Wednesday, October 31, 2012

Firman Utina : Lebih Pilih Klub Dari Pada Timnas

Firman: "Klub membayar saya dengan tinggi, saya harus konsekuen menaati kontrak itu" (hai-online)
Seputar Timnas - Pada Rubrik Suara Supporter ini redaksi memilihkan artikel dari Kompasiana yang menyoroti kelakuan mantan kapten timnas yaitu Firman Utina yang lebih memilih klub dari pada Timnas dikarenakan Firman merasa dibayar tinggi dan harus patuh terhadap klub yang membayarnya dengan bumbu manis ala pemain ISL yaitu profesional.

Berikut tulisan seseorang dikompasiana yang memakai id perang


Wani Piro Firman Utina?

BOLA :  “Nama anda tercantum di timnas dan tim KPSI yang sama-sama mempersiapkan diri menghadapi piala AFF. Mengapa memilih tim KPSI yang ilegal, bukan timnas PSSI yang disahkan AFF?”

FU : “Semua pemain bangga menjadi pemain timnas, termasuk saya. Tapi persoalan bukan hanyaitu.Saya juga punya klub yang mengontrak saya. Kebetulan kebijakan klub berkompetisi di LSI yang berpayung kepada KPSI. Mereka menginstruksikan saya bergabung dengan tim KPSI. Sebagai pemain profesional, saya harus menurut.

BOLA : “Mengapa anda begitu tunduk kepada klub? Bukankah klub tidak bisa melarang keinginan pemain jika ingin membela timnas negaranya?”

FU : “Sebagai pemain profesional, saya dikontrak oleh klub dan wajib menaati aturan yang ditentukan klub. Mereka membayar saya dengan tinggi, saya harus konsekuen menaati kontrak itu”

BOLA : “Termasuk mengikuti kebijakan klub yang mendukung KPSI?”

FU : “Ya, itu merupakan konsekuensi logis yang harus saya ambil.”

BOLA : “Anda tak khawatir dinilai tidak nasionalis karena menolak timnas PSSI?”

FU : “Saya sudah membela timnas sejak tahun 2000. Saya selalu berjuang mati-matian demi Merah-Putih. Saya rasa jiwa nasionalisme saya tak perlu diragukan lagi.”


Itu adalah petikan komentar Firman Utina ketika diwawancarai oleh Tabloid Bola yang dipublikasikan pada edisi 29-31 Oktober 2012.

Membaca komentar tersebut, sontak saya hanya terperangah melihat tingkah seorang anak bangsa yang perkataannya dia memiliki nasionalis namun tingkahnya menyatakan sebaliknya. Bagaimana tidak? Dari ucapannya tersebut bisa kita katakan bahwa seorang Firman Utina hanya tunduk kepada klub yang membayarnya dengan tinggi tanpa memperdulikan panggilan tugas dari negara. Dan klub yang membayarnya itu berafliasi kepada KPSI yang merupakan kumpulan dari orang pengkhianat bangsa.

Sungguh ironis memang, setelah penegasan dari AFC yang menyatakan bahwa hanya PSSI-lah yang berhak mendaftarkan pemainnya ke AFC Cup Tahun 2012, Firman Utina masih belum juga bisa melihat mana hal yang benar dan mana yang dianggap salah oleh AFC/FIFA. Di era teknologi dan informasi yang begitu canggih sekarang ini, sebetulnya Firman Utina dapat mencari informasi sebagai bahan pembanding untuk informasi yang diberikan sesembahannya KPSI. 

Dengan gaji dan kontrak selangit, Firman Utina bisa berminggu-minggu menyewa warnet untuk mencari informasi mengenai hal yang sebenarnya yang terjadi di persepakbolaan nasional saat ini. Namun mungkin hal ini tidak dilakukannya karena mata hatinya telah dibutakan oleh semboyan “wani piro”-nya KPSI atau dengan kata lain “siap membela yang bayar walaupun arahnya kejurang”.

Melihat mentalitas Firman Utina yang sudah begitu parahnya, sudah saatnya masyarakat Indonesia melupakan pemain sepertinya. Kita tidak bisa berharap banyak dari pemain yang diotaknya hanya duit dan duit sehingga merasa dirinya hanya perlu menghamba kepada kumpulan dari pengkhianat bangsa yang bisa memuaskan nafsunya akan duit.

Kita lebih membutuhkan jiwa dan semangat dari seorang pemain seperti Elie Aiboy, yang lebih mengutamakan panggilan negara dari pada klub. Meskipun secara fisik dia telah uzur namun dia tetap semangat untuk membela panji-panji bangsa Indonesia.

Dan juga terhadap Andik Vermansyah dan Taufik serta Diego Michel, kita harus mengapresiasikan semangat dan tekad mereka untuk membela laskar Merah-Putih walaupun cemooh dan hinaan menyertai perjuangannya tapi yakinlah bahwa seluruh bangsa Indonesia berada dibelakang mereka dan siap mendukung setiap perjuangan yang mereka lakukan dilapangan hijau.

Untuk Firman Utina, teruslah berada dalam lingkaran setan-setan pengkhianat bangsa dan semoga keputusanmu itu tidak anda sesali dimasa yang datang dan juga anak-cucumu kelak tidak malu dan bangga terhadap pilihanmu tersebut.


Salam perjuangan dari pulau paling barat di Nusantara !!







Penulis       : Perang
Judul         : Wani Piro Firman Utina?
Sumber     : Kompasiana

Read More

PSSI Belum Pikirkan Pengganti Todung Yang Mundur Dari Joint Committee

Todung Mulya Lubis mengundurkan diri dari JC (bola.net)

Seputar Timnas- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin, mengaku belum berpikir soal pengganti Todung Mulya Lubis, yang baru saja memutuskan mundur dari jabatan ketua Komite Bersama atau Joint Committee.

"Dia memang mundur karena Todung karena kecewa berat terhadap kinerja Komite Bersama. Keputusan yang telah disepakati tidak dilaksanakan oleh pihak Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI)," jelas Djohar, Rabu (31/10/2012).

Djohar menyatakan sangat mengapresiasi kinerja Todung sebagai Ketua Komite Bersama. Menurutnya, Todung kredibel dalam menjalankan tugas Ketua Komite Bersama.

"Ia menjalankan keputusan dengan benar. Todung mengajukan permohonan mundur pada tanggal 29 Oktober dan hal itu akan kami kembalikan ke satuan tugas AFC. Untuk saat ini, kami belum memikirkan siapa penggantinya karena memang belum ada dampaknya. Kalaupun harus ada penggantinya, saya akan berbicara dengan satuan tugas AFC," bebernya.

JC merupakan hasil mediasi antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang difasilitasi tim gugus tugas AFC dan FIFA. JC memiliki tugas menyelesaikan konflik PSSI-KPSI.






kompas.com
Read More

Malaysia: Indonesia Pakai Pemain Impor, Siapa Takut !?

K Rajagobal.(foto:Dok Okezone)

Seputar Timnas - Malaysia sama sekali tidak gentar dengan rencana Indonesia menyertakan empat pemain naturalisasi di Piala AFF 2012. Bagi pelatih Harimau Malaya, Datuk K Rajagobal, kehadiran pemain impor itu di skuad Garuda belum tentu membuat Indonesia menjadi juara. 

