PSSI

Advertise Here

Timnas Senior

Timnas Junior

Pemain Timnas

Menpora

ISL

Saturday, August 29, 2015

Piala Presiden Bergulir, Erick Thohir Minta Dukungan Semua Pihak

Seputar Timnas     23:25  No comments

Seputar Timnas -  Ketua Organizing Committee Piala Presiden, Erick Thohir, menegaskan jika segala persiapan penyelenggaraan Piala Presiden sudah selesai. "Piala Presiden 2015 akhirnya besok resmi digelar," kata Erick saat memberi keterangan resmi, Sabtu 29 Agustus 2015.

Menurut dia, turnamen ini digagas untuk menghidupkan kembali gairah sepakbola Indonesia yang mati suri pasca-Liga Indonesia dihentikan akibat sanksi FIFA. "Tujuan kami hanya satu, yakni menjalankan kembali roda persepakbolaan yang sempat terhenti," ucap Erick.

Menurut dia, dengan kembali bergulirnya Piala Presiden, diharapkan dapat kembali menggairahkan seluruh insan sepakbola Nasional. "Bukan hanya klub, tetapi seluruh insan sepakbola yang kehidupannya bergantung di sini," papar dia.

Ia berharap ajang Piala Presiden dapat menjadi ajang barometer kompetisi sepakbola yang profesional di segala aspek. Ia berharap akan tercipta kompetisi yang baik dan profesional dari ajang ini. 

"Ini yang kita coba lakukan, menjaga industri sepakbola menjadi sesuatu yang positif," tuturnya.

Erick mengaku tak ingin menyinggung pihak manapun dari helatan yang diikuti 16 klub tersebut. "Kami menjaga semua pihak mulai dari Menpora, PSSI, BOPI, pihak kepolisian. Ini yang terpenting, karena kita tidak bisa bekerja sendiri," demikian Erick.[viva]


Erick Thohir Jamin Profesionalitas Piala Presiden 2015

Seputar Timnas     23:16  No comments

Seputar Timnas -  Ketua Organizing Committee Piala Presiden, Erick Thohir, menjamin penyelenggaraan turnamen Piala Presiden akan profesional. Salah satunya adalah dari sisi pengelolaan turnamen.

Penyelenggara, kata Erick, telah menggandeng perusahaan auditor publik Price Waterhouse Coopers. "Tidak ada yang kami tutup-tutupi di sini," kata Erick, Sabtu 29 Agustus 2015.

Ia berjanji setiap klub akan mendapatkan haknya dari penyelenggaraan turnamen ini sebagaimana telah dijanjikannya. "Setiap klub akan mendapatkan hak yang dijanjikan dan kami akan sangat transparan kepada publik," tegas Erick.

Ia berharap hajatan yang digelar PT Mahaka Sports and Entertainment itu dapat menjadi ajang menempa klub menjadi lebih baik lagi. Bahkan, Erick memiliki impian liga dan tim di Indonesia dapat menjadi yang menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

"Liga dan timnya harus terbaik di Asia Tenggara, jangan Asia dulu," kata pria yang juga menjabat Presiden klub Inter Milan tersebut.
Sementara itu, ia menjamin Piala Presiden tak berpihak kepada salah satu kubu insan sepakbola Nasional yang tengah berseteru.

"Terlepas dari segala konflik yang terjadi, Piala Presiden netral, tidak berpihak dan hanya memfokuskan keberadaannya untuk pecinta sepakbola di Tanah Air," demikian Erick.[viva]

Piala Presiden 2015: Turnamen Elite di Tengah Konflik

Seputar Timnas     12:15  No comments

Seputar Timnas - Perhelatan Piala Presiden 2015 tinggal hitungan hari. Turnamen kompetitif yang dinanti masyarakat sepakbola Indonesia sudah di depan mata. Tidak berlebihan kalau menyebut event ini ibarat oase di tengah padang pasir.

