

Sejumlah agenda yang pasti dibahas dalam kongres nanti adalah penyatuan liga dan revisi statuta, demikian dijelaskan Hadiyandra usai rapat Komite Eksekutif yang dihadiri empat anggota yang sebelumnya dipecat, yakni La Nyalla Mattalitti, Robertho Rouw, Toni Aprilani dan Erwin Dwi Budiawan. Dalam rapat tersebut hadir pula ketua umum Djohar Arifin Husin dan anggota Mawardi Nurdin.

Lima Komite Eksekutif lain, yakni wakil ketua umum Farid Rahman, anggota Tuti Dau, Sihar Sitorus, Bob Hippy dan Widodo Santoso, tidak hadir.[beritajatim]



Read More

Putra Anambas Riau Masuk Timnas U-19

Timnas U-19 - HKFA

Seputar Timnas - Salah seorang putra terbaik asal Tarempa di Kabupaten Kepualauan Anambas-Riau, Wisnu Hardiyanto, terpilih dan masuk menjadi skuat tim sepakbola nasional usia 19 (Timnas U-19).Putra pasangan Herianto dan Isnaniar yang saat ini masih berusia 16 tahun itu, telah mengikuti seleksi Timnas U-19. Meski saat ini masih terbilang baru di dunia sepakbola nasional. Namun remaja penyuka makanan Mie Tarempa dan Ikan Manyu bakar ini mengaku sangat bahagia dan bangga bisa masuk dalam seleksi tersebut.

"Saya bangga dan bahagia telah masuk dalam jajaran Timnas U-19 ini bang. Meski awalnya saya tidak menyangka bisa masuk seleksi. Dan nantinya kami akan di seleksi lagi dengan pemain dari daerah lainnya. Namun demikian Saya cukup bangga bisa mewakili Kebupaten Kepulauan Anambas, terlebih lagi satu-satunya dari Provinsi Kepulauan Riau," ucap Wisnu yang di hubungi melalui ponselnya, Rabu (27/2).

Ia mengaku beruntung diusianya yang terbilang masih muda, sudah bisa merasakan keras dan berbobotnya latihan-latihan yang diberikan oleh para pelatih dari tingkat nasional bersama pemain daerah lain. Seperti Jambi, Lampung, Bali, Sidoarjo, dan Medan.

"Bayangkan mas, dari 16 club besar yang tersebar di Indonesia, saya bisa masuk dan merasakan merumput di beberapa daerah di Indonesia," terang Wisnu yang saat ini tengah berada di Cirebon, Jawa Barat dalam rangka pertandingan persahabatan sekaligus penyeleksian pemain muda.

Rencananya setelah dari Cirebon, dirinya bersama rombongan lainnya akan bergerak ke Barito, Kalimantan Tengah.

Disinggung mengenai ketatnya persaingan dalam seleksi timnas U-19 tersebut, Wisnu tidak manapik adanya hal tersebut. Namun dirinya mengakui setiap pemain khususnya di beberapa posisi, baik itu penyerang hingga gelangdang telah memiliki keahlian tersendiri. Sehingga akan sangat sulit untuk menirunya jika tidak ada latihan yang khusus.

"memang agak ketat persainganya, terlebih lagi saat penyeleksiannya kemarin saat di Timika, Papua, sampai-sampai dalam satu posisi yang menurut saya sudah bagus dan baik, harus di seleksi ulang lagi. Untuk mendapatkan yang Best Of The Best nya," terangnya.

Jadi intinya, jelasnya, yang bertahan dan terbaik versi pelatih timnas bisa mendapatkan posisi tersebut. Namun jika sudah memiliki posisi, suasana akan cair dan timbul rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat erat.

"Disitulah nikmatnya mas, dilapangan kita boleh ngotot namun kalau sudah diluar, kami menjadi satu keluarga besar. Kemana-mana bareng dan bersama," jelasnya.

Ketika disingung mengenai target pribadinya selama di Timnas U-19, dengan jelas Wisnu mengatakan ingin mempersiapkan diri untuk membantu timnas yang senior dalam Piala Asia.

"Dan mudah-mudahan harapan saya itu bisa terwujud untuk memperkuat timnas Indonesis serta memperkenalkan Kabupaten Kepulauan Anambas di sepakbola," ungkapnya.