“Itu hak mereka untuk membawa pemain luar yang diberi kewarganegaraan, karena mungkin Indonesia tidak pernah muncul sebagai juara. Situasi itu membuat Indonesia mengambil tindakan demikian,” kata Datuk K Rajagobal, seperti dikutip Utusan Malaysia. 

PSSI memang memasukan sejumlah nama pemain naturalisasi dalam 35 nama sementara yang diajukan ke AFF beberapa waktu lalu. Dari 35 nama itu, terdapa nama Tonny Cusell, John Van Beukering, Raphael Guillermo Maitimo dan Diego Michiels.Keempatnya merupakan pemain keturunan Belanda yang memiliki darah Indonesia. 

Tonny Cusell saat ini membela klub divisi tiga Belanda GVVV.Sementara Beukering pernah masuk skuad Pelita Jaya meski hanya untuk beberapa bulan. Kini pemain yang pernah memperkuat Feyenoord itu berkompetisi di liga amatir, Eerste Klasse, bersama klub FC Presikhaaf. 

Baik Tonny dan Beukering telah merampungkan proses naturalisasinya pada 2011 lalu, seperti Diego Michiels. Sementara, Raphael Guillermo, gelandang yang pernah bermain di Bali De Vata di kompetisi IPL, ini justru yang belum menjalani proses naturalisasi. Sehingga mustahil untuk dimasukan dalam tim. 

"Tindakan kita (Malaysia) menggunakan semua anak-anak dari dalam negeri, bagi saya lebih patriotik. Di samping memberikan kelebihan karena faktor budaya dan bahasa yang tidak jauh berbeda membuat mereka mudah mengenali antara satu sama lain dalam berkomunikasi,” imbuh pelatih yang mengantarkan Malaysia merebut Piala AFF 2010 ini.

“Bagi saya memakai pemain dari luar tidak memberi jaminan untuk tim bisa berjaya. Itu sudah kami buktikan dua tahun lalu,” kata Rajagobal menyinggung kehadiran Cristian Gonzales, pemain naturalisasi asal Uruguay, dan Irfan Bachdim di skuad Indonesia pada Piala AFF 2010 lalu.

Pelatih berambut putih ini juga berkomentar konflik yang tengah melanda sepakbola Indonesia tidak akan mengganggu persiapan Timnas Garuda menjelang Piala AFF 2010 nanti.






okezone.com
Read More

Teka Teki Kenapa Toto Sudibyo (Semen Padang) Jinak Dihadapan KPSI Akhirnya Terungkap

Toto Sudibyo (semenpadang.co.id)

Seputar Timnas - Teka teki kenapa Toto Sudibyo seperti kerbau yang dicucuk hidungnya dan berkiblat kepada KPSI, sementara Semen Padang FC sebelumnya dikenal sebagai loyalis PSSI, sedikit banyak sudah mulai terungkap.

Agen BDM mendapatkan info confidential dari orang penting di Bidang SDM kementerian BUMN, bahwa PT Semen Padang dimana Toto Sudibyo saat ini menjabat sebagai Direktur Produksi adalah salah satu BUMN yang menjadi korban 'pemerasan' anggota DPR RI sebagaimana disinyalir oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan. Nilai upetinya tidak tanggung-tanggung dan mengalir secara rutin tiap bulan.

Info yang lebih hot lagi, Toto Sudibyo bisa duduk di jabatannya saat ini adalah karena dibantu jasa makelar jabatan dari parpol tertentu, yang melakukan lobby tingkat tinggi ke kementerian BUMN pada waktu itu. Tak heran Toto Sudibyo merasa berhutang budi kepada parpol tersebut. Dan rela diperalat sebagai balas budi.

Kemunculan Toto yang sebenarnya hanya sebagai Komisaris Utama PT Kabau Sirah dipertanyakan banyak pihak, karena sesungguhnya jabatan dia hanyalah Komisaris Utama yang seharusnya tidak tampil sebagai eksekutif. Erizal Anwar sebagai Direksi selama ini lebih dikenal menjalankan fungsi sebagai CEO klub SPFC.

Tapi benang merah diatas menjawab semuanya, kenapa Toto bersikeras membawa SPFC menyeberang ke ISL, sementara Erizal Anwar sebenarnya lebih nyaman SPFC berkiprah di IPL. Akan tetapi karena secara struktural Erizal harus tunduk kepada Komut, apa boleh buat Erizal hanya diam ketika Toto melakukan manuver membawa SPFC ke ISL, dan bahkan memberikan ultimatum kepada PSSI perihal penarikan pemain timnas asal klub SPFC. Patut diduga itu semua dilakukan Toto dibawah tekanan dan balas budi kepada jasa parpol tertentu yang telah membantu dia mendapatkan jabatannya saat ini. (BDM-003)






boladuniamaya.com
Read More

Bepe Pertanyakan Nasionalisme Djohar Cs dan La Nyalla Cs

DA & LNM (bola.net)

Seputar Timnas - Bambang Pamungkas kecewa dengan kegagalan Joint Committe (JC) mempersatukan dua timnas. Kekecewaan ini dituangkan Bepe, -sapaan akrabnya- melalui tulisan berjudul "Perbedaan Pendapat Itu Bagai Sebuah Cermin" yang diposting melalui situs pribadinya bambangpamungkas20.com.

Pemain yang kini memilih bergabung dengan timnas PSSI itu mengaku heran dengan tidak adanya kesepakatan soal timnas antara PSSI Djohar Arifin dan PSSI versi KLB Ancol.

"Jika mencari solusi untuk kepentingan bangsa dan negara saja tidak segera sejalan, apakah bapak-bapak berjas dan berbaju batik itu bisa digolongkan sebagai orang-orang yang tidak memiliki rasa nasionalisme? Saya tidak sedang ingin berkata demikian. Akan tetapi jika semangat awalnya saja sudah sama "Demi Harkat Dan Martabat Bangsa", mengapa membahas masalah tim nasional saja tidak kunjung menemukan kata sepakat. "Selak Udan Ndess..!!" (Keburu hujan saudara-saudara)," terang Bepe.

Bepe dalam tulisannya tidak men-judge petinggi sepakbola di PSSI dan KPSI sebagai orang yang tidak nasionalis. Namun fakta bahwa kedua kubu sepakat untuk tidak sepakat soal timnas, jelas membuat harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan.

"Sekali lagi saya tidak sedang mengatakan bahwa bapak-bapak tersebut tidak memiliki rasa nasionalisme. Akan tetapi setidaknya, fakta yang terjadi adalah, dikarenakan kegagalan mereka dalam mencapai kata sepakat mengenai tim nasional, maka hal tersebut membuat "Harkat Dan Martabat Bangsa" dipertaruhkan di AFF Cup 2012 nanti," ungkap Bepe.

Atas nama rekonsiliasi, harusnya pengurus PSSI dan KPSI saling memaafkan, saling memberi kesempatan kepada setiap kubu untuk memberi masukan dan mengoreksi diri dalam konteks untuk kemajuan serta kebaikan bersama.