Sejak kompetisi dihentikan 2 Mei, lalu praktis kegiatan sepakbola di Tanah Air mati total buntut dari kisruh PSSI dan Kementrian Pemuda dan Olahraga. Situasi ini diperparah dengan sanksi FIFA imbas dari pembekuan PSSI oleh Menteri Imam Nahrawi. Praktis, stakeholder sepakbola nasional kehilangan pemasukan.

Bagi pemain, tidak ada pilihan selain manggung di ajang turnamen antarkampung alias tarkam. Mereka memilih terjun ke level amatir untuk menyambung hidup. Melihat kondisi tidak menentu, promotor olahraga kelas kakap, Mahaka Sports & entertainment mencoba membuat terobosan dengan menggulirkan turnamen Piala Presiden.

CEO Mahaka, Hasani Abdulgani menggagas turnamen untuk mengisi kekosongan kompetisi. Namun, bukan berarti promotor bisa mulus merealisasikan gelaran ini. Sejumlah rintangan harus dihadapi, mengingat kisruh PSSI dan Menpora.

Mereka harus bolak-balik menghadap Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) guna meminta rekomendasi. Hasani tidak menyangkal, kalau banyak tantangan yang harus dihadapi pihaknya guna mensukseskan Piala Presiden. "Kami dalam posisi terjepit," kata Hasani, Jumat 28 Agustus 2015.

Masalah rekomendasi masih berkutat pada dua klub, Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Hasani melihat, konflik pribadi antar 2 pihak yang bertikai menjadi akar masalah selama ini. "Jadi kami harus menyenangkan kedua pihak," ucap pria berkacamata ini.

Tarik menarik antara BOPI yang mewakili Menpora dan PSSI selaku induk sepakbola di Indonesia diakuinya ikut menyulitkan Mahaka. Tapi Mahaka tidak kehabisan akal, "Akhirnya kami menemui Presiden Joko Widodo untuk meminta izin," sambungnya. Atas restu orang nomor satu di Republik ini, Piala Presiden tanpa hambatan. "Nanti beliau sendiri yang membuka turnamen ini."

Piala Presiden menggunakan format setengah kompetisi. Sebanyak 16 tim dibagi empat tim yang dibagi dalam 4 tim. Empat kota besar, Bandung, Malang, Gianyar (Bali), dan Makassar ditunjuk menjadi tuan rumah masing-masing grup. Promotor menjanjikan hadiah yang menggiurkan. Juara pertama diguyur hadiah Rp 3 miliar, juara dua Rp 2 miliar dan juara tiga Rp 1 miliar. "Juara 4 Rp 500 juta."

Hasani menjanjikan, bagi setiap tim yang berhasil melangkah hingga 8 besar hingga semifinal bakal mendapat siraman Rp 250 juta. Bila tim itu berhasil masuk semifinal, minimal tim itu telah mengantongi Rp 500 juta. Di awal, Mahaka pun mengucurkan match-fee Rp 500 juta per klub plus tim tuan rumah disubsidi Rp 350 juta.

"Tim tamu kami berikan uang transportasi masing-masing Rp 100 juta."

Namun Hasani, masalah kedisiplinan pemain menjadi perhatian utama. Dalam koordinasi dengan para manajer, Hasani meminta manajer tim ikut menjaga fair play. 

"Jangan sampai ribut-ribut karena ikut mempengaruhi citra turnamen ini," katanya. Sebagai langkah awal mencegah kericuhan di lapangan, Mahaka 'menahan' uang transport sebesar Rp 100 juta sebagai deposit untuk berjaga-jaga bila pemain melakukan tindakan indisipliner di lapangan.

Tata kelola sepakbola memang selalu digembar-gemborkan semua pihak untuk membenahi olahraga paling populer di Indonesia ini. Jadi patut ditunggu apakah Mahaka mampu melakukannya, jangan seperti turnamen sebelah yang mulai terlihat bobroknya.[liputan6]


Jadwal Siaran Langsung Piala Presiden 2015

Seputar Timnas     12:06  No comments

Seputar Timnas - Akhir pekan ini, Piala Presiden 2015 akan dibuka secara resmi di Bali. Pertandingan antara Bali United Pusam melawan Persija Jakarta akan mengawali turnamen yang dipromotori Mahaka Sports and Entertainment tersebut.