Sementara itu, Herianto, orang tua Wisnu mengaku cukup bangga juga atas prestasi yang telah di ukir anaknya tersebut. Meski pada awalnya dirinya sangat menginginkan Wisnu bisa sukses menjadi seorang dokter atau aparat di pemerintahan seperti dirinya.

"Jujur Kami bangga sama anak itu, dia memiliki kemauan yang sangat keras untuk terus bermain sepakbola. Meski awalnya dia sudah saya daftarkan di sekolah kedokteran dan STPDN. Namun sempat kandas tanpa tahu hasilnya kenapa," terang Herianto yang sehari-hari bekerja sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Yang terpenting saat ini, tambahnya, dirinya dan istrinya sangat mendukung apa yang ingin dicita-citakan oleh anaknya tersebut. Dan semoga kedepannya bisa sukses menjadi atlet sepakbola yang profesional dan berhasil di Akademinya.

"Sebagai orang tua kita akan mendukung Wisnu. Selamat nak dan sukses selalu untukmu.. Nak," ucapnya.[haluankepri]




Read More

Diganti Blanco, Nil: Risiko Seorang Pelatih

Nil Maizar - LIPUTAN6

Seputar Timnas - Nil Maizar resmi digantikan Luis Manuel Blanco sejak Rabu (27/2/13). Pelatih asal Padang ini pun harus rela meletakkan tugas memimpin persiapan melatih timnas Pra Piala Asia menjelang laga melawan Arab Saudi, 6 Maret mendatang. Nil mengaku baru tahu soal pergantiannya itu. Dia mengaku cukup berbesar hati untuk menerima keputusan itu.

"Kalau saya digantikan, tidak masalah. Lagi pula, ini resiko menjadi seorang pelatih di manapun. Apalagi jika ini dilakukan untuk kepentingan sepak bola nasional," katanya seerti dikutip dari Liputan6.com.

Namun demikian, dia masih merasa heran dengan pergantian posisinya ini. Soalnya, dia tak mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu dari PSSI. "Sesuai yang tercantum di kontrak, saya seharusnya sudah tahu soal ini seminggu sebelum terjadinya pergantian. Sedangkan sampai hari ini, saya belum mendapatkannya. Karena itu, saya akan menanyakan ini besok ke pak Bob Hippy (koordinator timnas)," tuturnya.

Dia juga mengingatkan PSSI agar tetap memenuhi haknya sesuai dengan yang tercantum di kontrak. "Saya dikontrak sampai 2014. Jadi, harus jelas bagaimana kompensasi saya setelah pergantian ini. Sejauh ini, PSSI memang membayar gaji saya meski tidak lancar. Ada tunggakan yang tak pantas saya sebutkan," pungkasnya.[liputan6]




Read More

Luis Blanco Kini Resmi Jadi Pelatih Timnas

Luis Manuel Blanco - VIVA

Seputar Timnas - Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk melakukan penggantian pelatih tim nasional. “Rapat telah memutuskan bahwa pelatih nasional adalah Luis Manuel Blanco. Dengan demikian, Nil Maizar sudah tidak lagi menjadi pelatih tim nasional,” kata Sekjen PSSI, Hadiyandra, usai rapat pada Rabu, 27 Februari 2013.

Keputusan itu ditetapkan dalam rapat yang dihadiri empat anggota Komite Eksekutif yang sebelumnya dipecat, yaitu La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Edwin Dwi Budianto, dan Tony Apriliani. Selain itu, dihadiri dua anggota Komite Eksekutif lain, yaitu Djohar Arifin Husin dengan Mawardi Nurdin. Total anggota yang hadir adalah enam dari 11 orang. 

Hal lain yang dihasilkan dalam rapat itu adalah mengenai pelaksanaan Kongres PSSI pada 17 Maret 2013. Ia mengatakan kongres akan dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta. Ketua pelaksana kongres adalah Hadiyandra sendiri. 

“Sebelum kongres dilaksanakan, akan dibentuk tim verifikasi voters,” kata Hadiyandra. Tim itu, kata dia, akan berjumlah tujuh orang dan terdiri dari elemen PSSI, KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia), FIFA, dan AFC. Menurut dia, PSSI akan mengirim surat kepada FIFA dan AFC untuk mengirim daftar nama yang akan dimasukkan dalam tim verifikasi itu.  