"Bukan saling memaksakan kehendak dan berusaha untuk menjadi pemenang. Ada hal yang harus kita ingat, perbedaan pendapat tidak serta-merta menjadikan kita harus saling memusuhi," tegasnya.

Ia menambahkan, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar di bangsa yang besar ini. Sebab, tidak selamanya pendapat seseorang selalu benar dan belum tentu juga pihak yang lain selalu salah.

"Perbedaan pendapat itu bagai sebuah cermin. Kita membutuhkan orang-orang yang tidak sependapat dengan kita, agar dapat mengoreksi diri. Karena kita tidak akan pernah mampu melihat diri sendiri seutuhnya, lagipula tidak selamanya diri kita benar". (abu/jpnn)






jpnn.com
Read More

Djohar Arifin Husin: Bepe Patut Dicontoh

Ketua PSSI Djohar Arifin (net)

Seputar Timnas - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan kesempatan kepada para pemain yang belum bergabung mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk segera bergabung sebelum tanggal 5 November 2012.

“PSSI mengharapkan Timnas Indonesia tampil dengan kekuatan penuh pada babak penyisihan Piala AFF 2012. Untuk itu kami meminta para pemain yang namanya sudah didaftarkan mengikuti Piala AFF 2012 supaya memenuhi panggilan membela Timnas Indonesia,” tutur Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin ditemui di Kantor PSSI, Jakarta Rabu (31/10/2012).

PSSI telah mendaftarkan 35 pemain untuk mengikuti Piala AFF 2012. Dari daftar tersebut enam pemain membela klub ISL. Pemain tersebut yaitu, I Made Wirawan dan Firman Utina (Persib Bandung), Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Bambang Pamungkas (Persija ISL), Patrich Wanggai (Persipura Jayapura).Empat pemain bermain di liga luar negeri yaitu, Arthur Irawan, Raphael Guillermo Eduardo, Johnny Van Beukering dan Tonnie Cusell. Sedangkan sisanya bermain di klub-klub lain di kompetisi Liga Indonesia.

Sampai hari kedua pemusatan latihan Timnas Indonesia tahap akhir pada sesi latihan pagi di lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu (31/10/2012), baru 17 pemain yang berlatih. Satu pemain yang bermain untuk klub ISL yaitu Bambang Pamungkas terlihat berlatih bersama pemain lain.

“Manajemen timnas sudah berkomunikasi dengan para pemain yang belum hadir mengikuti pelatnas. Namun sampai saat ini baru 17 pemain yang datang termasuk Bambang Pamungkas. Saya mengapresiasi kehadiran Bambang, dia patut menjadi contoh bagi pemain lain. Dia seorang olahragawan yang mementingkan negaranya daripada kepentingan pribadi,”katanya.

Djohar Arifin Husin meyakini, apabila para pemain terbaik dapat membela Indonesia di Piala AFF 2012, maka gelar juara Piala AFF yang diimpi-impikan selama ini akan didapatkan.






tribunnews.com
Read More

Okto Gabung Timnas

Oktovianus Maniani (NET)

Seputar Timnas - Tim nasional Indonesia kembali menggelar pemusatan latihan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (31/10). Latihan tahap akhir hari kedua ini tetap diikuti 17 pemain. 
Bambang Pamungkas tetap datang mengikuti latihan bersama Elie Aiboy dan kawan-kawan. Skuat Garuda pun semakin bertambah kuat setelah Oktovianus Maniani juga telah bergabung ke dalam tim asuhan Nil Maizar ini. Okto sebenarnya sudah tiba di Jakarta sejak Selasa (30/10) sore, namun ia baru bisa bergabung pada latihan hari kedua ini. 
Dua pemain ISL, Ahmad Bustomi dan Hamka Hamzah yang sebelumnya dikabarkan akan segera bergabung, ternyata belum juga hadir dalam pemusatan latihan. Sementara Hamdi Ramdhan yang pada hari pertama mengikuti latihan, harus absen pada hari ini dikarenakan sakit. 
Pelatih timnas Nil Maizar belum bisa memberikan alasan pasti mengapa Hamka dan Bustomi belum juga datang. Namun, Nil tetap yakin kedua pemain Mitra Kukar itu akan segera gabung timnas. "Yang pasti mereka sudah dihubungi dan mengatakan akan bergabung. Kita tunggu saja dalam dua hari kedepan,". Kata Nil usai memimpin latihan.



republika.co.id
Read More

Todung Mundur, JC Akan Dibubarkan, Diganti Komite Rekonsiliasi

Todung Mulya Lubis engundurkan diri dari JC (net)

Seputar Timnas - Kabar panas muncul di akhir bulan Oktober, ketika Todung Mulya Lubis yang selama ini menjabat sebagai Ketua Komite Bersama dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya tersebut.

Reporter BDM mencoba mengontak Todung tetapi tidak berhasil. Akan tetapi dari seorang staf bidang legal di PSSI, ada kabar bahwa yang bersangkutan sedang menangani sebuah kasus dimana perusahaan milik Bakrie menjadi lawan berperkara di pengadilan, sehingga Todung takut terjadi conflict interest. Selain itu Todung juga jengah dengan kondisi JC yang rawan deadlock dengan formasi 4 lawan 4, dimana kedua pihak berbeda pendapat secara ekstrem.

Menurut kabar terakhir Todung sudah berbicara dan melapor kepada petinggi AFC, dimana JC dianggap tidak mungkin efektif dan berjalan harmoni karena formasi 4:4, padahal konflik di Indonesia kian memanas dan AFC prihatin melihat kondisi ini.

Prince Abdullah selaku ketua Task Force Indonesia di AFC secara informal menjawab bahwa JC akan dibubarkan, dan kemudian akan dibentuk komite baru dengan nama Komite Rekonsiliasi. Ini komite anti deadlock, karena anggotanya terdiri dari 9 orang dengan komposisi 5 wakil PSSI dan 4 wakil KPSI, dimana yang menjadi ketua akan dipilih internal anggota Komite Rekonsiliasi. AFC memberi privelege kepada PSSI menempatkan 5 anggota karena PSSI dianggap sebagai pemilik legitimasi di mata AFC. Komite Rekonsiliasi diminta menyelesaikan konflik sebelum musim kompetisi 2013 dimulai. (BDM-001)





boladuniamaya.com

Read More

Todung Mulia Ajukan Pengunduran Diri Dari Joint Committee

Todung Mulya Lubis. © Eggi Paksha

Seputar Timnas - Kabar mengejutkan datang dari Joint Committee. Ketua Joint Committe, Todung Mulia Lubis mengajukan pengunduran diri dari posisinya.

Menurut Todung, dirinya memang berniat mundur dari Joint Committee. Bahkan, surat pengunduran dirinya sudah disampaikan ke Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Rabu (29/10) lalu. "Alasannya, saya merasa Joint Committee tidak bisa berfungsi secara maksimal," ujar Todung.