Turnamen ini sendiri diikuti 16 klub dan dibagi menjadi empat grup dengan empat tuan rumah. Empat tuan rumah itu adalah Bali, Malang, Bandung dan Makassar.

Grup A: Persib Bandung, Persebaya United, Persiba Balikpapan, Martapura FC
Grup B: Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, PSGC Ciamis
Grup C: Bali United Pusam, Persija Jakarta, Mitra Kukar, Persita Tangerang
Grup D: PSM Makassar, Gresik United, Pusamania Borneo, Persipasi Bandung Raya.



Pada babak penyisihan grup yang dimulai pada tanggal 30 Agustus sampai dengan 10 September 2015, di tiap harinya, akan ada dua pertandingan yang ditayangkan oleh televisi swasta, Indosiar.

Berikut jadwal lengkap siaran langsung pertandingan Piala Presiden yang akan ditayangkan Indosiar tersebut. 

Kamis, 03 September
15.00 WIB Persija vs Persita
18.00 WIB Bali United vs Mitra Kukar

Jumat, 04 September
14.00 WIB Gresik United vs Pusamania Borneo FC
17.00 WIB PSM vs PBR

Sabtu, 05 September
15.00 WIB Persela vs PSGC
18.00 WIB Arema vs Sriwijaya FC

Minggu, 06 September
15.00 WIB Martapura FC vs Persiba
18.00 WIB Persib vs Persebaya

Senin, 07 September
15.00 WIB Bali United vs Persita
18.00 WIB Persija vs Mitra Kukar

Selasa, 08 September
14.00 WIB Gresik Utd vs PBR
17.00 WIB PSM vs PBFC

Rabu, 09 September
15.00 WIB Sriwijaya vs Persela
18.00 WIB Arema vs PSGC

Kamis, 10 September
15.00 WIB Persebaya vs Persiba
18.00 WIB Persib vs Martapura FC

Sabtu, 19 September
15.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama
18.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

Minggu, 20 September
15.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama
18.00 WIB 8 Besar Putaran Pertama

Sabtu, 26 September
15.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua
18.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

Minggu, 27 September
15.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua
18.00 WIB 8 Besar Putaran Kedua

Sabtu, 03 Oktober
18.00 WIB Semifinal Pertama

Minggu, 04 Oktober
18.00 WIB Semifinal Pertama

Sabtu, 12 Oktober
18.00 WIB Semifinal Kedua

Minggu, 13 Oktober
18.00 WIB Semifinal Kedua

Minggu, 18 Oktober
15.00 WIB Perebutan Peringkat Ketiga
19.00 WIB Final


Kemenpora: PSSI Jangan Domplengi Piala Presiden

Seputar Timnas     11:40  No comments

Seputar Timnas - PSSI dianggap tidak berhak mendompleng dengan memasang atributnya di turnamen Piala Presiden 2015. Sebab, Piala Presiden merupakan salah satu turnamen yang diinsisiasi oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora pasca-pembekukan PSSI, dengan menunjuk promotor turnamen Mahaka Sports.  

Lebih ironi lagi, PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti yang belum diakui, sebelumnya sempat mengancam akan mengeluarkan peringatan keras kepada semua klub yang terdaftar sebagai anggotanya, jika mengikuti turnamen apa pun di luar otorisasi PSSI.

“Seperti Piala Kemerdekaan, Piala Presiden merupakan turnamen yang diinisiasi Tim Transisi. Kenapa dulu mengancam, sekarang malah mau mendompleng,” ujar Staf Khusus Bidang Olahraga Kemenpora, M. Khusen Yusuf menanggapi pihak-pihak yang mempersoalkan pelarangan atribut PSSI dipasang di sekitar arena turnamen Piala Presiden, dalam siaran persnya, Jumat (28/8).