Mengenai Badan Tim Nasional (BTN), Hadiyandra mengatakan surat keputusan yang menyatakan bahwa Harbiansyah Arbi, sebagai perwakilan Liga Super Indonesia, menjadi wakil Ketua BTN, sedang dipersiapkan hari ini. “Diharapkan Selasa pekan depan timnas yang diisi pemain-pemain terbaik ISL (Liga Super) dan IPL (Liga Prima) akan memulai pelatnas,” kata dia. [tempo]



Read More

IPL : Pro Duta Ditahan Persiba Tanpa Gol

Pemain Persiba berduel dengan pemain Produta - PRODUTA

Seputar Timnas - Pro Duta gagal mempertahankan poin absolut saat menjamu Persiba Bantul di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Rabu (27/2) sore. Meski sudah bisa menurunkan dua pemain asing, Jose Pedrosa Galan dan kiper Deniss Romanovs, tuan rumah hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Pro Duta turun dengan komposisi berbeda ketika pertandingan pertama melawan Semen Padang FC, Sabtu (16/2) lalu. Kali ini Gozali Muharam Siregar, Rahmat Hidayat serta Sutrisno jadi tumpuan di lini depan. Jose Pedrosa Galan menjadi dirijen lini tengah, sementara Deniss, mantan kiper Arema, menjaga mistar gawang.

Laga berjalan sengit sejak menit awal. Persiba yang mematok target mencuri minimal satu poin melayani strategi menyerang tim tuan rumah. Tiga penyerang diturunkan sekaligus, yakni Ezequiel Gonzales, Ugik Sugiyanto dan I Made Wirahadi. Sektor belakang mereka juga kokoh dengan hadirnya Carlos Eduardo Bizzaro, bek asal Brasil. Itu yang membuat serangan yang dibangun Pro Duta selalu mental.

Kuda Pegasus--julukan Persiba--beroleh peluang emas di menit 16 ketiga Gozali Siregar dijatuhkan di kotak haram. Namun wasit tidak menunjuk titik putih sehingga membuat pelatih Roberto 'Beto' Bianchi melayangkan protes. Sebaliknya, Persiba memperoleh kesempatan bagus lewat tendangan jarak jauh Made Wirahadi di menit 34. Namun arah bola masih melambung di atas mistar. Saling serang juga terjadi sepanjang babak kedua namun kedua tim sama-sama gagal menciptakan gol.

Usai pertandingan Beto mengakui pemainnya kesulitan mencetak gol dan itu pula yang terjadi ketika menghadapi Semen Padang. "Tapi kali ini kita lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Masalahnya ada di depan, kita sulit membuat penyelesaian akhir," tutur pelatih kelahiran Brasil ini.

Kata Beto, para pemain Pro Duta bukannya tidak pernah diberi latihan finishing touch. Fakta di lapangan menunjukkan mereka masih grogi dan kurang tenang. "Sepertinya mereka belum bisa diberi tanggung jawab dalam pertandingan selevel ini. Meski kita menguasai pertandingan tapi tidak ada artinya kalau tidak bisa bikin gol," tutup Beto.

Di kesempatan sama, asisten pelatih Persiba Albert Rudiana bersyukur timnya mampu memenuhi target yang dibebankan manajemen. Saat dilepas Bupati Bantul Idha Idham Samawi, Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan memang diharapkan mampu mencuri poin. "Bersyukur dapat satu poin dari Lubuk Pakam walaupun itu harus dicapai dengan perjuangan berat. Asalkan kita kompak pasti bisa," kata Albert.

Dia mengakui Pro Duta yang banyak diisi pemain muda merupakan tim yang kuat dan cepat. Karena itu Persiba tidak mau terbawa arus. "Mereka main cepat dan kita tidak mau ikut. Salut untuk anak-anak yang main maksimal maupun agak kepanasan," tuturnya. Pro Duta kembali tampil di kandang melawan Arema, Sabtu (2/3) mendatang, sementara Persiba menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang. [ligaprima]



Read More

Wednesday, February 27, 2013

Rudolf Yesayas : Halim Mahfudz Dilarang Masuk Kantor PSSI.