"Lihat saja, keputusan-keputusan yang sudah diambil di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu. Tidak ada yang jalan sama sekali. Mengenai Timnas Indonesia yang dikelola PSSI, tetap saja ada gangguan. Keputusan lain mengenai pengembalian empat anggota Exco. Semua kita proses sesuai Statuta. Tapi, juga tidak berjalan," sambungnya.

Lebih lanjut, Todung menegaskan bahwa dengan pengajuan mundurnya ini, dia berharap PSSI segera melakukan pertemuan dengan AFC untuk membahas mekanisme yang lebih baik. Pasalnya, mekanisme Joint Committee sudah tidak lagi bisa berjalan sesuai harapan. (den/mac)






bola.net
Read More

Tiga Penggawa Semen Padang 'Dicoret' Dari Timnas


Hendra Bayouw dicoret dari timnas (merdeka.com)
Seputar Timnas - Jumlah penggawa Semen Padang di Timnas Indonesia dipastikan berkurang. Dari delapan pemain yang sebelumnya memperkuat Skuad Garuda, julukan Timnas Indonesia, saat ini hanya tinggal lima orang pemain yang dipanggil untuk mengikuti latihan.

Menurut Media Officer Semen Padang, Ronny Suhatril, tiga orang pemain yang tidak dipanggil lagi ke pemusatan pelatihan Timnas Indonesia adalah: Hendra Bayauw, M Nur Iskandar dan Jajang Paliama. Informasi tidak dipanggilnya tiga pemain ini berasal dari pesan singkat yang dikirim Manajer Timnas, Habil Marati pada para pemain.

Tidak dipanggilnya tiga pemain ini ditanggapi gembira oleh manajemen Semen Padang. Mereka senang dengan tambahan tiga pemain ini, persiapan mereka menuju kompetisi musim depan bisa lebih baik. Pelatih Semen Padang, Suhatman Imam juga bakal lebih mudah dalam meracik komposisi bayangan timnya untuk musim depan.

Namun demikian, manajemen Semen Padang juga merasa sedikit kecewa terkait tidak dipanggilnya ketiga pemain ini. Mereka menyesalkan cara PSSI melayangkan pemberitahuan mengenai 'dicoretnya' tiga pemain ini, yang disebut hanya melalui pesan singkat ke pemain dan tidak ada surat resmi ke klub.

"Sebaiknya, PSSI juga menyurati klub secara resmi mengenai pencoretan ini sebagaimana dahulu mereka meminta pemain-pemain tersebut bergabung dengan Tim Nasional," sesal Erizal Anwar, Direktur Utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (PT KSSP). (den/mac)






Bola.net
Read More

Hutang Klub ISL Masih Bertumpuk Tumpuk

Hutang Klub ISL Masih Bertumpuk Tumpuk (net)
Seputar Timnas - Informasi bahwa kick off IPL yang akan dimulai pada tanggal 9 Pebruari 2013 dengan peserta 16 klub membuat klub-klub calon peserta kompetisi IPL 2013 menjadi bergairah. Setidaknya mereka bisa menyusun time line schedule pembentukan tim.

Beberapa klub IPL diketahui memang sudah berbenah dan melakukan persiapan, bahkan sudah ada yang menunjuk pelatih definitif, misal; Slave Radovski di Persema, Petar Segrt di PSM, Roberto Bianchi di Pro Duta, Dejan Antonic di Arema. Pelatih Herry Kiswanto dikabarkan juga akan diperpanjang kontraknya di Persiraja.

Ada juga klub yang sedang aktif berburu pelatih, misal; Persebaya yang menawari Fernando Soller menjadi asisten, atau Perseman Manokwari yang sedang mengusahakan Jaya Hartono, Suharno, atau Eduard Tjong sebagai pelatih mereka. Beberapa klub IPL lainnya juga sedang aktif berburu pelatih.

Bambang Sucipto, salah satu pengurus Persija IPL ketika dihubungi oleh reporter BDM dan ditanyakan kesiapan Persija menyongsong musim kompetisi 2013 dengan tegas menjawab bahwa Persija sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pelatih musim lalu Toyo Haryono akan diajak berunding sebelum manajemen mengambil keputusan.

Ketika ditanyakan perihal kasus hukum yang sudah diputus di pengadilan negeri Jaktim, Bambang menjawab santai bahwa semuanya masih panjang, karena ada banding yang akan ditempuh hingga muncul kekuatan hukum yang berlaku tetap. Dan selama itu belum terjadi, Persija IPL masih akan eksis di musim kompetisi 2013.

Apakah tidak ada krisis finansial dan sudah adakah gambaran sumber pembiayaan untuk menghidupi klub di musim 2013? Tanya reporter BDM. Dengan kalem Bambang menjawab bahwa kesulitan finansial pasti ada. Tapi bukan berarti membuat pengurus hanya duduk diam berpangku tangan.

Itu beberapa klub ISL saya tahu juga masih punya hutang bertumpuk-tumpuk disana-sini, tapi mereka enjoy aja dan sudah hiruk pikuk menatap 2013. Ini problem klasik yang ada setiap musim kompetisi berakhir, selalu ada hutang ke pemain dan official, atau hutang kepada pihak ketiga. Tapi dengan ikhtiar dan upaya, semuanya nanti juga selesai. Yang jelas sisa kewajiban musim lalu bukan alasan untuk tidak berbenah menyongsong musim kompetisi baru 2013.

Bambang yakin PT LPIS telah melakukan evaluasi dari berbagai kekurangan musim lalu, dan akan memperbaikinya di musim 2013. Sebagai salah satu peserta IPL, Persija sangat bergairah dan akan melakukan persiapan membentuk tim dengan sebaik-baiknya. (BDM-007)






boladuniamaya.com
Read More

Tonnie Cusell Tatap Laga Lawan Laos

Tonnie Cusell Tatap Laga Lawan Laos (topklasse.com)

Seputar Timnas - Pemain naturalisasi Tonnie Cusell menyatakan, dirinya sudah tidak sabar untuk memperkuat timnas senior di AFF Suzuki Cup 2012, dan sudah menatap laga pertama melawan Laos.

Cusell masuk ke dalam daftar 35 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pelatnas timnas senior bersama pemain naturalisasi lainnya, Jhonny van Beukering. Winger klub Topklasse Belanda GVVV ini akan bertolak ke Jakarta pada 6 November bersama Van Beukering. Sebelum bertolak ke Jakarta, Cusell terlebih dahulu menjalani laga melawan Cossacks Boys pada 3 November.

“Saya akan berangkat 6 November bersama Jhonny van Beukering ke Indonesia untuk AFF Suzuki Cup 2012. Kami akan memperkuat tim nasional,” ungkap Cusell kepada laman resmi Topklasse.

“Ini merupakan pengalaman hebat bisa kembali ke Indonesia, dan merupakan suatu kehormatan selanjutnya bisa bermain di [kualifikasi] Piala Asia.”

“Pertandingan pertama melawan Laos di Kuala Lumpur pada 25 November. Saya sudah menatap laga itu.”





Goal.com

Read More

Bepe Bela Timnas karena Panggilan Hati

Penyerang Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, seusai latihan bersama timnas Indonesia
di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Seputar Timnas - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Nil Maizar, mengungkapkan, keputusan Bambang Pamungkas membela timnas bukan karena desakan dari pihak-pihak lain, melainkan keinginan sendiri bomber Persija Jakarta tersebut.