Menurut Khusen, pelarangan pemasangan atribut PSSI di turnamen yang akan dibuka pada 30 Agustus 2015 tersebut, merupakan konsekuensi dari kesepakatan yang dibuat oleh Badan Organisasi Profesional Indonesia (BOPI) dengan Mahaka Sports selaku promotor turnamen. 

Seperti disampaikan Direktur Utama Mahaka Sports, Hasani Abdulgani kepada media, pihaknya memang sudah berjanji untuk tidak menampilkan segala atribut yang berbau PSSI dalam turnamen supaya netral.

Pelarangan pemasangan atribut PSSI, lanjut Khusen mengutip pernyataan Sekjen BOPI Heru Nugroho, juga dilarang masuk dalam kontrak kerjasama dengan perangkat pertandingan, seperti wasit.  Kalaupun Mahaka menggunakan wasit PSSI, maka kontrak tersebut harus bersifat pribadi dan tidak melibatkan lembaganya.

“BOPI sudah menegakkan hasil kesepakatan yang mengacu pada konsekuensi adanya pembekuan PSSI oleh pemerintah. Jadi sudah benar jika BOPI melarang pemasangan atribut PSSI di turnamen Piala Presiden,” kata Khusen.[republika]


Thursday, August 27, 2015

Jokowi Mencari 'Evan Dimas Baru' di Ajang Piala Presiden 2015

Seputar Timnas     18:56  No comments
Jokowi Mencari 'Evan Dimas Baru' di Ajang Piala Presiden 2015

Seputar Timnas - Presiden RI Joko Widodo akan membuka turnamen Piala Presiden 2015 pada Minggu (30/8) di Stadion Dipta, Gianyar, Bali. Dia berharap turnamen yang dipromotori Mahaka Sports and Entertaintment ini bisa memunculkan pemain berbakat seperti Evan Dimas.

"Kita harapkan nanti bintangnya yang muncul semakin banyak, bukan satu-dua tapi bisa banyak karena prestasi," jelasnya.

Sebelum berangkat ke Pulau Dewata, presiden meyakini makin banyak turnamen yang diadakan dalam satu tahun ini dapat mengembalikan gairah masyarakat untuk menonton sepak bola.

Ditemui di Istana Negara pada Selasa (25/8) kemarin, Presiden Jokowi juga menuturkan dirinya tahu bahwa rakyat Indonesia merindukan sebuah gelar juara bisa diraih tim nasional Indonesia. 

"Harapan itu saya kira ada di seluruh masyarakat Indonesia. Ada kebanggaan terhadap timnas kita, punya kebanggaan saat mereka bertanding, menonton semua di depan tivi kalau mereka bertanding," kata Presiden kepada stasiun televisi Indosiar.

Jelang Piala Presiden, rupanya orang nomor satu di republik ini tak ingin menjagokan salah satu klub peserta. Sebanyak 16 klub akan tersebar di empat kota tuan rumah untuk berlaga di penyisihan grup.

"Kalau Piala Walikota dulu, klub yang ada di Solo, Persis Solo. Dulu waktu di Jakarta (menjadi gubernur), Persija. Tentu saja kalau sekarang setelah jadi presiden kita ingin timnas yang kuat, tentu yang harus kita tonton," kata presiden tegas.


Tak berbeda jauh dengan klub favorit. Mantan Walikota Solo ini memiliki harapan tinggi soal dampak positif turnamen Piala Presiden. Menurutnya, tiap generasi melahirkan bintangnya masing-masing yang sulit untuk dibandingkan kemampuannya, apalagi ditunjuk siapa yang paling difavoritkan.

"Pemain kita kan banyak sekali. Dulu pas jaman mas Ronny Pattinasarani, mas Rully Nere, sebelum ini mas Bambang Pamungkas, sekarang Evan Dimas. Saya kira setiap jaman ada bintang-bintangnya," ujar presiden.

Timnas Indonesia sendiri seperti diketahui tak bisa main di mana-mana saat ini. Soalnya, timnas Indonesia sudah dikucilkan di dunia Internasional gara-gara campur tangan pemerintah.[liputan6]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Google+ Followers

Followers

Facebook

Proudly Powered by Blogger.