Rudolf Yesayas - IST
Seputar Timnas - Usai dipecat dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI, Halim Mahfudz kini dilarang menginjakkan kaki ke kantor PSSI.

Larangan itu diperintahkan oleh Staf ahli PSSI bidang luar negeri Rudolf Yesayas kepada para petugas keamanan dan staf keamanan kantor PSSI. "Saya perintahkan, jika ada Halim Mahfudz ke sini, dia dilarang masuk. Sekarang dia statusnya sudah bukan karyawan lagi," ujar Rudolf tegas memerintah.

Para pegawai dan staf itu pun hanya mengangguk menuruti perintah tersebut. Saat ditanya mengenai alasan melarang Halim Mahfudz berkunjung ke kantor PSSI, Rudolf menegaskan bahwa itu perlu dilakukan untuk mengamankan semua dokumen PSSI yang berada di dalam kantor. "Itu untuk keamanan dokumen," katanya tegas.

Sebelumnya, Halim Mahfudz resmi dicopot dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Rabu (26/2/2013).

Rapat itu dihadiri oleh empat orang Exco PSSI yang statusnya baru saja dipulihkan statusnya, yakni La Nyalla Matalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Tony Apriliani. 

Selain mereka, dua anggota Exco lainnya yang hadir adalah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Mawardi Nurdin. Sementara Anggota Exco yang tidak hadir dalam rapat ini adalah, Sihar Sitorus, Tuti Dau, Widodo Santoso, Farid Rahman dan Bob Hippy.

Untuk selanjutnya, posisi Halim Mahfudz akan digantikan oleh Hadiyandra yang sebelumnya pernah menjabat Palaksana Tugas (Plt) Sekjen saat menggantikan Tri Goestoro yang mengundurkan diri.[inilah]



Read More

Sering Rusuh Deltamania dan Bonek, Laga ISL Diungsikan ke Malang

Ratusan Bonek dihukum setelah membuat kerusuhan di Kediri - KOMPAS

Seputar Timnas - Pertandingan kompetisi Divisi Utama antara Deltras dengan tim Persebaya DU, urung digelar di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Sebagai gantinya, pertandingan dipindah ke Stadion Kanjuruan Malang, Sabtu (2/3/2013) mendatang.

Kapolres Sidoarjo AKBP Marzuki membenarkan perpindahan tempat pertandingan kedua kesebelasan itu. Pertimbangannya adalah faktor kerawanan atau potensi bentrok antar kedua suporter.

"Kalau digelar di Sidoarjo, berpotensi konflik meluas," ujarnya dalam pesan singkat via telepon pintar kepada beritajatim.com, Rabu (27/2/2013) sore.

Dia menerangkan, perselisihan antara Deltamania, pendukung kesebelasan Deltras, dengan Bonek pendukung setia Persebaya, sampai saat ini belum selesai. "Hubungan antar kedua suporter masih belum harmonis," terang dia.

Mantan Kapolres Jombang itu menyampaikan, saat ini kegiatan yang melibatkan kedua suporter tersebut, selalu timbul keributan yang berakhir korban jiwa dan korban harta benda berupa pengerusakan.

"Sehingga atas pertimbangan keamanan tersebut, Polres Sidoarjo tidak memberikan ijin pertandingan di Sidoarjo," tegasnya. [beritajatim]



Read More

Persib Main, Banyak Motor Bobotoh Hilang

Bobotoh - INILAH

Seputar Timnas - Polrestabes Bandung mewaspadai terjadinya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat Persib Bandung menghadapi PSPS Pekan Baru di Stadion Siliwangi, Rabu (27/2/2013).

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Diki Budiman mengatakan, curanmor di stadion menjadi perhatian pihak kepolisian. Walaupun sebenarnya panpel sudah menyediakan lahan parkir di stadion.

"Kita harap penonton menaati peraturan, apalagi panpel sudah menyediakan lahan parkir di lapangan golf, dan armed," paparnya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (27/2/2013).

Aksi curanmor jadi perhatian bukannya tanpa alasan. Pasalnya, saat pertandingan Persib melawan Persiwa Wamena beberapa waku yang lalu, telah terjadi kehilangan kendaraan penonton, yakni satu buah mobil dan 3 sepeda motor. Bahkan, saat melawan Persipura kemarin, 3 sepeda motor juga hilang.