"Kehadiran Bambang merupakan kemajuan bagi timnas. Bambang bergabung dengan timnas karena keinginannya sendiri," jelas Nil Maizar usai memimpin sesi latihan sore di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (30/10/2012).

Bepe - sapaan akrab Bambang - menjadi pemain pertama dari Indonesia Super League (ISL) yang mengikuti pemusatan latihan tahap akhir jelang Piala AFF 2012. Dia telah mengikuti latihan yang digelar pada pagi dan sore tadi. Nil tidak memungkiri, hadirnya Bepe membuat tim lebih bergairah.

"Dia memiliki pengalaman lebih dan menambah nuansa dalam tim. Dia juga bisa memotivasi pemain lainnya untuk tampil lebih fight," tutur Nil.

Meski begitu, Nil menyatakan, Bepe tidak lantas begitu saja bisa berada dalam skuad inti. Bepe harus tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya sama seperti yang dilakukan pemain lain.

"Semua tergantung kinerja pemain sendiri. Namun, kehadiran Bepe diharapkan bisa memperkaya permainan Indonesia. Bepe membuat tim menjadi lebih bergairah," tutur pelatih asal Padang tersebut.

Dalam sesi latihan sore itu, baru 17 pemain yang mengikuti latihan dari 35 pemain yang dipanggil. Pemain tersebut di antaranya Bambang Pamungkas, Ellie Aiboy, Irfan Bachdim, Diego Michiels, dan Andik Vermansyah. Timnas terlihat mematangkan organisasi penyerangan dan bertahan.

Pelatih Nil Maizar sepertinya bakal menerapkan formasi 4-4-2 di Piala AFF nanti dengan memasang duet Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim di lini depan. Ellie Aiboy dan Andik Vermansyah menempati posisi sayap. Kuartet Diego Michiels, Fachrudin, Valentino, dan Nopendi bakal menjadi tembok pertahanan pasukan "Garuda".

"Fokus latihan hari ini adalah kerja sama tim. Pemain sudah menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Tapi, semuanya bergantung kinerja pemain di lapangan. Saya hanya menyusun saja. Mudah-mudahan dalam seminggu ini para pemain bisa fokus," bebernya.




Kompas.com
Read More

Jika Bepe Diberi Sanksi oleh Persija, PSSI akan Membantu

Bambang Pamungkas KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

Seputar Timnas - Bergabungnya Bambang Pamungkas ke tim nasional Indonesia di bawah naungan PSSI Djohar Arifin Husin, berpeluang menimbulkan masalah baru. Persija Jakarta, selaku klub yang diperkuat Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, bisa jadi akan mengeluarkan sanksi.
Hal ini tentu bukan tanpa sebab. Selama ini Persija belum mengeluarkan keputusan resmi terkait pelepasan pemain ke timnas Indonesia. Sama halnya dengan klub lain, klub berjuluk Macan Kemayoran itu menunggu arahan dari KPSI.
Jauh sebelumnya Persija sempat memberikan ancaman sanksi kepada Bambang Pamungkas. Ancaman itu dikeluarkan setelah Bepe bergabung ke timnas Indonesia dan ikut dalam laga uji coba kontra Valencia.
Akan tetapi sebelum ancaman itu keluar, PSSI memastikan akan memberi jaminan. Seperti yang disampaikan Manajer Timnas, Habil Marati, PSSI akan memberi bantuan apabila sanksi akhirnya dikeluarkan oleh pihak klub.
"Tentu, kami akan menjamin. Jika mereka memiliki kesulitan, tinggal bicara saja sama saya, termasuk apabila ada masalah dengan klub," kata Habil di Kantor PSSI, Selasa (30/10/2012).
"Bagaimanapun PSSI akan terus peduli kepada mereka. Mungkin bergabungnya pemain ISL akan menimbulkan efek, tapi PSSI akan memeperhatikan itu. Sebagai manajer, saya peduli sama para pemain," sambungnya. (Frengky Aruan)




Tribunnews.com
Read More

Semen Padang Hanya Lepas Lima Pemain

Wahyu Wijiastanto akan dilepas Semen Padang ke Timnas (tribunnews)
Seputar Timnas - Semen Padang dan Manajer Timnas akhirnya bersepakat soal pemanggilan pemain menuju AFF Cup di Thailand dan Malaysia bulan depan. Dari 8 pemain yang dipanggil, hanya lima di antaranya yang akan masuk timnas.

"Sudah ada kesepakatan hanya ada lima pemain yang diizinkan memperkuat timnas. Tiga yang lain tetap berada di Padang," kata CEO PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, via telepon kepada wartawan, Rabu (31/10).

Kelima pemain yang dilepas ke timnas yakni Wahyu Wijiastanto, Vendry Mofu, Hengky Ardiles, Novan Setya, dan Elie Aiboy. Sedangkan Hendra Adi Bayouw, Nur Iskandar dan Jajang Paliama tetap berada di Padang.

Saat ini baru Elie Aiboy yang sudah bergabung ke timnas, empat pemain lainnya masih berada di Padang. Pihak Semen Padang baru akan melepas pada 5 November mendatang.

"Lima pemain itu masih dibutuhkan hingga 4 November. Kami menggunakannya untuk membentuk kerangka tim yang pas, waktu kami hanya satu minggu," ujar Erizal. (abu/jpnn)







jpnn.com
Read More

Elie Aiboy Ikut Bergabung di Timnas

Elie Aiboy datang ke Timnas (bola.net)

Seputar Timnas - Training Center tim nasional Indonesia hari pertama, Selasa (30/10/2012), dihiasi wajah baru. Bambang Pamungkas, salah satu pemain ISL yang dipanggil gabung ke timnas Indonesia, akhirnya datang. Ini merupakan yang pertama sejak terakhir ikon sekaligus kapten Persija Jakarta itu menarik diri usai mendapat ancaman sanksi dari klub Persija.

Namun tak hanya karena kehadirian Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas. Pemusatan latihan hari pertama nyatanya juga dikejutkan dengan kehadiran pemain senior Elie Aiboy. Kehadiran mantan rekan Bepe di Selangor FA itu sekaligus mematahkan perkiraan bahwa dirinya akan ditahan Semen Padang.

Seperti diketahui, sebelumnya CEO PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar menginformasikan keputusan klub berjuluk Kabau Sirah. Erizal menyebut bahwa Semen Padang akan tetap memakai delapan pemainnya termasuk Elie Aiboy untuk persiapan jelang beruji coba melawan Persijap Jepara pada 4 November 2012.

"Sebenarnya Semen Padang bukan menahan, manajemen Semen Padang pernah menyatakan kepada saya bahwa ingin memakai pemain sampai uji coba," kata Elie Aiboy seusai mengikuti latihan timnas di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Elie sendiri menyatakan dirinya akan tetap memperkuat timnas Indonesia. Ancaman dari Komisaris Utama PT KSSP, Toto Sudibyo, yang sebelumnya menyatakan akan menarik seluruh pemain apabila penyatuan pemain dari dua timnas belum selesai, disebut tak akan menghalangi niatnya berbaju Merah-Putih. "Saya memiliki kontrak yang berbeda dengan pemain lainnya. Oleh karena itu, saya memastikan akan tetap bergabung dengan timnas Indonesia," terang Elie.

Namun begitu, Elie tetap akan menghormati kesepakatannya dengan klub Semen Padang. Seperti yang diungkapkan manajer timnas, Habil Marati, Elie Aiboy akan kembali sekaligus memenuhi kewajibannya kepada klub yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat itu.

"Pada 2 November, Elie dijadwalkan kembali perkuat Padang. Ia direncanakan melakukan persiapan sekaligus uji coba. Rencananya, ia bersama pemain lainnya akan datang pada 5 November," kata Habil Marati.(Frengky Aruan)






tribunnews.com
Read More

Bepe Kembali, Elie Aiboy Tak Masalah Jika Tak Jadi Kapten


Bambang Pamungkas (KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA)
Seputar Timnas - "Saya tidak masalah jika saya tidak menjadi kapten, bahkan Andik pun bisa jadi kapten. Siapa saja yang siap menjelang pertandingan, bisa jadi kapten tim nasional," ujar Elie Aiboy usai latihan tim nasional pada Selasa (30/10/2012).

Kehadiran Bambang Pamungkas, menyebabkan beredarnya isu bahwa Elie akan dilepas posisinya dari kapten tim nasional Indonesia. Sebelum kembalinya Bambang ke tim nasional, Elie dipercaya oleh pelatih Nilmaizar untuk menjadi kapten.

"Tidak harus pemain senior yang menjadi kapten, Messi saja sekarang menjadi kapten di Argentina," tambah Elie yang pernah bermain bersama Bambang untuk klub Malaysia, Selangor FA.

Tim nasional pada Selasa (30/10/2012), telah melakukan latihan jelang Piala AFF 2012. Latihan digelar dalam dua sesi, pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 15.30-17.30 WIB.

Indonesia yang tergabung di grup B Piala AFF 2012, akan menghadapi Singapura, Laos, dan tuan rumah Malaysia, guna memperebutkan tiket ke semi final. Dua negara dengan poin terbanyak, berhak lolos dan menghadapi perwakilan dari grup A yang dihuni Myanmar, Vietnam, Filipina, dan Thailand.(Erie Wicaksono)






tribunnews.com
Read More

Djohar Arifin Datang Saksikan Bepe Latihan Bersama Timnas

Bambang Pamungkas pertama pemain ISL gabung di Pelatnas Timnas PSSI pada Selasa pagi (30/10/2012),
giliran Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi bakal menyusul 
Seputar Timnas - Setelah Selasa (30/10/2012) pagi tim nasional Indonesia mengadakan latihan, sore harinya timnas kembali berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dalam latihan sore 17 pemain timnas termasuk Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy tampak serius melahap setiap tahapan yang diinstruksikan oleh pelatih Nilmaizar.

Latihan diawali sesi pemanasan, dilanjutkan latihan mengolah bola, bermain umpan satu dua, serta pola menyerang, diselingi latihan fisik. Adapun ketiga kiper yakni Samsidar, Endra Prast, dan Wahyu Tri Nugroho berlatih terpisah di bawah instruksi pelatih kiper.

Latihan sore ini masih belum diikuti oleh Oktovianus Maniani serta pemain-pemain dari ISL seperti Patrich Wanggai, I Made Wirawan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, serta Hamka Hamzah.

Saat latihan itu, sejumlah pengurus PSSI seperti Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, manajer timnas Habil Marati, serta penanggung jawab timnas Bernhard Limbong ikut menyaksikan latihan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.(Wahyu Seto)







Tribunnews.com

Read More

Andik Vermansyah Senang Bambang Pamungkas Datang

Bambang Pamungkas gabung ke Pelatnas Timnas (tribunnews.com/oro)

Seputar Timnas - Kehadiran Bambang Pamungkas ke tim nasional Indonesia disambut positif. Tak hanya oleh manajemen tim nasional Indonesia dan pengurus PSSI, tapi juga oleh pemain tim nasional yang sudah lama bergabung. Andik Vermansyah, mengaku bergabungnya Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, memberi motivasi kepada pemain lainnya.

"Pastinya menambah motivasi pemain untuk berlatih maksimal. Meski hanya satu pemain senior datang, mudah-mudahan memberi dorongan kepada pemain. Kami pemain muda sendiri sangat butuh pemain senior untuk bisa memotivasi di lapangan," kata Andik Vermansyah seusai mengikuti latihan timnas, Selasa (30/10/2012) sore.

Namun tak hanya Andik. Salah satu pemain timnas lainnya, Taufik menilai kehadiran Bepe bisa bermanfaat banyak bagi pemain, yang memang baru memperkuat timnas pada tahun ini. Paling tidak kehadiran pemain senior seperti Bepe bisa membagikan pengalaman ke pemain baru di timnas, termasuk pemain muda. Hal senada juga disampaikan oleh Rasyid A. Bakri.

"Saya akan ambil pengalamannya. Di dalam lapangan, Bepe sendiri punya kepemimpinan yang bagus. Ia juga mau mendukung pemain muda, kasih dukungan dan memotivasi kami yang muda. Dengan kehadirannya, tim akan tambah kuat karena ia punya jam terbang internasional yang banyak," jelas Rasyid. (Frengky Aruan)






tribunnews.com
Read More

Tuesday, October 30, 2012

Kisah Jenaka Timnas KPSI di Australia (Lengkap)

KPSI FC vs QCSA (facebook)
Seputar Timnas - Hajatan di Pinggir Brisbane Sekumpulan mahasiswa Indonesia bergegas menuju lapangan sepak bola Perry Pak di pinggiran kota Brisbane. Petang itu ada hajatan yang dinanti oleh sekitar 100 mahasiswa Indonesia yang bersekolah di Australia. 

Hajatan itu adalah kedatangan pemain sepak bola asal Indonesia Super League (ISL) yang diklaim sebagai timnas asli Indonesia dengan julukan The Real Garuda (TRG).Salah satu mahasiswa Indonesia yang antusias menanti kedatangan para punggawa Real Garuda adalah Hasyim Widhiarto. 


Pria yang sedang menempuh pendidikan di Griffith University ini langsung bergegas menuju stadion yang berada di pinggiran kota.


“Di uji coba pertama saya tidak menonton. Baru diuji coba kedua saya datang untuk menyaksikan pemain-pemain Indoneesia seperti (Cristian) Gonzales, Ponaryo (Astaman), dan Firman Utina berlaga,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai wartawan ini saat dihubungi Republika, Selasa (30/10).


Hal serupa juga dirasakan 100-an mahasiswa Indonesia lain yang datang ke Perry Park. Dengan harapan untuk menyaksikan aksi pemain pujaan berlaga, para mahsiswa ini membawa kamera serta perangkat elektronik lain untuk mengabadikan momen bersejarahnya itu.