Makanya, Diki menyebutkan, pada pertandingan hari ini diharapkan para bobotoh bisa mengikuti aturan dari panpel yakni memarkirkan motor sesuai dengan aturan yang sudah disediakan. Jangan menyimpan kendaraan di sembarangan tempat.[inilahjabar]


Read More

Hadiyandra : Rapat Exco PSSI Sah

Hadiyandra - IRNEWS

Seputar Timnas - Sekjen PSSI yang baru Hadiyandra menyatakan, rapat eksekutif komite (exco) PSSI yang dihadiri enam orang anggotanya sah berdasarkan statuta. Sehingga keputusan yang diambil dalam rapat itu juga dinyatakan sah.

Seperti diketahui rapat Exco PSSI yang digelar di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Rabu (27/2) hari ini, dihadiri oleh lima orang anggotanya plus Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein. Mereka adalah La Nyalla Mattalitti, Tony Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Mawardi Nurdin.

Hadiyandra mengatakan, hasil rapat tersebut menjadi sah karena disepakati tujuh orang anggota Exco. Satu suara lagi diperoleh dari anggota Exco lainnya, Widodo Santoso.

"Beliau (Widdodo) memang tidak hadir, tapi pak Djohar sudah mengubunginya melalui telepon dan menyatakan setuju. Sehingga hasil ini sah karena telah disepakati oleh tujuh anggota Exco atau 2/3 anggota yang berjumlah 11," kata Hadiyandra. 

Rapat exco siang tadi menghasilkan tiga hal. Pertama verifikasi peserta kongres yang akan dilakukan oleh PSSI-KPSI, AFC dan FIFA.

Kedua, menyetujui pembentukan Badan Tim Nasional (BTN) yang diketuai Isran Noor dan Wakil Ketua Harbiansyah Hanafiah serta pelatih Luis Manuel Blanco.

Ketiga, rapat exco menyetujui pemberhentian Halim Mahfudz sebagai Sekjen PSSI. Halim kemudian digantikan Hadiyandra yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen Bidang Organisasi. [jpnn]




Read More

Bob Hippy: Hasil Rapat Exco PSSI Tidak Sah

Bob Hippy - LENSA INDONESIA

Seputar Timnas - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, menyayangkan sikap Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang menggelar rapat Exco bersama empat Exco terhukum (La Nyalla, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Tony Aprilani) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2). 

Bob memastikan, segala hasil keputusan rapat tersebut tidak sah. Alasannya, La Nyalla cs belum resmi kembali ke dalam struktur organisasi PSSI lantaran belum disahkan melalui kongres. 
    
"Rapat itu diikuti empat Exco yang tidak sah, jadi keputusan juga tidak sah. Padahal pengesahan mereka baru akan dilakukan di kongres 17 Maret nanti," kata Bob, Rabu (27/2) yang tidak hadir pada rapat tersebut.
  
Bob mengungkapkan sudah beberapa kali mencoba menghubungi Djohar untuk meluruskan segala perdebatan yang terjadi. Bukan hanya mengenai kembalinya La Nyalla cs, melainkan juga persoalan Badan Tim Nasional. 

"Tapi, ketika dihubungi nomor teleponnya selalu tidak aktif," ungkap Bob. 

Saat ini, Bob bersama anggota Exco lainnya menyatakan akan terus jalan dengan program-program yang telah disiapkan. Mengenai timnas, Bob memastikan Nil Maizar akan tetap memimpin anak-anak Garuda untuk berlaga melawan Arab Saudi, 23 Maret mendatang pada ajang kualifikasi Piala Asia 2015. Sedangkan Halim Mahfudz juga tetap akan menjabat posisi Sekretaris Jenderal PSSI. 

Seperti diketahui, rapat Exco yang dipimpin Djohar Arifin tidak dihadiri lima anggota Exco yang masih aktif. Salah satunya adalah Bob Hippy. Rapat tersebut memutuskan pengelolaan timnas berada di bawah BTN dan pelatih asal Argentina sebagai pelatih. Halim Mahfudz juga dinyatakan diberhentikan dari tugasnya sebagai Sekjen PSSI. 

"Semua keputusan itu tidak sah. Memangnya PSSI menerapkan hukum rimba. Semua ada aturannya," kata Bob menegaskan.[republika]



Read More