Dari informasi yang didapat Hasyim, timnas dijadwalkan bertanding pukul 18.45 waktu Queensland. Tapi karena didorong rasa antusias yang besar, Hasyim sudah datang ke stadion saat jarum jam baru menunjukkan angka lima di sore hari.



Kisah Timnas KPSI Melawan Pria Bule Berkemeja (2)


Datang lebih awal membuat Hasyim berkesempatan menyaksikan profil sang calon lawan Real Garuda di kota Brisbane, Australia. “Antusiasme masyarakat Indonesia di sini sebenarnya bukan hanya ingin menyaksikan pemain seperti Gonzales berlaga, tapi juga ingin tahu siapa sih lawannya?,” katanya.


Sejak awal kedatangan Real Garuda di Brisbane, mahasiswa Indonesia berharap, kumpulan pemain ISL ini bisa menantang tim sekelas Brisbane Roar, yang berstatuskan juara liga utama Australia. Sayangnya, usaha untuk menyaksikan Real Garuda bertanding melawan klub utama Brisbane itu gagal.


Sebagai pengganti, Real Garuda menantang kumpulan pemain amatir dengan embel-embel “allstar”. Namun harapan Hasyim untuk menyaksikan laga berkualitas sedikit meluntur ketika menyaksikan sang calon lawan berlabel allstar ini memasuki lapangan.


Seorang pria bule dengan kemeja biru disaksikannya memasuki lapangan. Tidak ada potongan bahwa pria bule ini akan bermain sepak bola bila melihat celana panjang hitam dan sepatu kantoran yang melekat di tubuh. Tidak juga ada tanda-tanda sang pria membawa perangkat bermain bola. 


Sebaliknya, pria itu hanya membawa tas kit dan botol air minum. Namun ternyata, hitungan menit membuat pria itu sudah tersulap menjadi pemain sepak bola yang siap menantang Real Garuda. “Awalnya satu dua pemain lawan dahulu yang datang. Dan tiba-tiba datang Firman (Utina) dan pemain lain,” ujarnya.



Kisah Timnas KPSI Ke Stadion Naik Taksi, Sopir Berkelahi (3)


Akhirnya pemain Real garuda tiba di Perry Park. Kedatangan pemain pujaan, mulai membangkitkan kembali semangat Hasyim untuk menyaksikan 90 menit laga. Namun semangat yang baru timbul itu perlahan kembali meredup setelah melihat kendaraan yang mengangkut tim Real Garuda.


Bersama pelatih kepalanya Alfred Riedl dan sejumlah ofisial, tim yang diklaim KPSI sebagai representasi timnas Indonesia di Piala AFF, diangkut dnegan menumpang tiga unit taksi! 


“Dua taksi berukuran lumayan besar seperti Van yang bisa menangkut sekitar 10 orang. Sedangkan satu taksi lagi berjenis sedan,” ujar Hasyim.Ternyata bersama kedatangan rombongan pemain Garuda, terselip juga satu mobil lain yang nyaris memancing keributan di luar stadion. 


Usut punya usut, mobil itu sempat besenggolan dengan taksi Real Garuda saat menuju stadion. “Jadi sopir mobil itu ngejer taksi yang ditumpangi tim KPSI sampai ke depan stadion. Sopir sampai saling tunjuk-tunjukan,” jelas Hasyim.


Keraguan pun mulai timbul dibenaknya soal agenda Real Garuda di Australia. Keraguan pada Real Garuda mencapai klimaksnya saat pertandingan melawan tim amatir berlabel allstar dimulai.



Kisah Timnas KPSI Lawan 12 Pemain Amatir (4)


Ketika 11 pemain inti Real Garuda mulai melangkah dengan mantab, hal yang memancing tawa terjadi. Saat Cristian Gonzales baru memimpin rekannya memasuki lapangan, spontan pemain Real Garuda ini berhenti di samping lapangan. 


Mereka terpaku begitu menyaksikan sang lawan ternyata juga memakai serangam dengan jenis warna sama; putih merah.Walhasil, kick off pun tertunda sembari menunggu 11 pemain Garuda berganti warna baju. 


Tertunda pulalah harapan Hasyim untuk menyaksikan aksi Gonzales. Hamun hanya hitungan menit harapan menyaksikan Real Garuda bermain kembali menggelora. Kick off dimulai disertai antusiasme Hasyim dan seratusan mahasiswa Indonesia lain untuk menyaksikan duel Real Garuda verusus tim amatir allstar asal Brisbane. 


Namun tiba-tiba situasi yang lebih jenaka terjadi dan memancing tawa penonton. Sang lawan ternyata bermain dengan 12 orang! Walhasil kick off kembali harus diulang. Gonzales cs pun harus kembali ke tengah lapangan untuk mengulangi pertandingan dari menit pertama.


Pertandingan akhirnya benar-benar bisa berlangsung selama 90 menit dengan skor yang sempat membingungkan. Dalam hitungan mahasiswa, Real garuda mencetak delapan gol. Hitungan ini berbeda dengan versi Wolfgang Pikal (asisten pelatih Real Garuda) yang menilai timnya unggul sembilan gol.


Namun yang disayangkan sejumlah mahasiwa Indonesia, tim lawan penyandang nama “allstar” ternyata tidak sesuai dengan sebutannya. “Jadi tim lawannya (Real Garuda) itu benar-benar tim amatir yang levelnya jauh banget dari pemain kita,” tukas Hasyim.




Kisah Timnas KPSI: Kisah Jenaka di Dunia Maya (5- Habis)


Pertanyaan besar pun sontak muncul di kepala Hasyim dan mahasiwa lain, soal agenda tim KPSI di tanah Asutralia. Mengapa perlu jauh-jauh bertanding ke luar negeri bila yang jadi lawan adalah tim kelas amatir?


Pertanyaan yang berkecamuk di kepala mahsiswa Indonesia di Brisbane itu pun terjawab lewat pernyataan seorang ofisial kepada Hasyim. “Salah satu ofisial bilang, dia sengaja diminta (Alfred) Riedl untuk mencari lawan yang lemah karena tim ini baru terbentuk dan butuh adaptasi,” ujar Hasyim menuturkan penjelasan seorang ofisial Real garuda seusai laga.


Pertanyaan baru pun muncul, jika yang dicari lawan lemah, di Indonesialah pusatnya, bukan di Australia! Pada akhirnya, mahasiswa Indonesia di Brsibane yang menyaksikan langsung jalannya laga Real garuda mengambil kesimpulan, tim pecahan timnas PSSI ini melakukan agenda sia-sia bagi persepakbolaan Indonesia.


“Jadi mengapa tim ini (Real Garuda) justru tidak bergabung ke tim yang jelas-jelas membutuhkan tenaga mereka. Justru mereka di sini hanya membuang talenta kalau hanya berujicoba dengan tim amatir,” sebutnya.


Meski mengundang pertanyaan, namun aksi Real garuda tetap mengundang pujian. Salah satu petinggi KPSI, Djamal Azis memuji habis aksi Real Garuda selama di Brisbane.


Pria yang aktif sebagai anggota DPR itu justru menilai negara ASEAN sengaja memilih timnas PSSI ketimbang KPSI karena takut begitu tahu aksi Real Garuda melahap klub Australia. "Kemenangan telak Timnas TRG melawan Brisbane All Stars barangkali membuat jeri kesebelasan dari negara AFF lainnya," ujar Djamal saat dihubungi ROL, Selasa (30/10).


Sekalipun mengundang kritik, pertanyaan, serta kontroversi, namun kedatangan Real Garuda di Australia tetap menghibur masyarakat luas. Berbekal kamera yang dimiliki, Hasyim pun mengabadikan momen jenaka saat Real Garuda salah kostum jelang pertandingan.


Momen ini tersebar luas di twitter dan youtube dan menjadi bahan candaan bagi sejumlah akun di jejaring sosial...hmmmm...Real Garuda.


Ini Dia Video Timnas KPSi di Brisbane yang sempat berganti kostum









Republika.co.id


Read More

Syamsir Alam; KPSI Egois, Membunuh Mimpiku Membela Timnas Indonesia

Syamsir Alam ( jawaban.com)

Seputar Timnas - Ketika hasratnya membela timnas Indonesia begitu besarnya, dan kesempatan itu sudah ada didepan mata, tapi apa daya tak ada kuasa untuk meraihnya, maka yang terjadi adalah rasa frustasi yang membuncah didalam dada dan diekspresikan tanpa mampu mengontrol kata-kata.

Syamsir Alam, pemain muda bertalenta yang saat ini sedang bermain di klub CS Visse Belgia, yang belakangan ini didalam kicauan akun twitternya sering terlihat adanya interaksi antara Syamsir dengan suporter Indonesia perihal sikap dia merespon undangan bergabung atau tidaknya dengan timnas Indonesia, mendadak hari ini berkicau dengan pedas.

"Membela Indonesia itu impianku. Tetapi karena keegoisan sebuah kelompok, mimpi itu harus ditunda dulu," begitu bunyi ocehan Syamsir Alam di twitter.

Tweet Syamsir (twitter)




Ketika agen BDM yang juga menjadi salah satu followernya mengirim pesan via DM (Direct Message) guna menanyakan kelompok manakah yang dimaksudkan oleh dia, Syamsir menjawab bahwa PSSI sudah menghargai kemampuannya dan memanggilnya bergabung timnas. Dia tahu PSSI telah mengirimkan undangan via fax kepada klubnya di Belgia.



Akan tetapi entah kenapa ada kelompok lain yang menekan manajemen klub CS Visse untuk tidak mengijinkan dia memenuhi panggilan tersebut. Dirinya sudah beberapa kali menghadap pihak klub meminta ijin mengikuti pelatnas, jawabannya tetap sama, klub melarang Syamsir memperkuat timnas selama masih ada konflik. Benar-benar egois, saya dilarang memenuhi undangan PSSI. Apa salah saya dilarang memperkuat timnas negara saya?

Agen BDM mengkonfirmasi ulang dengan menanyakan kepada Syamsir, apakah benar yang dimaksudkan kelompok egois tersebut adalah KPSI? Syamsir justru membalas dengan kesal; "Kalau benar abang wartawan mestinya tahu." (BDM-004)







boladuniamaya.com
Read More

Mafia Kompetisi ISL: Chena Baru Sadar, Persebaya Telah Meradang

Twet Chena yang kemudian merubah akunnya (twitter)

Seputar Timnas - Akhir Februari 2010, Persebaya memecat pelatih Danurwindo. Rudy William Keltjes masuk. Namun itu buakn akhir nasib buruk Persebaya. Dua bulan kemudian, Persebaya makin terpuruk di zona degradasi. Mereka terancam jatuh ke Divisi Utama. Pada pertandingan menentukan melawan Persik Kediri, akhir April 2010, terjadilah insiden yang praktis membunuh peluang Persebaya.

Bayangkan, Persebaya “dipaksa” untuk bertanding sebanyak tiga kali melawan Persik Kediri. Dua pertandingan batal digelar, karena izin polisi tak turun. Seharusnya, Persebaya menang WO 3-0. Tak dinyana, Komisi Banding PSSI memutuskan beda. Persebaya harus bertanding pada bulan Agustus di lokasi yang jauh, yakni di Palembang. Frustasi dengan keputusan PSSI, Persebaya menolak bertanding dan dinyatakan kalah. Tim berjuluk “Bajul Ijo” itu “dipaksa” turun kasta.

Saleh Mukadar, yang kala itu menjabat manajer Persebaya, meradang. “Kami memang sengaja disingkirkan untuk menyelamatkan tim lain,” ujar Saleh kepada Majalah Tempo edisi Januari 2011. Tim lain yang dimaksud oleh Saleh adalah Pelita Jaya. Klub yang dimiliki oleh grup Bakrie. Alhasil, Persebaya degradasi, Pelita aman.

Apa yang terjadi pada Persebaya seakan membuka lebar mata publik sepak bola nasional akan bobroknya kompetisi ISL sebagai kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Berbagai kasus-kasus aneh segera mendapat porsi dari para kritikus. Termsuk soal “gol-gol” ajaib yang kerap terjadi di kancah sepak bola nasional, baik ISL atau Divisi Utama.

Salah satu yang menjadi sorotan ialah klub Persisam Samarinda. Majalah Tempo menjulukinya sebagai “Raja Penalti Liga Super”. Bayangkan dari 15 pertandingan kandang, klub ini mendapat 20 hadiah tendangan penalti. Lima di antaranya tak berbuah menjadi gol.

Kehebohan tak berhenti di sana. Oktober 2010, pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar mengeluarkan pernyataan yang makin menegaskan adanya mafia dalam sepak bola nasional. Ia mengaku dimintai Rp 10 juta oleh wasit ketika bertanding melawan Persema Malang di Stadion Gajayana. Satgas Anti Suap dan Mafia Wasit sempat memanggil wasit Iis Permana dan dua hakim garis. Tak jelas kelanjutannya, yang pasti Sartono didenda Rp 50 juta karena dianggap telah berkata kasar terhadap wasit.

“Kicau” Gustafo Chena di Twitter

Kini, ingatan akan dugaan jaringan mafia di tubuh sepak bola nasional kembali menyeruak. Minggu, 28/10/2012, gelandang Persegres Gresik, Gustfo Chena, “berkicau” tentang mafia. Agaknya “kicauannya” terkait kekalahan timnya melawan Arema Malang 3-1 pada pertandingan uji coba, Minggu Sore (28/10/2012) kemarin lusa.

Tak jelas Gustavo menunjuk pihak yang mana. Sementara kompetisi ISL belum juga dimulai. Tapi, “kicauan” Chena telah memberi sinyal kuat masih adanya mafia di kompetisi Indonesia Super Leageu (ISL). Apakah “kicauan” Chena ini memberi pertanda bahwa masih adanya “perdagangan” gol di kompetisi ISL?. Entahlah, hanya Chena yang tahu maksud “kicauannya” di akun twitter miliknya.

Salam berang-berang.

Selamat menikmati hidangan.

Ditulis sebagai tanggapan atas kicauan “mafi” milik gelendang Persegres Gresik, Gustavo Chena.







Penulis   : Dewa Gilang
Sumber  : kompasiana
Read More